-->
mOaB8SxtB0X1FfqkEcWCngeyJrUW9rkTfz5H9ziF

Mengenal Bisnis Ekspor



Hai Sahabat Mamah semua, Apa kabar? Semoga selalu dalam keadaan sehat lahir dan batin ya meski di tengah wabah pandemi Covid-19 ini. 

Pembelajaran Jarak Jauh

Sahabat, pernah dengan pembelajaran jarak jauh?
Pembelajaran atau pelatihan yang diberikan kepada peserta atau siswa yang tidak berkumpul bersama secara nyata. Mereka menerima pelajaran secara langsung dari instruktur tetapi bahan-bahan dan instruksi-instruksi detail yang bersifat khusus dikirimkan atau disediakan untuk para peserta yang selanjutnya melaksanakan tugas-tugas yang akan dievaluasi oleh instruktur. Nah di tengah wabah ini semua sekolah dihimbau untuk dilaksanakan di rumah, artinya semua pembelajaran dilakukan jarak jauh. Dan semua para guru mendadak menjadi instruktur jarak jauh.

Sesungguhnya belajar jarak jauh atau e-learning ini bukan sesuatu yang baru. Dulu saat saya masih SMA sekitar tahun 2006, Ibu saya sudah sering merumuskan, membuat bersama-sama dengan para guru SMP lainnya bersama di Pustekom. Saya ingat sekali beliau harus pulang malam karena letaknya yang sangat jauh dari rumah. Baru belakangan ini, sekitar tahun 2012 mulai merebak bimbingan-bimbingan online. Beragam jenis dan metode banyak ditawarkan sesama pesaing bimbel online.
Selain semua tingkatan sekolah harus menggunakan pembelajaran jarak jauh, kini banyak sekali pelatihan baik softskills maupun hardskills ditawarkan. Pasalnya mereka semua mengusung dalil agar kita tetap produktif meski #dirumahaja. Bahkan adik saya yang kini tengah hamil sekitar di usia 33 minggu mengikuti kelas prenatal gentle yoga via daring atau online.


Tentu ada plus minus tersendiri dengan semua kegiatan pelatihan online ini. Kelebihannya selain bisa dilakukan di rumah, harga yang ditawarkan pun lebih murah dibanding ketika pelatihan offline itu dilakukan. Contohnya prenatal yoga yang diikuti adik saya yang biasanya harus merogoh kocek sebesar 100-150 ribu, via daring hanya sebesar Rp 40.000. Namun tantangannya pun banyak mulai dari koneksi internet dan membangun fokus yang prima pun harus dipersiapkan ya Sahabat.

Siapa yang tidak ingin bisnisnya terus berkembang tidak hanya di dalam negeri bahkan bisa sampai ke luar negeri? Pasti mau dong perniagaan kita bisa sampai luar negeri. Bisa jadi pasar produk kita ada di luar negeri, entah itu memang masyarakat yang asli dan tinggal di luar negeri ataupun bangsa Indonesia sendiri yang tinggal di luar negeri.

Ekspor, kegiatan menjual barang ke luar negeri merupakan salah satu ciri keberhasilan pembangunan suatu bangsa. Terdapat banyak keunggulan dari ekspor sehingga aktivitas ini sangat layak untuk dijalankan.


1. Survive Saat Krisis


Ingat ga waktu krisis moneter tahun 1998, Mamah sih ingat-ingat dikit secara masih 7 tahun ya kala itu hehe. Pada saat itu banyak menumbangkan perusahaan besar di Indonesia. Tetapi tidak bagi perusahaan berorientasi ekspor. Apa sebabnya? karena transaksinya dilakukan dalam bentuk mata uang asing. Malah ketika nila tukarnya lebih tinggi dibanding rupiah, bisnis ekspor malah memberikan keuntungan di tengah krisis ekonomi terjadi.

2. Negara Maju Mengandalkan Ekspor sebagai Sumber Pertumbuhannya

Tengoklah alat elektronik di rumah kita, mulai dari mesin cuci, kulkas, magic com, pendingin ruangan sampai pengering rambut pasti merupakan brand dari luar negeri yang didominasi oleh Negara Jepang dan Korea Selatan. Why? Itu adalah hasil kerja keras Jepang dan Korea Selatan yang fokus pada perdagangan luar negeri.
dan lihatlah kembali ke rumah mulai dari mainan anak sampai perkakas dapur kita pasti sering melihat barang made in china ya kan? Negeri tirai bambu tersebut memang menggerakan pereekonomiannya melalui ekspor semua jenis barang. kini mereka menjadi negera dengan pertumbuhan ekonomi terbesar di dunia.

3. Membantu Para Produsen Memasarkan Produknya ke Berbagai Negara

Berbagai produk dari UKM sebenarnya sangat potensial mengisi pasar ekspor. Namun, masih banyak yang tidak memiliki kecakapan berkomunikasi dan mencari produk ekspor.

4. Memperkenalkan Selera Dunia pada UKM dalam Negeri

Sudah dipastikan ketika informasi mengenai kualitas produk yang diminati konsumen luar negeri dapat disebarluaskan dari satu UKM ke UKM lain. Sehingga kualitas barang yang dihasilkan oleh UKM lain ikut meningkat dan dapat turut menggarap pasar ekspor.

5. Mengikuti Jejak Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam

Tentu kita ingat bagaimana sejarah menceritakan Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam sejak belia sekitar umur 11tahun ikut melakukan perdagangan sang paman. Dari Mekkah ke Syam (sekarang Suriah) yang berjarak 2.500 km


6. Mengetahui dan Memahami Karakter Berbagai Bangsa


Iya dong selain berniaga, kita bisa ngobrol dan memahami bahwasannya orang luar negeri bagaimana karakternya. Jangankan orang luar negeri kadang dengan orang dalam negeri aja kita mendapati berbagai macam sifat dan karakter.

Sebagai bangsa dengan sumber daya alam melimpah, Indonesia sebenarnya berpotensi menjadi eksportir terbesar di dunia dengan beragam produk. Ditambah sumber daya manusia yang besar jumlahnya sehingga ekspor bisa dilakukan siapa saja bahkan usaha kecil dan menengah (UKM). Namun, hingga kini jumlah eksportir dan volume ekspor Indonesia khususnya UKM terbilang sangat kecil. Kenapa? penyebab utamanya oleh ketidaktahuan bagaimana memulai ekspor itu sendiri dan kurangnya rasa pecaya diri.
Terbukti saat saya menjadi Fasilitator di Banda Aceh tahun 2018 , saat itu saya mengajukan pertanyaan kepada peserta.

Apa yang terpikir ketika berbicara Bisnis Ekspor ?

Sebagian besar memiliki jawaban yang hampir serupa. 
  1. Dokumen dan Prosedurnya Ribet!
  2. Bahasa Inggrisnya harus Expert!
  3. Pengiriman Barangnya Sulit
  4. Modalnya harus Besar
  5. Kualitas Produk Harus Bagus
  6. Harus Dalam Jumlah Banyak
  7. Harus Berupa Perusahaan (PT/CV)
  8. Pembayaran Tidak Terjamin 

Apakah benar demikian bisnis ekspor serumit itu?


Nah pas banget di Indo Eximpro (Asosiasi Perkumpulan Ekspor dan Import Indonesia) mengadakan seminar online tentang expor. Dengan adanya globalisasi dan majunya sistem informasi, hari ini peluang pasar ekspor begitu terbuka  Mari wujudkan cita menjadi Pahlawan Devisa. Yuk sama-sama belajar ekspor via aplikasi zoom meeting. 

Seminar online yang bertajuk :S UKSES EKSPOR KE 5 BENUA.
InsyaAllah akan diadakan pada hari Minggu tanggal 19 April 2020,Pukul 09.00 - 12.00 WIB

pembicaranya juga bukan kaleng-kaleng, praktisi langsung loh. Berikut pengisi seminar online-nya:

Keynote Speech:
NURSYAMSU MAHYUDDIN
Eksportir lebih dari 25 Tahun, Ketua Umum Indo-Eximpro, Penulis Buku “Bisnis Ekspor Itu Mudah”

Moderator: 
NUR HIDAYAT
Direktur PT. Cahaya Arta Exindo, Penulis Buku “Bisnis Ekspor Itu Mudah”

Narasumber :
SUMHAJI
Direktur PT. Hananta Mitra Utama
Ekspor Ke Malaysia, India, Usa, Yunani, Turki, Perancis, Spanyol, Italy, Ukraina

HADY BOESRO ADIEN
Direktur PT. ABS
Ekspor Ke Australia, Jordan, Iraq, Kuwait, Usa, Germany, Dubai (UAE), Saudi Arabia

KIRAP PANJI HARMOKO
Direktur CV. Sumber Sari
Ekspor Ke Malaysia, Hongkong, China, Jepang, Korea Selatan, Afrika Selatan

Selain belajar tentang ekspor kita juga sekalian sedekah, karena sebagian dana yang terkumpul akan disumbangkan untuk program sosial hadapi Covid-19. 

Bagaimana cara mendaftar ?



Yuk, tetap produktif meski di rumah. Mari menembus Pasar Ekspor ke 5 Benua.

Salam,



Related Posts
Shafira Adlina
Mamahnya Sakha dan Hafsah. Mamah yang suka nulis dan desain. Masih belajar jadi bloger, asessor dan fasilitator. Untuk kerja sama silahkan hubungi email : adaceritamamah at gmail dot com

Related Posts

55 komentar

  1. mantapp bu. terima kasih sudah mereview acara kami

    BalasHapus
  2. Aamiin. Semoga sukses selalu ya mbakku 😊. Sudah tambah cantik blognya 😉

    BalasHapus
    Balasan
    1. ahh inspiratorku, terima kasih Mbak doanya. aamiin, semoga Mbak Litha sukses selalu jugaa

      Hapus
  3. Keren banget ya kalau sudah bisa jadi pengusaha yang mengekspor produk. Lebih tahan banting usahanya.

    BalasHapus
  4. Wah ternyata bisnis ekspor itu menguntungkan ya kalau kita tau sela'nya. Misal saat krisis ekonomi dimana nilai tukar rupiah terhadap dolar turun, justru pengekspor malah untung

    BalasHapus
  5. Bagus ini materi pelatihannya.sudah waktunya lebih banyak ekspor dari pada import

    BalasHapus
  6. Wauuu..ini mah info yang sangat bermanfaat,khususnya bagi orang-orang yang mau buka usaha.

    BalasHapus
  7. Mamah infografisnya bagus banget mah, ajarin donk mah hehehehhe Saya dukung banget nih tentang bisnis ekspor. Indonesia harus banget menjadi pelaku ekspor mulai sekarang, maksudnya semakin digiatkan karena kita punya kemampuan juga kok. Ga kalah sama negara-negara lain yang sering ekspor ke Indonesia. Itu acaranya hari minggu besok donk mah, dengan sistem vidcon atau temu muka mah soalnya sedang wabah begini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya acaranya pake zoom mbak lidia, jadi bisa di mana saja pesertanya. itu pematerinya dipisahkan oleh kota dan provinsi.

      aku belajar desain dari Mbah Canva doang kok hehehe

      Hapus
    2. wah asik banget donk ya pakai zoom, sehingga wabah bukan halangan untuk terus belajar, sukses acaranya.

      Canva memang juara yaa k, hihi

      Hapus
  8. Kalau saja semua UMKM tahu cara ekspor barang produksinya, pasti Indonesia ini jadi negara maju. Banyak lho UMKM yang punya produk unik dan sangat berkulitas, sayang jika tidak dapat menjangkau pasar luar negeri.

    BalasHapus
  9. Saya senang sekali mba dg belajar sistem jarak jauh gini. Efisien waktu soalnya punya anak kecil jadi belum bisa pergi2 dg leluasa. Cuma semua ada plus minusnya sih, saya suka nonton video work out. Nah kadang ga yakin udah bener belum gerakannya.

    BalasHapus
  10. Jadi inget cerita di teman UMKM Malang, ada orang dari Blitar dia ekspor cobek. Harga gak seberapa. Tapi di luar negeri laris manis. Harus tahu selah dan tahan banting untuk jadi pengusaha ekspor ya mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener mbak dyah, salah satunya kenalan saya juga ekspor cobek ke korea hehe

      Hapus
    2. Wah seru banget ya, ternyata ekspor itu bisa barang sederhana seperti cobek.

      Hapus
  11. Sepertinya menjanjikan ya, jadi eksportir. Karena kitakan gak perlu memroduksi barang. Cukup menyalurkannya aja

    BalasHapus
  12. Iya benar, tentang ekspor impor tu saya mikirnya bakalan ribet prosedurnya. Ternyata itu hanya karena enggak tahu dan belum mengalaminya aja ya.. Makasih informasi acara seminar online ini, semoga banyak yang mendapatkan manfaat dan sukses acaranya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dengan ekspor, barang yang disini dinilai biasa-biasa saja, nanti setelah dijual di luar negeri jadi lebih eksklusif. Bahkan harganya bisa berlipat-lipat.

      Hapus
  13. Wah bener bgt, kondisi spt ini harua ttp kreatif dan juga produktif. Biar ga kolaps hehe
    Tar saya share juga ke yg lain, siapa tau ada yg minat
    Yq ya

    BalasHapus
  14. Wah baru tau ternyata ada asosiasi ekspor dari Indo. Saat mewawancarai salah satu umkm di Lawang sewu Semarang beberapa bulan lalu, saya fikir untuk go internasional alias ekspor itu sulit. Tapi tulisan ini membuat pemikiran saya lebih tercerahkan bahwa ekspor bisa mudah. Semoga acara seminarnya bisa lancar dan bisa mendukung perekonomian Indo.

    Btw, bolehkah minta izin saling subscribe kak? Salam kenal, saya Anda dari Semarang ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Terima kasih doanya Kak. Siap saya subs blognya ya, salam kenal Kak Anda :)

      Hapus
  15. Kondisi dolar AS perkasa seperti sekarang ini, menjadi eksportir pasti menguntungkan banget ya mba. Panen duitttt. Hehehe. Kondisi sebaliknya dialami importir yg harus mengimpor dengan harga lebih mahal.

    BalasHapus
  16. Acaranya menarik...terutama untuk yang memiliki produk tertentu..sehingga berani utk mrmgambil keputusan melebarkan sayap ekspor ke luar negara...

    BalasHapus
  17. mantap kakak. saya mah mikirin bisnis aja udah pusing tujuh keliling. manalagi ekspor. aduuhhh... tapi keren nih kalau bisa sampai wujudin. good luck semua yg ikutan pelatihannya ya.

    BalasHapus
  18. wah ekspor online seminar yang keren ini, narasumbernya praktisi asli di bidangnya dan punya kompetensi, bukan kalengg-kaleng. Pas bener diikuti bagi pelaku dan calon pelaku ekspor nih

    BalasHapus
  19. Melalui tulisan ini saya mengetahui bagaimana seluk beluk bisnis eksport. siapa tau saya bisa jadi pengusaha juga.

    BalasHapus
  20. Kegiatan ekspor sangat penting untuk grafik tumbuh ekonomi negara. Nah, artikel ini sangat membantu meluruskan paradigma tentang ekspor. Ya, saya kira barang yang diekspor itu harus yang wah saja

    BalasHapus
  21. Wah jadi pengen ekspor sesuatu nie, buat bekal hari tua.kan ga selamanya kita jadi budak corporate ya kan. #mikir ekspor apa ya.

    BalasHapus
  22. Saya pribadi pengen coba bisnis ekspor begini, tetapi bingung dengan produk apa yang bisa diekspor, sepertinya saya memang harus belajar lebih banyak ya mbak

    BalasHapus
  23. Pengen banget belajar tentang prosedur ekspor, Catet tanggalnya ah, biar nggak lupa. Minggu 19 April ya. Soalnya gara-gara WFH ini sekarang jadi sering lupa hari

    BalasHapus
  24. Yang saya bayangkan dulu juga gitu. Ribet kalo mau ekspor. Padahal dulu ada kesempatan diajak buat ekspor ikan sidat ke Jepang. Tapi disuruh belajar dulu dari nol, akhirnya mundur teratur karena gak kuat 'ngurus' di pelabuhan.
    Kalo ada yang mengawal begini, mungkin enak ya.

    BalasHapus
  25. dengan kondisi yang serba menipis seperti ini tuh memang kita diminta untuk semakin kreatif untuk dapat bertahan ya

    BalasHapus
  26. Hebat ya kalau sudah bisa mengembangkan sayap bisnisnya kemana2. Kunci berbisnis itu tentunya sabar dan tekun, lalu fokus. Tidak ada yang langsung instan tau2 sukses. Bagus sekali mba tulisannya memotivasi para pebisnis online..0

    BalasHapus
  27. saya kira juga ribet mba bisnis ekspor tuh. dulu zaman aku masih jualan kerudung via online shop. sempet mau kerjasama jualan ke malaysia. mikirnya panjang karena ekspornya emang gampang. seharusnya aku ikutan seminar ini ya biar paham hihi. makasih mba infonya.

    BalasHapus
  28. Sepertinya harus pandai mencari produk yang benar-benar dibutuhkan di luar negeri ya Mbak. Saya jualan sarung instan juga sudah sampai ke Hongkong Mbak hehe, lewat resellerku. Ternyata mereka kalau order tidak memperdulikan masalah harga dan ongkir. Asal suka, cocok dengan produknya langsung di beli. Terima kasih ilmunya Mbak, jadi lebih semangat jualan nih.

    BalasHapus
  29. Acara yang bagus... terutama untuk yang memiliki bisnis dan ingin mengembangkan bisnisnya ke luar negeri. Semoga sukses acaranya ya.

    BalasHapus
  30. lengkap ya infonya jadi orang awam seperti saya mendapat gambaran yang jelas.

    BalasHapus
  31. Keren nih. Pemilik UKMK harusnya ikut seminar ini. Membuat yang tak mungkin menjadi mungkin. Produk tanah air, bisa go internasional ke depannya.

    BalasHapus
  32. Dulu berpikirnya agak susah Kali ya soal perizinan atau keluar masuk barang ketika memutuskan untuk mengekspor suatu barang atau produk hasil karya sendiri. Penting juga ada semacam pelatihan kayak gini buat para pengusaha kecil dan menengah

    BalasHapus
  33. Menarik banget nih, saya selama ini juga selalu ngira kalo ekspor itu ribet. Jadi penasaran detailnya gimana nih,

    BalasHapus
  34. Wah, aku tertarik banget buat ikutan. Aku belum punya bisnis yang rencananya akan diperdagangkan keluar negeri, sih. Tapi aku punya teman yang rutin mengirimkan hasil alam Indonesia ke Belanda, seperti daun sirsak dan bumbu dapur. Dia juga kirim bolu kukus, lho. Semoga nantinya bisa jadi masukan untuknya, nih. Thanks infonya ya, Mbak.

    BalasHapus
  35. Tulisan yang menarik dan informatif mbak...
    Membuka pengetahuanku tentang bisnis ekspor
    Thx for sharing

    BalasHapus
  36. Wah keren banget ngomongin ekspor. Saya masih taraf lokal aja nih jualannya :) Thanks mba artikelnya

    BalasHapus
  37. nice share mba.. btw, skrg kan ada OSS ya (online single submission) yg d buat oleh pemerintah utk mrmudahkan regulasi bg pengusaha. apakah hal ini d bhs jg d workshopnya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. beetul mbak, sekarang udah pake OSS dulu pake NIB. insyaAllah bisa ditanyakan, yuyuk daftar

      Hapus
  38. kerenn... nice share. ngomongin ekspor emang jlimet ya. tp bgs krn ada workshopnya

    BalasHapus
  39. Krismon 98 dirimu masih 7 tahun Mbak? What? Jadi merasa tuwak. Wkwkwk. Secara waktu itu aku dah kuliah semester kedua. Dan iya, kerasa banget. Apalagi aku mhs teknik yg banyak bgt kebutuhan beli2 bahan-bahannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sungkem sama Kak Wiwid hihi. pasti ya Ka, tiba2 melonjak harga-harga kebutuhan semuanya

      Hapus
  40. Ini ilmu yang bermanfaat banget untuk para pengusaha UMKM yang ingin memasarkan produknya ke Luar Negeri. Nanti aku share ke temenku deh artikelnya.

    BalasHapus
  41. Wah asik juga ya kalo bisnis ekspor gini, insyaAllah menguntungkan. Apalagi sesuai dengan sunnah Nabi. Tapi ya itu yang mengganjal, jangan2 bahasa Ingrisnya kudu ahli hehe :) Pasti bermanfaat buat para pengusaha yang melebarkan sayap ke luar negeri :)

    BalasHapus
  42. Pengisi acaranya praktisi dan orang yang sudah pengalaman di bidangnya. Pastinya ilmu nya bermanfaat banget ya, baik yang baru mulai maupun yang sudah mulai...

    BalasHapus
  43. informasi yang bagus untuk saya yang ingin belajar dan mengenal bisnis eskpor... saya bintangin ni postingan supaya saya baca lagi dengan pelan"

    BalasHapus
  44. Wah seru banget acaranya. Membuka mata tentang bisnis ekspor. Pengen deh bisa menggeluti bidang ini juga, tapi ngekspor apa ya?

    BalasHapus