-->
mOaB8SxtB0X1FfqkEcWCngeyJrUW9rkTfz5H9ziF

Selamatkan Bumi, Meskipun dari Rumah


Dalam beberapa tahun ini kita tentu merasakan perubahan musim yang terjadi di wilayah kita. Suhu bumi yang semakin panas. Curah hujan semakin tinggi. Musim kemarau yang semakin lama. Bahkan cuaca yang sulit ditebak. Itu semua salah satu efek dari global warming.

Global Warming atau pemanasan global terjadi saat karbon dioksida (CO2) dan polutan udara lainnya berkumpul di atmosfer dan menyerap sinar matahari dan radiasi matahari yang memantul dari permukaan bumi. Normalnya radiasi ini akan lolos ke luar angkasa. Akan tetapi polutan ini menahan sebagian panas selama bertahun-tahun hingga berabad-abad di atmosfer, memerangkap panas dan menyebabkan planet menjadi lebih panas. Polutan tersebut membiarkan cahaya tetapi mencegah panas keluar seperti dinding rumah kaca. Itulah mengapa disebut sebagai efek rumah kaca.

Semakin hari kita sering mendengar orang-orang menerapkan gaya hidup hijau atau green life style. Produk-produk berlomba-lomba memunculkan fitur ramah lingkung demi mengurangi perubahan iklim akibat pemanasan global. Saya sendiri dari masa kuliah 10 tahun silam sudah sering mendengar, melihat bahkan melakukan isu atau kampanye perubahan iklim ini. Artinya bahwa perubahan iklim ini menjadi perhatian semua pihak. Bahkan semua lini bisnis pun terpengaruhi oleh isu perubahan iklim ini. Masyarakat lebih concern atau perhatian dengan isu-isu lingkungan seperti pembangunan berkelanjutan, penghematan energi dan pembuatan produk-produk ramah lingkungan.

Dampak Perubahan Iklim


Eh tunggu dulu, kalian tau ga apa itu perubahan iklim?

Perubahan iklim didefinisikan sebagai reaksi ekstrem fenomena cuaca yang menciptakan dampak negatif pada sumber daya pertanian, sumber daya air, kesehatan manusia, penipisan lapisan ozon, vegetasi dan tanah, yang menyebabkan dua kali lipat dari konsentrasi karbon dioksida dalam ekosistem --- United States Global Climate Change Programme (dalam Okoli & Ifeakor, 2014).

Sederhananya perubahan iklim bukan hanya masalah kenaikan suhu bumi, tetapi reaksi ekstrim cuaca bumi seluruhnya. Tentu secara langsung berdampak negatif kepada manusia dan lingkungan sekitarnya. Oleh sebab itu perubahan iklim menjadi fokus semua pihak untuk mengatasinya.

Mencairnya Es Kutub

Departement sains BBC menunjukkan bagaimana es di Kutub Utara telah berkurang dalam dua puluh tahun terakhir. Titik rekor terendah adalah pada tahun 2012. Data yang digunakan untuk visualisasi ini bersumber dari National Snow and Ice Data Center.



Perubahan Suhu Global Antara 1850 dan 2017


Gambar di bawah ini adalah bagan spiral yang membuktikan bajwa perubahan suhu global adalah masalah nyata. Bagan warna-warni ini dibuat oleh Ed Hawkins, seorang ilmuwan iklim di University of Reading.



Lingkaran luar merah mewakili batas kenaikan suhu mengkhawatirkan, 1,5 dan 2,0 derajat. Gambar ini juga menunjukkan bagaimana selama beberapa tahun terakhir, pemanasan telah meningkat dari tahun-tahun sebelumnya.

Cara Mencegah Perubahan Iklim


Beberapa langkah kecil bisa kita lakukan bersama untuk mengurangi perubahan iklim

1. Konservasi Air

Dengan menghemat penggunaan air, kita tidak perlu mengolah dan memompa begitu banyak air bersih. Otomatis lebih sedikit uang yang perlu dihabiskan untuk energi, bahan kimia dan pada reservoir atau lubang air . Dengan mengurangi jumlah energi yang digunakan dalam memompa air, kita juga berkontribusi dalam mengurangi emisi karbon gas rumah kaca.

2. Kurangi Sampah

Mulai dari diri sendiri, mari kita mulai pisahkan sampah rumah tangga. Usahakan untuk mengurangi sampah makanan dan plastik. Jika memiliki sampah organik, Sahabat Mamah bisa mencoba membuat kompos sebagai pupuk tanaman nantinya. Atau minimal mengubur smpah sisa makanan di tanah perkarangan rumah. Selain itu pergunakan plastik berulang kali ya, jangan mudah membuang plastik apalagi sterofoam yang sangat sulit untuk didegradasi bumi.

3. Travel Green

Kemudahan saat ini dengan transportasi online memang membuat malas sebagian besar orang untuk berjalan kaki. Kemudahan membeli kendaraan bermotor dengan DP murah pun menjadi peluang besar konsumsi bahan bakar fosil. Tentu semua itu menyumbang efek rumah kaca dan perubahan iklim. Yuk sebisa mungkin pergunakanlah transportasi umum dan untuk jarak dekat cobalah untuk berjalan kaki.

4. Hemat Energi

Mari kita mulai menghemat dan bijak dalam mengkonsumsi energi. Salah satunya energy listrik yang menggunakan energi bumi sebagai pembangkit listriknya.

5. Suarakan


Beritahu dan ajak orang lain agar mempunyai cara pandang dalam menjaga perubahan iklim bumi. Agar kita bisa bersama-sama menyayangi bumi.


5 Langkah untuk Mengurangi Perubahan Iklim



Tips Bijak Energi di dalam Rumah


Selama kita beraktivitas di rumah untuk memenuhi anjuran pembatasan sosial berskala besar (PSBB), kita menggunakan beraneka peralatan elektronik. Mulai dari rapat online yang lebih banyak dari biasanya, sampai kuota internet yang membengkak dari hari-hari normal.

Hal tersebut tentunya membuat biaya pengeluaran listrik menjadi membengkak. Di sisi lain, ada beberapa tips menghemat listrik yang kebanyakan orang tidak menyadarinya. Nah, supaya pengeluaran listrik tidak kembali membengkak di tengah pandemi corona, oleh karena itu kalian harus pintar dalam menghemat energi. Berikut ini tips menghemat listrik yang perlu kalian lakukan.

1. Pemakaian Lampu


Jangan lupa untuk mematikan lampu yang tidak terpakai. Jika pagi dan siang hari maksimalkan cahaya matahari dengan membuka gordeng dan jendela rumah. Biasakan juga ketika malam tiba untuk mematikan lampu di area yang tidak terpakai.

2. Ganti Lampu Pijar


Selain mengatur penggunaan lampu. Mulailah untuk menganti lampu pijar dengan lampu neon atau LED (Light Emitting Diode). Kenapa? karena dua lampu tersebut memiliki konsumsi daya listrik yang lebih kecil daripada lampu pijar.

3. Cabut Steker Listrik Jika Tidak Terpakai


Mencabut steker listrik yang tidak tepakai menjadi perihal yang suka dilupakan emak-emak. Jangan biarkan colokan listrik menancap terus ya ke terminal listrik. Selain berisiko meruka perangkat elektronik, steker listrik yang menancap terus-menerus juga akan mengkonsumsi listrik.

4. Atur Pemakaian Alat Elektronik Berdaya Besar


Jangan lupa untuk mematikan alat elektronik yang sudah dipakai. Seperti AC, dispenser, blender, setrika, kulkas dan penanak nasi. Aturlah suhu lemari es sesuai kebutuhan, karena semakin dingin semakin besar juga daya yang dibutuhkan. Pastikan lemari es tertutup rapat, jangan sering membuka pintu kulkas. Kondensor lemari es perlu dibersihkan berkala agar daya yang digunakan tetap stabil.

5. Gunakan Alat Elektronik Hemat Listrik


Investasi jangka panjang bagi sahabat yang bisa melakukannya adalah dengan membeli alat elektronik yang berdaya lebih kecil. Tentu rata-rata harga barang elektronik yang berdaya listrik lebih mahal dari yang berdaya besar. Namun jika bisa dilakukan tentu menjadi investasi jangka panjang bukan?

Tips Hemat Energi di Rumah 


Lima langkah di atas merupakan beberapa alternatif cara yang bisa diterapkan di rumah. Sebagai wujud bijak dalam menggunakan energy listrik. Tentu keuntungan lainnya yang akan dirasakan dengan menghemat penggunaan listrik juga akan menghemat biaya tagihan listrik. Oleh sebabnya, kini saat nya kita lebih bijak dalam menghemat listrik untuk bumi.

Daripada hanya mengutuk kegelapan, mari menjadi bagian dari cahaya solusi. Ayo kita lakukan langkah kecil ini mulai dari sekarang dan saat ini juga, yang akan berdampak besar untuk kebaikan bumi kita bersama.

Salam,
Shafira Adlina

Sumber data dan pustaka:
  • https://www.nationalgeographic.com/environment/global-warming/global-warming-overview/
  • https://www.nrdc.org/stories/global-warming-101
  • https://visme.co/blog/climate-change-facts/
  • http://www.iiste.org/Journals/index.ph p/JEP/article/view/16708


Saya sudah berbagi pengalaman soal perubahan iklim. Anda juga bisa berbagi dengan mengikuti lomba blog "Perubahan Iklim" yang diselenggarakan KBR (Kantor Berita Radio) dan Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN). Syaratnya, bisa Anda lihat di sini.
Related Posts
Shafira Adlina
Mamahnya Sakha dan Hafsah. Mamah yang suka nulis dan desain. Masih belajar jadi blogger, asessor dan fasilitator. email : adaceritamamah at gmail dot com

Related Posts

53 komentar

  1. Bener banget mbak, sebaiknya lepas steker ketika alat elektronik tidak digunakan. Ini saya alami sendiri ketika TV saya layar LCD-nya bermasalah. Info dari tukang service-nya ketika itu, sebaiknya lepas colokan kalau TV mati. Karena listrik terus mengalir dan merusak TV.

    Alhasil sekarang, satu-satunya alat elektronik yang nggak pernah lepas dari colokan cuma kulkas. Itu pun kita dulu milih-milih yang dayanya rendah.

    Bukan karena alasan lingkungan sih, lebih ke arah ogah nambah daya hehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. dari alasannya ogah nambah daya kan juga kontribut ke lingkungan mas. dengan pemakaian hemat energi artinya konsumsi kita terhadap energi listrik yang sebagian besar dihasilkan dari fosil.

      Hapus
  2. Semenjak berlakunya kebijakan physical distancing dan PSBB pada sebagian wilayah, polusi sekarang mkin berkurang. Kuantitas sampah jga sedikit menurun drpd biasanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mas tapi jangan sampai pemakaian listrik jadi nambah ya, yuk kita hemat konsumsi listrik

      Hapus
  3. Cabut colokan yang enggak terpakai. Ini tuh yaa udah kaya kebiasaan buruk yang ampun deh susah buat diubah. Padahal efeknya ternyata besar, ya. Soalnya, pas mulai belajar tertib nyabut colokan yang tak terpakai, imbasnya penggunaan listrik mulai menurun. Bayarnya pun jadi lebih murah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak dengan itu juga kita kontribusi memakai energi bumi lebih sedikit yekaan

      Hapus
  4. Setidaknya jargon di rumah aja sudah sedikit banyak mengurangi polusi. Meskipun akhir-akhir ini semua sudah hampir kembali normal ke luar jalan. Jalanan padat.
    Btw iya nih emak-emak (saya) suka lupa jabutin kabel charger hp. Hedehh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. jangan lupa ya kak lintang dicabut colokan2 yg ga kepake

      Hapus
  5. Baca judul tulisannya mba Ina, jadi inget buku proyek RBM IP Jakarta, Ramadhan untuk bumi. Jadi, semakin semangat dalam menjaga bumi, nih. Terima kasih atas pengingatnya kembali ya, mba.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wih bunda litha ini salah satu penulisnya ya..luar biasa :D sama2 bundaaa

      Hapus
  6. Info tentang lepas steker itu berkali2 ingetin saya yang suka lupaaaaa soal ini. Padahal ngefek banget kan yaaa. Thanks for sharing mba

    BalasHapus
  7. Bener banget Mbak. Sayapun mendengar lama tentang global warming ini. Saatnya melakukan green life yah. Hanya saya mengurangi penggunaan plastik dan blom bisa baik mengolah sampah rumah tangga.

    BalasHapus
  8. Makanya sekarang supermarket pada mengurangi penggunaan plastik ya. Kita jadi pake tas belanjaan yang bisa dipakai berulang-ulang.

    BalasHapus
  9. Salah satu yang saya lakukan adalah hemat energi.
    Mengganti boa lampu dengan LED, mencabut colokan listrik jika lampu mati. Itu salah satu cara yang saya lakukan.

    BalasHapus
  10. Hemat energi memang salah satu cara terbaik untuk menyelamatkan bumi. makanya beberapa langkah di atas sudah lama kami lakukan. Selain itu bisa menghemat juga, bayar listrik jadi gak terlalu bengkak.

    BalasHapus
  11. Seneng bgt kl baca konten yg mengajak buat cinta bumi. Memang dampak dr perubahan iklim ini mengerikan ya mbak. Semoga di luar sana banyak orang yg bijak dalam menggunakan energi. Dimulai dr hal kecil sekalipun :)

    BalasHapus
  12. Kondisi bumi sudah jauh berubah ya. Kita perlu lebih peduli lagi dengan kelestarian alam. Bumi milik kita dan sudah sepatutnya kita lebih sayang dengan keselamatannya. Tidak dengan terus merusak dan menyakitinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cabut steker listrik ini sering dilupakan. Mungkin karena belum biasa ya. Padahal ma bermanfaat banget untuk menjaga listrik.

      Hapus
  13. Sebenarnya sangat sederhana ya upaya yang bisa kita lakukan. Tapi entah kenapa kok kayaknya berat banget, kadang udah terang lampu masih nyala, ada tempat sampah tapi buangnya asal aja. Ya, semua memang harus dibiasakan agar ter set di otak dan menjadi perilaku tetap.

    BalasHapus
  14. Cukup mudah untuk selamatkan bumi, ayo mulai hemat listrik. Tapi kalau di masa pandemi gini, saya yakin pasti pemakaian listrik pada melonjak. Tapi disisi lain, polusi jadi berkurang drastis.

    BalasHapus
  15. Lepas stekeer ini yang sering lupa. Kalau matiin lampu, pasti Ibuk saya yang cerewet hehe

    BalasHapus
  16. iya nih, Bunda Shafira... kadang steker listrik lupa dimatikan, misalnya matiin TV dg remote aja padahal hrs sampai bener2 mati ya. Sebagai upaya bijak selamatkan bumi dari rumah. Salam Ipers, Bun

    BalasHapus
  17. Suami sll bawel kalau pergi gak lepas colokan, cek lampu dan kipas angin. Awalnya rada sebel, tapi lama kelamaan jadi terbiasa jg. Mmg lebih hemat, lagipula aman gak was-was kalau jalan jauh.

    BalasHapus
  18. kesadaran untuk peduli dengan lingkungan ini yg jarang dilakukan. bisa dimulai dari rumah, dimulai dari diri sendiri, dari hal yg kecil, mulai dari sekarang. setuju sekali dengan tulisan ini

    BalasHapus
  19. Mengurangi sampah masih menjadi masalah klasik. Masih banyak yang belum peduli dengan keadaan dan masalah sampah.

    LED masih cukup mahal ya Kak. Tapi mahal sedikit demi keselamatan bumi lebih baik. Daripada tidak melakukan sama sekali.

    BalasHapus
  20. Mungkin kalau listrik rata-rata udah banyak yang sadar akan hemat listrik, tetapi sampah yang sepertinya masih susah kak, banyak banget masih yang suka buang sampah sembarangan hikss

    BalasHapus
  21. Penting banget sih buat cintain Bumi buat generasi masa depan juga. Hal kecil betul dengan cara menghemat penggunaan listrik, juga travel green. Itu bisa lebih mudah kita lakukan. Jika terus-menerus bisa menjadi kebiasaan yang baik

    BalasHapus
  22. Alhamdulillah semua lampu di rumah kami sudah LED kak. Selain hemat listrik, dengan sedikit Watt cahayanya juga terang banget. Dan juga tahan bertahun gak putus

    BalasHapus
  23. Perubahan global tidak bisa dihindarkan ya Mbak. Setidaknya bisa menguranginya laju percepatannya. Alhamdulillah sering mengolah sampah sebelum membuangnya begitu saja

    BalasHapus
  24. Biarpun cuma dirumah aja kita tetep bisa jaga bumi ya kak. Dengan tidak membuang sampah sembarang dan bercocok tanam di dekat rumah

    BalasHapus
  25. Harus benar-benar waspada dan meminimalisir terjadinya Pemanasan Global.
    Saya pernah membaca artikel bahwa kalau pemanasan global sudah parah maka akan mencairkan es di kutup al hasil membuat permukaan laut meningkat, otomatis wilayah-wilayah khususnya kepulauan yg rendah rentan sekali bisa tenggelam.

    Ngeri ya Indonesia termasuk Negara kepulaun, kalau benar terjadi pemanasan global dan es di kutup mencair nggak berani membayangkan untuk Negara kita.

    BalasHapus
  26. Alhamdulillah, saya sudah menerapkan beberapa langkah di atas. Tinggal mengajari anak-anak karena mereka sering lupa dan harus diingatkan sering kali.

    BalasHapus
  27. mulai hidup sehat demi bumi selamat. postingan di atas bisa saya teruskan ke anak didik saya pas saya ngajar Bu. bahasanya pas denga pemaparan yang mudah dimengerti terimakasih

    BalasHapus
  28. Alhamdulillah sudah menerapkan beberapa kebiasaan menghemat energi seperti tulisan di atas. Semoga kedepannya lebih bisa lagi hemat hemat hemat

    BalasHapus
  29. Bener banget, Mbak. Kita sering nggak sadar bahwa penggunaan listrik dan air sering boros. Setiap hari anak-anak harus selalu diingatkan untuk menghemat air dan mematikan lampu yang tidak perlu. Kalau soal jalan kaki sih emang hobi saya sampai sekarang. Ke mana-mana pakai pakaian dan sandal yang nyamqn untuk jalan kaki.

    BalasHapus
  30. Wah ternyata dari rumah pun kita bisa berbuat banyak, salah satunya mengurangi dampak pemanasan global ya mbak, plus matikan TV kalau nggak diliat. Penting ini. Hehe

    BalasHapus
  31. Saya suka lupa nih cabut steker listrik
    Kebiasaan buruk hehe
    Harus mulai mengubah kebiasaan buruk ini

    BalasHapus
  32. Yang suka terlewat kalau cabut kaya cashan, atau saklar yang enggak digunakan. Padahal ini simpel ternyata bisa buat hemat energi listrik, ya.

    BalasHapus
  33. Suarakan! Hal kecil yang berpengaruh pada orang banyak. Menjaga bumi tentu harus dilakukan bersama2. Tapi tentunya, mari dimulai dari diri sendiri.

    BalasHapus
  34. saya masih sering lupa mencabut steker listrik yang tak terpakai nih, huhuhuh, padahal itu bisa buat tagihan bengkak juga, bumi juga jadi menangis karenanya, hikss.

    BalasHapus
  35. Bener banget, tanpa kita sadari kebiasaan-kebiasaan kecil yang kayaknya sepele saja bisa menyumbang kerusakan bumi. Seperti masalah colokan TV yang gak dicabut. itu kayaknya sepele saja dan banyak yang seringnya lupa. Termasuk aku, hadeuhh.

    BalasHapus
  36. Dulu pemerintah sempat mengadakan pemadaman massal, kok sekarang engga lagi ya bun..

    BalasHapus
  37. Harus saling mengingatkan dan terus dilakukan gerakan ini, agar kita dapat saling menjaga keberlangsungan energi terutama yang tidak dapat diperbaharui

    BalasHapus
  38. Sebagai anak elektro, sebetulnya tahu banget dampak boros pakai listrik itu apa. Nggak lepas colokan juga apa. Tapi, tetep aja dilakukan. Susah amat ya merubah habits. Huhuhu

    BalasHapus
  39. Bener enggak sih es di kutub itu menyimpan banyak sumber penyakit. Sehingga diperdiksi kedepan bakal muncul pandemi yang mungkin lebih berbahaya dari Corona ini. Serem ya kalo es-es disana mencair.

    BalasHapus
  40. Hemat energi adalah langkah kecil yang bisa kita lakukan untuk menyayangi bumi ya mba. Terlebih, di situasi pandemi kayak gini. Mesti eman-eman nih dan lebih aware sama lingkungan selama di rumah aja

    BalasHapus
  41. dulu ajku boros masalah listrik kak, lebih ke cuek bah mau listrik on terus meski aku ga di kamar,, alhamdulillah skrg lebh ngerti lagi dampaknyaaa

    BalasHapus
  42. Anda pasti apoteker? Meracik tulisannya bagus banget.. Ada grafik, tabel, dan infografis. Semua tulisan jadi semakin mudah difahami. Good luck mbak!

    BalasHapus
  43. It's me banget kalau traveling selalu bawa botol dan membawa tas belanja sendiri jadi mengurangi penggunaan plastik

    BalasHapus
  44. Di gogrin in aja. Menanam hijauan di sekitar rumah. Lebih bagus lagi kalau tanaman pangan. Jadi lebih bermanfaat. Kami juga mengupayakan ini. Menanam konsep urban farming

    BalasHapus
  45. Butuh pembiasaan masif yang disiplin dan konsisten agar bumi bisa lebih nyaman kita tinggal hingga ratusan ribuan tahun yang akan datang.

    BalasHapus
  46. Perubahan menuju lingkungan yg lebih bisa diharapkan di masa depan memang sangat butuh waktu panjang dan semoga hal2 kecil yg bisa kita lakukan dapat terealisasikan ya

    BalasHapus