-->
mOaB8SxtB0X1FfqkEcWCngeyJrUW9rkTfz5H9ziF

Inovasi Masker Masa Kini

Halo Sahabat Mamah, semenjak kemunculan virus corona. Selain banyak perubahan dalam hidup kita, beberapa alat pelindung diri (APD) menjadi barang yang paling dicari, selain karena kebutuhannya meningkat untuk para petugas medis di lapangan. Salah satu APD yang banyak dicari oleh masyarkat luas adalah masker. Hal ini pun sesuai dengan anjuran Kementerian Kesehatan RI, semua orang disarankan untuk memakai masker kain ketika harus bepergian ke luar rumah.


Baca juga : Yuk Saling Membantu di tengah Wabah Covid-19 ini

Masker memiliki beberapa ragam jenis. Beberapa di antaranya ada yang hanya berguna untuk menangkal polusi tapi tidak bisa menangkal penularan virus.

Menurut beberapa sumber,setidaknya ada 3 jenis masker untuk virus yang disarankan kepada masyarakat:

1. Masker kain

Siapa yang tidak kenal masker kain? Sering kita jumpai di penjual-penjual aksesoris seperda motor di pinggir jalan. Biasanya dijual bersama sarung tangan motor. Masker kain yang biasa digunakan untuk menangkal debu polusi di jalan dapat menutupi sebagian percikan air liur yang keluar saat kita akan berbicara, menghela napas, ataupun batuk dan bersin.

Masker ini dapat mengurangi penyebaran virus Corona di kerumunan, terutama dari orang yang terinfeksi virus namun tidak memiliki gejala apa pun. Jadi meskipun bisa dipakai di tempat yang banyak orang, masker ini hanya mampu menyerap 70% partikel. BUkans sebagai APD para petugas medis yang berhadapan dengan virus corona langsung ya.

2. Masker bedah

surgical mask atau masker bedah adalah jenis masker sekali pakai yang mudah dijumpai dan sering digunakan tenaga medis saat bertugas. Masker ini adalah masker yang efektif untuk mencegah penyebaran virus Corona karena memiliki lapisan yang mampu menghalau percikan air liur.

Masker bedah terdiri dari 3 lapisan yang memiliki fungsi berbeda, yaitu:
Lapisan luar yang antiair. Lapisan tengah yang berfungsi sebagai filter kuman. Dan terakhir lapisan terdalam yang berfungsi untuk menyerap cairan yang keluar dari mulut.

Sebelum “booming” masker ini hanya sekitar Rp 1.000, setelah permintaan pasar meningkat harganya pun melonjak hingga 3-5x lipat. Bahkan beberapa rekan bisnis kawan bercerita permintaan salah satu APD bukan di dalam negeri saja,tapi juga permintaan ekspor meningkat.

3. Masker N95

Masker yang harganya lebih mahal dari masker bedah ini selain mampu menghalau percikan air liur, tapi juga partikel kecil di udara yang mungkin mengandung virus. Oleh sebab itu Masker N95 efektif untuk mencegah penularan virus Corona. Masker ini sering saya lihat saat kawan-kawan laboratorium sedang di laboratorium ketika menangani virus atau bakteri berbahaya. 

Hal yang sama terjadi pada masker bedah, harganya meningkat hingga 5-10x. Sebelum wabah ini merebak harga masker n95 1 box yang berisi 20 buah hanya dibandrol dengan harga Rp 200.000 kini harga n95 bisa Rp 1.000.000-2.000.000 per box.

Meskipun memiliki daya perlindungan yang baik, masker ini tidak disarankan untuk digunakan sehari-hari. Kenapa? Karena disain masker ini membuat orang yang memakai bisa sulit bernapas, gerah, dan tidak betah memakainya dalam jangka waktu yang agak lama.


Nah ternyata ini dia inovasi-inovasi karya anak bangsa

Inovasi Masker Masa Kini


Masdar (Masker Cadar)


Kemarin di salah satu grup Whatsapp ada yang menawarkan produk ini, saya jadi teringat ibu saya yang kini telah bercadar. Kemudian saya tawarkan kepada beliau, dan power of ibu guru, teman-teman sesama gurunya pun ikut nitip dibelikan. Jadi saya jualan dadakan deh. Masker ini sebenarnya dirancang untuk para muslimah yang masih menjajal alias mencoba untuk memakai cadar, nah masker cadar ini jadi solusinya. Ada tali yang dapat ditarik kedua sisi cadar, sehingga bisa dijadikan cadar. Dan ada varian rendanya juga, buat kamu yang suka hiasan di cadar. Kain yang digunakan jg cukup tebal tapi ga bikin gerah, setara dengan masker kain yang biasa kamu gunakan. Kalau kamu tertarik membeli, banyak kok di online shop. Kemarin Mamah beli di onlineshop yang berlogo orange ituloh.

Masker Kain Reusable + Nano Filter Refillable

Ini adalah inovasi anak bangsa, karya mahasiswa lulusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Ada empat orang dibalik kesuksesan MASKIT, yaitu Wahidin, Yolla Miranda, Eliza Habna dan Wulan Silvia.



Masker ini didisain agar bisa dipakai berulang. Diberi nama jual MASKIT, Masker kain Reusable dengan nano filter yang dapat diganti berulang. Di sisi permukaannya telah dilapisi penyaring udara atau filter berteknologi karbon aktif dan nano silver. Filter ini dapat diganti secara fleksibel disarankan paling lama 2 minggu sekali. Selain itu efektivitas MASKIT telah lolos uji klinis di laboratorium Universitas Indonesia dengan kapasitas hingga 90% mampu membunuh bakteri dan polusi udara. Masker ini pun terlihat lebih keren dan modis karena memiliki ergonomic 3D design yang tidak membuat sesak napas dan dilengkapi tali yang super elastis serta nyaman.
Nah kalau kamu mau coba produk ini juga sudah banyak resellernya, atau langsung klik tautan instagram langsung bisa order.

Nah itu dia Sahabat, ada 2 inovasi masker yang menurut Mamah patut diacungi jempol tangan dan dicoba sama kalian. Adakah kalian punya informasi inovasi masker lainnya? Coba cerita di kolom komentar ya!


Salam,

Related Posts
Shafira Adlina
Mamahnya Sakha dan Hafsah. Mamah yang suka nulis dan desain. Masih belajar jadi blogger, asessor dan fasilitator. email : adaceritamamah at gmail dot com

Related Posts

Posting Komentar