-->
mOaB8SxtB0X1FfqkEcWCngeyJrUW9rkTfz5H9ziF

Persiapan Melahirkan Normal Setelah Operasi Caesar Sebelumnya


Persiapan melahirkan secara Vagina Birth After Caesarean (VBAC) atau melahirkan secara pervaginam setelah operasi caesar sebelumnya menjadi impian bagi sebagian para Ibu. Hamil adalah sebuah perjalanan spiritual. Kenapa? karena kita mulai belajar mencintai tubuh kita, percaya kemampuan dan inner wisdom tubuh. Tubuh Mamah mulai terjalin ikatan dengan janin yang sedang tumbuh di rahim kita dan yang tak kalah penting semakin memupuk rasa tawakal dan pasrah pada Allah Ta’ala. Dengan kata lain persalinan menjadi titik balik transformasi kita menjadi orang tua.


Persalinan sesungguhnya seperti lari marathon, butuh persiapan sebelumnya. Dahulu di persalinan pertama saya, saya pikir melahirkan itu ibarat batuk atau bersin, yang semua wanita pasti bisa melakukannya. Bahkan ada rasa terbesit, ah emak-emak jaman dulu aja bisa, ah Mama saya aja anaknya 5 bisa lahir dengan normal. Astagfirulloh. 

Nyatanya persalinan yang membutuhkan persiapan, mulai dari fisik itu sendiri, mental juga keilmuan. Belajar dari kealfaan yang begitu besar, saya dan suami benar-benar berikhtiar untuk dapat mencapai garis finish.

SEKALI OPERASI AKAN OPERASI TERUS


Saat memasuki trimester 3 dan saya sering berjalan-jalan komplek, pasti banyak bertanya mulai dari usia kandungan dan lahiran di mana.

"Kalau sekali operasi SC bukannya harus SC terus ya?"

Kadang kujawab atau lebih sering kuberi senyuman saja. Tergantung jenis dan kondisi hati ingin menjawabnya, hehe.

Sebuah buku berjudul SILENT KNIFE menjelaskan tentang efek buruknya bedah sesar (SC) bagi jiwa Ibu. Pada saat itu di Eropa para Ibu mulai dianjurkan untuk VBACDari beberapa literature melahirkan pervaginam setelah mengalami operasi caesar di persalinan sebelumnya, memang lebih ditekankan pada kasus-kasus operasi caesar yang dilakukan karena indikasi yang sebenarnya tidak perlu. Dilansir dari praktisi bidan hypnobrithing, bidan Yesie, artinya operasi caesar yang dilakukan sebelumnya bukan karena alasan mutlak fisiologis seperti kelainan pangul (panggul sempit murni).

Saat pertama kali saya ber-azzam ingin melahirkan setelah operasi caesar sebelumnya atau yang sering disebut VBAC (Vagina Birth After Caesarean), Kita harus tahu manfaat dan resiko VBAC itu sendiri.

"Nanti bisa robek rahim loh"

Robek rahim atau ruptur uteri memang menjadi momok menakutkan sebagian orang. Baik Sang Mamah maupun Petugas kesehatannya. Kenapa? karena kalau hal itu sampai terjadi tentu bisa repot semua pihak.

Ibarat kita belajar mengendarai motor, tentu dibalik kisah sukses orang bisa mengendarai motor ada juga cerita "Seram". cerita tentang orang yang jatuh ataupun kecelakaan.
Sama dengan ruptur uteri atau robek rahim ini. Hasil studi robek rahim yang dilakukan pada ibu bersalin dari semua kelahiran (VBAC maun non VBAC) sebesar 0.07%, sedangkan untuk VBAC 3-7%. Kecil sih tetapi walaupun kecil memang harus waspada. Namun jangan sampai menjadi ketakutan utama. Hal yang terpenting adalah meningkatkan pengetahuan atau awareness, yakan?


Ingat, SC berulang pun memiliki resiko dan kompilasi

Seandainya teman-teman tahu perkara operasi SC lagi juga memiliki resiko, sebenarnya hal ini yang jarang dibuka oleh para petugas kesehatan. Sebagai pasien yang pernah operasi Caesar saya memiliki awareness ini setelah mengikuti beberapa perkuliah di bidankita. Jadi bukan VBAC saja yang punya resiko robek Rahim tapi SC kedua-ketiga kali pun memiliki resiko dan komplikasi. Seperti beberapa komplikasi anestesi, placenta accrete/plasenta tertanam, thrombosis/bekuan darah, dsb.


Menurut penelitian tingkat keberhasilan VBAC itu 75-90%. Aha! Ini potensi besar loh. Bagaimana supaya kita termasuk yang 75-90% itu, ya berdayakan diri! Berilmu dan beramal.
Awalnya saya bagikan di instagram, dari beberapa pesan yang masuk biasanya menanyakan detail apa saja yang harus dipersiapkan.
Saya inget, teman saya yang sudah hamil 8 bulan tiba-tiba “mengadu” pada Saya, 

"Mah saya mau VBAC nih." 
"Terus kamu udah ngapain aja?"
“belum ada..”

Huaaa kubingung harus berkata apa

Kita masak mie instan aja butuh 3 menit kan ya? (bukan dikremus langsung Gaes)
Ayo dong kalian di sana yang mau VBAC buka hati dan pikiran, belajar yu!

Ketika kita bercita-cita ingin melahirkan normal setelah operasi sc sebelumnya tentu harus lebih ekstra!
Ekstra belajar
Ekstra giat
Ekstra ibadah
Dan ekstra-ekstra lainnya
  

Pertama yang harus diluruskan niat kenapa ingin VBAC, saya tuangkan di artikel Kenapa VBAC? Yang terpenting Jujurlah terutama dengan pasangan, mari komunikasikan niat dan keinginan Mamah semua kepada suami supaya suami mendukung keputusan kita nanti.


Ketika memutuskan untuk berjuang dan ikhtiar untuk merasakan persalinan normal, persiapan yang harus dilakukan antara lain :



Persiapan Ilmu Pengetahuan dan Mental


Hal yang pertama yang harus dipersiapkan untuk melahirkan normal adalah mempersiapkan ilmu dan mental. Sebelum beramal kita memerlukan ilmu. Begitu dinyatakan positif hamil hal pertama setelah bersyukur, saya mengubek2 buku kehamilan dan persalinan 3 tahun silam. Ada 4 buku yang saya jadikan panduan :
1. “Hipnostetri” dan “Bebas takut hamil dan melahirkan” karangan Bidan Yessie Aprlia
2. “Panduan terlengkap kehamilan bagi muslimah” karangan Nurul Chomaria
3. “Melahirkan tanpa rasa sakit” karangan Evariny Andriana
Selain buku, era zaman digital begini, begitu banyakakses informasi didapat. Selain dari website lokal maupun interlokal, media social pun banyak yang menyajikan informasi. Tetapi jangan sampai terkena tsunami informasi, tetap waspada dan melihat siapa narasumber dan daftar pustaka. Rekomendasi saya 
  1. website bidankita
  2. www.vbac.com
  3. www.instagram.com/ceritavbac 
  4. www.kisahvbac.com

Dan fanpage : VBAC Tanya Saya
Gabung juga ke komunitas supportif salah satunya telegramnya @ceritavbac atau kelas onlinenya @bidankita. Intinya kuasai gentlebirth. Saya dan suami juga berikhtiar dengan mengikuti kelas persiapan persalinan dan kelas hypnobirthing offline di Jakarta.

Selain ilmu wawasan tentang semua aspek manfaat dan resiko VBAC. Kita juga memerlukan dukungan dari orang-orang sekitar, entah itu suami ataupun keluarga juga dukungan dari profesional medis.
Sebelum saya akhirnya bisa VBAC, keinginan ini saya simpan rapat dengan suami. Saya memfilter dengan siapa saya harus bertukar pikiran atau bercerita. Kenapa? Karena jangan sampai saya salah orang yang menjadi toxic pikiran saya. Pada saat itu pun saya berjanji jika kelak berhasil saya akan coba membagi ilmu sebisa saya.

Selain itu untuk menunjang mental saya, saya membeli audio persiapan VBAC dari bidankita, berupa audio hypnoterapi intiya agar kita memaafkan berterima kasih, menyayangi diri kita. Saya dengarkan audio itu supaya relax juga setiap menjelang tidur setiap hari dari kehamilan 4 bulan.


Pilihlah Provider Dokter kandungan yang Tepat dan Pro Normal


Ibarat Film, walaupun kita yang melahirkan adalah bintang film, salah satu kuncinya adalah memilih dokter atau provider periksa kehamilan dan persalinan yang pro normal. Saya sendiri hunting dokter dan tempat melahirkan dari usia kehamilan 6 minggu sampai 5-7 tempat. Ingat bisa ditangani sama yang pro gentlebirth itu bonus. Bekalin diri semaksimal mungkin. Walaupun sulit atau jarang di daerah anda, jangan meyerah ya.



Persiapan fisik


Persiapan selanjutnya dalam melahirkan secara VBAC adalah mempersiapkan fisik. Mulailah bergerak. Ketika hamil ngapain aja? Yang terpenting gymball, matras yoga dan balok itu wajib punya. Saya mengikuti kelas prenatal gentle yoga mulai dari usia kandungan 18 minggu, mulai belajar dari dua minggu sekali. Masuk kandungan 22 minggu ikut kelas PGY seminggu sekali, dengan catatan diulang setiap 3 hari sekali. Ketika masuk trimester 3 diulang setiap hari dan mendekati due date saya melakukan privat prenatal gentle yoga.

Banyak ya yang bisa dilakukan

Mulai perbaiki postur tubuh, cara berdiri, cara berjalan, cara duduk untuk megurangi rasa tidak nyaman dari tubuh. Intinya pantang leyeh-leyeh dan tetap istirahat yang cukup.
cara duduk optimal untuk kebaikan Ibu dan Janin
cara berdiri yang benar untuk kebaikan Ibu dan Janin
Gymball untuk bumil

Treatment Makanan


Seperti orang sehabis operasi pada umumnya, kita memiliki riwayat robek karena luka operasi. Apa yang kita makan salah satu memperbaiki kulit tubuh khususnya Rahim. Dan mengontrol makanan yang kita asup juga dapat menjadi salah satu ikhitar pencegahan robek Rahim.
Meningkatkan asupan protein (high protein diet) kayanya dengernya kaya wah ya, padahal maksudnya setiap hari minimal protein baik masuk ke dalam tubuh. Minimal 2 butir telur ya.

Suplemen ikhtiar pribadiku
  1. Gamat: teripang, tinggi protein hewani
  2. Spirulina : Ganggang, selain sumber tinggi protein nabati spirulinajuga sebagai booster HB
  3. Kalsium dan Folamil

Dan terakhir banyak minum air putih dan setiap hari makan kurma. Ya setiap hari, ini saran dari bidan Tutik Rahayu teman di kelas Matrikulasi Insititut Ibu Profesional, diusahakan makannya berbilang ganjil dan di waktu dhuha. Jadi selain mendapatkan manfaatnya juga mendapatkan ikuti sunnah Nabi. Kalau bosen, biasanya saya minum juga infused water atau di juice bersama buah lain.

Baca juga : Cerita kelahiran anak kedua


Amalan saat hamil


Selain perbanyak dzikir dan doa di waktu mustajab. Tentu perkara ibadah wajib perbagus dan perkhusyuk. Dan tambahkan amalan sunnah sebisanya. Sholat dhuha dan tahajud, janga lepas al matsurat pagi dan sore. Usahakan baca quran dan artinya minimal 1 lembar 1 hari. Dan perlama sujud dan rukuk saat sholat.

Terakhir

Itu adalah pengalam empiris dan beberapa studi yang kulakukan secara mandiri dalam melakukan persiapan melahirkan normal setelah operasi caesar sebelumnya. Semua yang saya tuliskan bukan karena saya ahli, semua berdasarkan pengalaman pribadi. Terakhir senjata VBAC adalah minta sama Allah T'a’ala, Allah tempat bergantung. Berharap pada Allah bukan Makhluknya. Perkara hasil itu wilayah kuasa Allah, kita sebagai makhluk berikhtiar semaksimal mungkin. Perbanyak syukur, minimal bersyukur Alhamdulillah kemarin kita bersalin operasi caesar sehingga bisa belajar lagi untuk bersalin pervaginam.

Baca juga : Kenapa Mau VBAC?

Tetap semangat ya Sahabat Mamah, semoga Allah mudahkan bagi sahabat semua yang ingin berikhtiar melahirkan normal.

Semoga bermanfaat, Salam.


Related Posts
Shafira Adlina
Mamahnya Sakha dan Hafsah. Mamah yang suka nulis dan desain. Masih belajar jadi blogger, asessor dan fasilitator. email : adaceritamamah at gmail dot com

Related Posts

19 komentar

  1. Aku belum pernah merasakan bagaimana hamil dan melahirkan. Tapi seneng bisa belajar hal seperti ini. Keinget temenku yang selalu bilang kalau dia gamau lahiran VBAC. Maunya operasi ajah. Dan Allah mengabulkan doa yang sering dia ucapkan. VBAC yah memang harus diupayakan ya mba. Thanks tulisannya mba. Detail banget.

    BalasHapus
    Balasan
    1. vbac itu melahirkan normal setelah operasi say, mungkin maksud mbak jihan temannya gamau lahiran pervaginam/normal ya? sama-sama Mbak JIhan, aku mau kasih semangat dan pesan aja buat temen2 yg sdg berupaya ingin vbac

      Hapus
  2. Perjuangan seorang ibu dalam melahirkan putra putri ke dunia memang suatu perbuatan yang mulia dan tidak ada yang dapat membalas perjuangan ibu.

    BalasHapus
  3. Wah ini ilmu yang sangat bermanfaat sekali bagi yang sedang menunggu kelahiran si buah hati. Benar sekali persiapan untuk melahirkan itu penting sekali. Utamanya persiapan mental sebab kesiapan mental memiliki peran besar dalam menata psikologis ibu yang akan melahirkan. Supaya saat melahirkan nanti pikirannya tenang/rileks sehingga memudahkan proses melahirkan.

    BalasHapus
  4. Saya 5 kali melahirkan normal semua, Mbak. Alhamdulillaah. Memang tekad dan kesunggujan ibu yg jadi salah satu kekuatan. Saya buktikan sendiri. Kendati ada masalah dalam kehamilan, saya berusaha melahirkan normal. Kepada teman2 yg terpaksa melahirkan caesar, jangan sedih. Perjuangan kita akan berbalas seribu kebaikan, asal ikhlas

    BalasHapus
  5. Kalau saya lebih cenderung mengikuti saran medis mana yang terbaik kak.. bukan sembarangan mengambil tindakan hanya berdasarkan keinginan saja. . Bukan kebutuhan.

    Sepertinya konsep SC juga awalnya ditemukan karena adanya pertimbangan membahayakan keselamatan ibu dan janin yang tidak bisa melahirkan melalui cara normal.

    BalasHapus
  6. Saya sih belum berkeluarga, ga kebayang nnti riwehnya kyk gimana kalo udh pnya istri. Apalagi posisi lgi hamil kyk gtu, tpi ini bisa jadi bekal pengetahuan awal buat nantinya. Sangat bermanfaat

    BalasHapus
  7. Intinya kalau mau VBAC emang harus persiapan dan rutin konsultasi ke dokter, kebetulan temenku di sarankan mamanya buat VBAC tetapi belum ada persiapan apa-apa, biar ku suruh baca ini dulu deh. Biar gak sembarangan memutuskan, nyawa eh ini urusannya.

    BalasHapus
  8. melahirkan normal pasti impian semua ibu ya mbak...apalagi kalau keadaan mendukung ada support dari nakes dan kondisi bayi memungkinkan untuk dilahirkan secara normal...senantiasa sehat ya mba dan debaynya..

    BalasHapus
  9. Bener Mba. Senjata paling ampuh minta tolong pada sang pemilik kehidupan. Saya yakin dengan kekuatan yang satu itu
    Btw si mba nya hebat euy. Karena mau berjuang untuk lahiran normal meski sempat lahiran operasi .

    BalasHapus
  10. Semoga lancar dan dimudahkan niatan lahiran VBAC nya yaa Mbak Shafira... insyaallah kl emang punya tekad kuat lahiran seperti yg diinginkan, bakal dikasih kok ^^

    BalasHapus
  11. Walaupun saya tidak pernah melahirkan dan tak akan melahirkan, tetapi melihat perjuangan seorang ibu yang sangat luar biasa membuat saya merinding membacanya,

    BalasHapus
  12. Teman-temanku yg kekeuh mau gentle birth mereka malah menghindari dokter mba. Hihihi. Katanya dokter-dokter sekarang itu kurang sabar, sering merekomendasikan SC. Memang tidak semua dokter demikian, tapi ya begitulah yg sering ditemukan. Makanya temanku lebih memilih mencari bidan, misalnya di klinik bidan atau rumah bersalin.

    BalasHapus
  13. Paling takut dengar operasi, tapi tetap saja persiapan kudu ada

    BalasHapus
  14. hihi... kena deh.
    Saya dulu hamil santai banget, padahal jauh dari ortu dan suami. Nggak coba-coba cari referensi tentang macam-macam kelahiran. Tapi tetap sebulan sekali kontrol ke bu bidan. Nah, saat kontrol itulah ditanya-tanya oleh bidan. Dari pertanyaan-pertanyaan ada yang bisa saya jawab, ada yang membuat saya bingung, akhirnya saya malah dapat informasi seputar kehamilan dan persalinan.

    BalasHapus
  15. Berhubung aku BeHangat.Com laki-laki jadi gak begitu paham dengan VBAC. tapi akan aku coba pelajari dan aku pahami, agar kelak tidak panik jika calon istri akan melahirkan VBAC.

    BalasHapus
  16. Saya baru tau soal VBAC ini mbak. Masa hamil pastinya perlu mempersiapkan segala sesuatunya ya, agar saat melahirkan si ibu dan bayi selamat

    BalasHapus
  17. saya juga melahirkan anak kedua saya dengan cesar karena saya pernah mengalami ruptur perineum stadium 4 yang kata dokter walau jahitan sudah bagus tapi ada kemungkinan robek lagi dan bisa merusak saluran pencernaan saya kalau saya melahirkan normal. jadi, saya memilih cesar.

    bisa saya rasakan rasa takut melahirkan normal setelah pernah cesar. tapi kalau persiapannya seperti teh ina, saya yakin insyaallah pasti lancar. semangat ya teh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah stadium 4, benar jika sudah ada diagnosis seperti itu lebih baik ikuti dokter ya teh. semangat juga teh ekaa

      Hapus