-->
mOaB8SxtB0X1FfqkEcWCngeyJrUW9rkTfz5H9ziF

Tips Membawa Bayi Naik Pesawat

Awal Agustus kemarin asalah first trip on airplane bagi Sakha (11 Bulan). Tentu sebagai Ibu-Ibu yang bahagia yang bisa membawa anak bayinya naik pesawat ada kekhawatiran atau kecemasan tersendiri. Bagaimana nanti di pesawat? Kalau rewel bagaimana? Apa dia akan nyaman? Syukur syukur kalau itu perjalanan pendek, bagaimana kalau yang harus membawa bayi dalam perjalanan jauh?
Yuk simak tipsnya di bawah ini!

SAAT BOOKING TIKET
Saat memesan tiket, ada beberapa hal yang dapat dijadikan pertimbangan, antara lain:
  1. Waktu terbang. Untuk penerbangan jarak pendek, memilih waktu terbang siang bisa jadi keputusan terbaik karena itu adalah jam tidur siang bayi. Untuk penerbangan jarak jauh, waktu terbang malam adalah paling nyaman untuk bayi karena bayi bisa tidur nyenyak di pesawat. Kami memilih perjalanan pada pukul setengah 2 siang, tapi apa yang terjadi delay hingga 2 jam jadi kami berangkat jam setengah 5 sore.
  2. Jika bayi sudah lebih besar, pesanlah satu tempat duduk ekstra untuk bayi, terutama untuk penerbangan jarak jauh. Berhubung kami hanya perjalanan CGK-SBY dengan waktu tempuh 1 setengah jam, jadi selama perjalanan Sakha hanya dipangku dan di cash infant yakni 10% dari harga tiket (lion air)
  3. Jika memungkinkan, pesan tempat duduk di bagian depan (bulkhead seat). Tempat duduk ini memiliki ruang lebih untuk kaki Anda dan lebih jauh dari mesin pesawat yang bising.
  4. Pilih tempat duduk di gang (aisle) atau lorong agar leluasa keluar masuk mengurus si kecil ke toilet atau berjalan-jalan di lorong kabin.


SAAT DI BANDARA
  1. Tiba Lebih Awal. Ini yang diajarkan suami, kami sengaja datang lebih awal agar bisa shalat dzuhur (jama) di bandara. Selain itu supaya punya waktu lengang untuk check-in terutama dengan bawaan yang tidak sedikit.
  2. Ajak bayi bermain dan beraktivitas agar ia merasa lelah, sehingga nanti di dalam pesawat ia tak butuh waktu lama untuk tertidur. Nah karena pesawat delay, Sakha dari segar kemudian tidur hingga segar lagi saat mau naik pesawat.
  3. Ringan, Ringkas, Rapi. Ingat sedia tas yang berisi biskuit/camilan kesukaannya, baju dan popok ganti, tisu basah dan minyak telon untuk dibawa di kabin, terutama bila Anda bepergian hanya berdua bayi, tanpa pasangan atau pengasuh, sehingga kedua tangan Anda bisa bebas bergerak mengurus bayi. Batasi isi dan berat tas, karena Anda masih harus menggendong bayi. 

SAAT DI PESAWAT


  1. Usahakan untuk menyusui bayi saat lepas landas dan mendarat. Menelan akan mencegah bayi dari mengalami kesakitan telinga akibat perubahan tekanan udara.
  2. Jika bayi nampak resah dan rewel, ajak dia berkeliling di lorong kabin dan melihat-lihat. Ini biasanya efektif untuk menenangkan bayi.
  3. Suhu kabin cenderung dingin. Perlengkapi bayi dengan baju hangat, kaus kaki, penutup kepala dan sarung tangan.
  4. Jika bayi dalam keadaan bangun selama penerbangan, sibukkan bayi dengan beraktivitas kecil agar dia tidak kebosanan. Jika dia masih rewel dengan mainannya, beri mainan baru.
  5. Jangan merasa sungkan untuk meminta bantuan dari kru kabin sekiranya butuh pertolongan.


Alhamdulillah selama di pesawat Sakha termasuk anteng karena 80% perjalanan ia tertidur, hanya agak rewel ketika harus lepas landas karena terlalu lama mengenakan gendongan. Selama tertidur pun Ia tidak terlepas dari minum ASI. Karena percayalah bayi itu dapat merasakan atmosfer sekelilingnya, banyaklah berdzikir maka hati tenang niscaya bayi tidak akan rewel. Usahakan untuk berpergian untuk tidak berdua saja dengan bayi, ajak orang dewasa lain juga. Karena sepanjang jalan jika bayi rewel atau anda harus ke toilet, anda dapat memperoleh bantuan. Selamat bepergian dengan pesawat. Semoga aman dan nyaman naik pesawat bersama bayi tercinta!



Salam


Shafira Adlina
Related Posts

Related Posts

Posting Komentar