-->
mOaB8SxtB0X1FfqkEcWCngeyJrUW9rkTfz5H9ziF

Ide Kegiatan Seru Bersama Anak Selama di Rumah



Siapa yang tidak tahu tentang Corona? Mulai dari tukang tahu sampai penjual baju di pasar baru pun tahu tentang ini. WHO sebagai organisasi kesehatan dunia juga telah menetapkan status penyakit ini menjadi wabah pandemik. 
Penyakit dengan nama asli Covid-19 ini sudah menyebar menginfeksi jutaan warga dunia dan ratusan Negara. Data terbaru ketika tulisan ini dibuat pada ada sekitar 2,4 juta jiwa dari 210 negara yang sudah terinfeksi. Proses penyebaran virus yang berasal dari Wuhan, Tiongkok ini juga meningkat secara signifikan di Negara kita Indonesia.
Sebagai wujud ikhtiar dari upaya menekan penyebaran virus corona, pemerintah mulai mengimbau masyarakat untuk melakukan social distancing.

Mengenal apa itu social distancing

Sederhananya social distancing adalah mengurangi interaksi dengan keruman banyak orang sehingga bisa memperkecil peluang penularan. Salah satu upaya pemerintah untuk social distancing sendiri antara lain dengan mengeluarkan aturan PSBB (Pembatasan Sosial Skala Besar) yakni seperti menghentikan semua aktivitas seperti belajar mengajar di sekolah dan pekerjaan yang dapat dikerjakan ataupun dikontrol dari rumah (work from home).

Social distancing bukan berarti mengajak anak liburan

Semua sekolah diliburkan, entah mengapa oleh sebagian orangtua malah mengajak anak mereka untuk jalan-jalan. Terbukti dengan beberapa berita di pekan-pekan pertama beberapa tempat wisata yang dibanjiri wisatawan. Mereka mengambil kesempatan ini untuk liburan sekeluarga.

Jangankan anak, kita yang dewasa aja pasti bosen kalau di rumah terus tanpa kegiatan berarti. Nah supaya anak tidak bosan dan betah di rumah, kita harus pandai-pandai memutar otak. 

Berikut Ide Kegiatan Seru Bersama Anak Selama di Rumah ala Mamah Ina :


Menghirup udara segar
 

Meskipun keluar rumah dibatasi bukan berarti itu menandakan kamu di dalam kamar ber-AC aja kan, coba di pagi hari apalagi subuh hari buka jendela dan pintu rumahmu. Hiruplah udara segar dari luar, rasakan saat oksigen pagi hari masuk ke dalam paru-paru kita.

Mencoba Masak Resep Baru Bersama



Bagai sekali mendayung 2-3 pulau terlampaui, tentu para Mamah yang memiliki kemuliaan ingin menghadirkan konsumsi sehat bergizi para anggota keluarga bisa sekalian beraktivitas bareng bagi anak. Oya, anak saya umurnya belum genap 5 tahun beberapa kali kerap mengikuti kegiatan saya di dapur sedari bayi. Syaratnya satu jika teman-teman mau mengajak masak bareng toddler, turunkan standar bersih dan bermainlah ya. Jangan sampai ajak anak-anak beraktivitas ke dapur tapi malah larang ini itu yang membuat mereka segan membantu Mamahnya.
Tentu semua bertahap ya Gaes, seperti Sakha yang saya ajak setiap membuat cemilan atau makanan pokok di dapur. Ya tentu dapur akan lebih acak-cakan. Tipsnya biasanya saya sisihkan sebagian adonan untuk ia berkreasi, tapi jangan mubadzir juga. Perlahan anak pasti paham.
Waktu umur 2 tahunan, ia masih suka asik sendiri dengan adonannya di kala saya membuat kue. Perlahan di umur 3- sekarang, ia sudah bisa didelegasikan mengaduk, memotong bagian daun sayur atau tempe. Hitung-hitung sekalian latian ketrampilan hidup kan Gaes, selain itu anak jadi belajar ternyata makanan butuh proses pembuataan yang tidak mudah, insyaAllah anak lebih lahap makannya.  
Nah kemarin Saya coba pertama kali membuat Brownies cokelat kukus dan panggang bersama Sakha, lumayan rasanya meski belum kaya Brownies Amanda. hehe

Membaca Buku Bersama


Sedikit info untuk mengajak anak suka membaca adalah menjadi panutan atau role model terlebih dahulu. Jika kita lebih sering melihat layar handphone ketimbang membuka lembaran buku tentu anak-anakpun demikian. Sama halnya dengan anak sulungku ketika Mamahnya banyak mengetik di depan laptop seperti ini, dia pun minta untuk ikutan mengetik-ngetik. Saya mengakalinya dengan membaca buku anak-anak dengan kencang. Ketika saya asik sendiri, lama-lama si sulung juga ikut riuh ke dalam buku, malah minta dibacakan yang ini dan itu.

Berkemah di dalam Rumah


Salah satu buku yang paling disukai anak-anak adalah yang bergambar. Perlahan Sakha sering sekali ikut membaca komik 33 hadist Nabi Muhammad SAW karangan VBI djenggoten. Nah karena ada beberapa konten yang belum bisa dipahaminya, jadi waktu umur 3 tahun saya belikan buku komik islam terbitan Gema Insani Press yang berjudul Komik Asmaul Husna (3 seri). Di dalam bukunya diceritakan tentang asmaul husna dikaitkan dengan kejadian sehari-hari yang tokohnya Sabiq dan Alifa. Nah kedua tokoh ini yang disukai Sakha, karena seakan-akan ia dan adiknya. Di salah satu ceritanya ada cerita mengenai berkemah di hutan. Usia 4 tahun yang sedang asyiknya berimajinasi, ia jadikan seprai dan selimut sebagai tendanya, meski ada kelambu tenda dan tenda mobil, ternyata bermain kemah dengan seprai asik juga. Hehe.

Bermain Air


Jangan diragukan dengan salah satu elemen kekuatan avatar aang ini, air, semua anak pasti suka main air. Dari bayi sampai balita. Awalnya main kobokan kemudian upgrade di ember. Dalam rangka mensubsitusi kegiatannya di luar rumah dan sebagai bentuk investasi permainan, saya membelikan kolam renang plastik dan bola. Terbilang cukup murah untuk ukuran diameter sekitar 1,2m hanya RP 130.000 sudah berhadiah 75 bola plastik. Permainan ini lumayan mengisi waktu anak-anak setelah mandi, dan Mamah bisa ngetik buat posting di blog, yakan. Hehe. 

Video Call bersama Keluarga
 

Sekaligus melepas kerinduan dengan orang tua dan saudara, videocall juga sarana anak-anak agar betah di rumah. 

Olahraga di dalam rumah

Tentu sahabat mamah sudah mengetahui manfaat penting dari olahraga. Walaupun di rumah saja kita masih dapat berolahraga bersama dengan keluarga loh. Saya biasa shitup bersama anak pertama saya (4 tahun), caranya dia menemplok di kaki bawah saya. Kalau bahasa sundanya, kegiatan ini disebut ucang-ucang. Lakukan setiap anak anda meminta kira-kira 5-10 menit sehari, niscaya anak anda akan ketagihan. Selain olahraga bersama, kita bisa membuat permainan anak dengan mengandalkan motorik kasarnya, contohnya Sakha sedang bermain memindahkan boneka tetapi harus melalui rintangan.


Pentingnya bermain

Semua aktivitas yang kita lakukan bersama anak apapun itu di mata anak adalah bermain (di bawah 7 tahun). Tidak hanya sekadar mengisi waktu luang dan memberi kesenangan pada anak. Manfaat positif bermain pada anak  juga membantu anak untuk mengekspresikan siapa dirinya dan memupuk daya kreativitas.

Kenali diri sendiri lebih dalam dengan bermain

Bermain dengan anak sebenarnya dapat menjadi media "pemutus" pola pemikiran tidak sehat, ya pikiran panikan yang dialami saya contohnya. Saat bermain dengan anak, kita dapat memahami sudut pandang anak sehingga melihat kelebihan dr anak. Bermain prinsipnya adalah tidak ada benar atau salah dengan bagaimana cara memainkan suatu alat bermain. Kita sebagai orangtua bisa belajar ngerem perilaku kita agar lebih bertoleransi dengan kelakuan anak yang ajaib.

Kaya tagline sabun sebelah itu loh “berani kotor itu baik”, dengan bermain saya juga belajar untuk meredakan panic, melonggarkan ekspetasi dan berdamai dengan “kekacauan”. Bonusnya dengan melihat ceria tawa anak-anak, tentu Kita menjadi lebih bahagia, InsyaAllah. 

Semoga kita bisa terus belajar, bertumbuh dan berkembang menjadi orangtua yang bahagia lahir batin ya.

Salam, 


Related Posts
Shafira Adlina
Mamahnya Sakha dan Hafsah. Mamah yang suka nulis dan desain. Masih belajar jadi blogger, asessor dan fasilitator. email : adaceritamamah at gmail dot com

Related Posts

25 komentar

  1. Yang belum saya lakukan adalah mencoba resep baru bersama­čÖł­čść, duh rasanya gimana gitu mbak masak bersama, 3 anak terjun kedapur­čÖł. Bakalan kelar memang tapi waktu yang dibuat untuk masak sangat lama pasti kalau anak² ikut memasak­čść

    BalasHapus
  2. Wah, lucu ini banyak ya kegiatan yang bisa dilakukan bersama anak. Anak-anak engga bosan nih kalau banyak jenis kegiatannya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak hani, never ending story sama bocah2 mah ya

      Hapus
  3. Kita harus kreatif ya memang dalam menciptakan suasana rumah agar tidak membosankan bagi anak selama pandemi ini. Saya juga melakukan hal yang sama dengan Mbak. Beberapa kegiatan sudah masuk dalam daftar. Mungkin yang bermain air saya skip dulu, soalnya anak saya yang paling kecil dah unur 6 1/5 tahun, jadi dia lebih suka bermain dengan imajinasinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah udah gede anaknya, bisa diajak masak serius itu hehe

      Hapus
  4. Wahh kalau main air sih gausah disuruh udah langsung nyemplung kalo anak2. Hehe. Main di halaman juga liat pintu kebuka sedikit langsung kabur. Wkwk. Efek kelamaan di rumah..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener kan mbak ima, kelamaan di rumah jadi apal kan denah rumah #eh

      Hapus
  5. Tuh kan, di rumah juga bisa seru-seruan, kok. Berhubung anak-anakku sudah berusia 10 dan 8 tahun, jadi kami banyak berkegiatan bareng saat mereka sekolah, nguplek bikin sesuatu di dapur, bermain, dan ngobrol bareng. Itu pun udah bisa ketawa-ketawaan karena tingkah mereka tuh adaaa aja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah seru ya udh pada gede bs dilibatkan aktivitas domestik bareng

      Hapus
  6. Serunya berbagi kegiatan seru bisa dilakukan di rumah ya mbak:) selain ank yang belajar, sebenarnya kita sebagai orang tua pun belajar ya mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mbak dewi, kita banyak belajar ya dr anak

      Hapus
  7. Setuju dengan ide-idenya, mbak. Memasak, main tenda dan olahraga bersama kayanya seru deh. Selama ini anakku sesekali aduk adonan tepung untuk bakwan atau tempe

    BalasHapus
  8. Anak-anak sudah diungsikan ke rumah neneknya, minggu lalu. Di sana mereka bisa melakukan semua kegiatan di rumah saja. Kalau di sini, masih mau ke luar main sama teman-temannya. Kegiatan di atas sebagiaj besar sudah dilakukan. Masak bersama dua gadis kecilku, waktu itu coba resep boba.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Resep boba sepertinya menatik mbak, mau dong dibisikin hihi

      Hapus
  9. Banyak yang bisa dilakukan asalkan ibunya kreatif ya Mbak. Tapi kalau saya terkendala waktu juga, karena tetap bekerja juga. Sepulang bekerja nemenin anak untuk tugas dari sekolahnya.

    BalasHapus
  10. Seruuu banget ya mb ina kegiatannya di rumah aja. Aku juga banyak banget yang bisa dilakukan selama pandemi ini. Sebagian udah ku coba juga mba. Kalau suami beneran buka tenda di halaman buat anak-anak main. Mengobati kangen kemping ceria hihi. Kegiatan seru bersama anak selama wabah covid-19 ternyata mengasyikan banget ya mb ina.

    BalasHapus
  11. iya bnr, byk hal yg bs d lakukan d rmh ya mba. hikmah dr pendemi ini kt bs menikmati quality time dgn keluarga... hehe buat yg serumah sm keluarganya, klu yg merantau kasiaannn hrs menahan rindu. slm stay at home sy jg mencoba resep2 baru

    BalasHapus
  12. Wah seru-seru idenya Mba, apalagi yang berkemah di rumah. Tertarik banget buat nyoba sama anak di rumah. Ga harus pakai tenda ya, pakai selimut juga bisa hihi Makasih Mba ide kegiatannya

    BalasHapus
  13. Mamah kreatif banget. Anak-anaknya pasti suka banget main bareng-bareng. Pergerakan motorik halus dan motorik kasar anak juga bagus untuk perkembangan otak mereka lho.

    BalasHapus
  14. Serunya...
    Benar ya mbak, meski di rumah saja bisa punya banyak kegiatan seru ya

    BalasHapus
  15. banyak banget ya ternyata.. berkemah seru juga ya

    BalasHapus
  16. Kayaknya ini pertama kali saya main kesini. Salam kenal ya Mbak. Blognya keren mbak, next saya mau permak blog saya jadi gini.. Hehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal mbak Nabila. Terima kasih sudah baca artikel ini. Yuk permak blog #eh

      Hapus