-->
mOaB8SxtB0X1FfqkEcWCngeyJrUW9rkTfz5H9ziF

Pengalaman Melakukan Akupuntur untuk Induksi Persalinan


Mendekati hari perkiraan kelahiran sang buah hati para Mamah tentu merasakan perasaan yang campur aduk. Satu sisi bahagia dan sisi lainnya harap-harap cemas.

Akupuntur merupakan salah satu metode pengobatan tradisional dari Cina yang sejak lama sudah dikenal. Saya sendiri mengetahuinya berawal dari buku yang ditulis Bidan Yessie dan Instagram Bu Lanny Koeswandi, mereka berdua termasuk orang yang pertama kali mempopulerkan hypnobirthing di Indonesia.

Apakah aman akupuntur dilakukan oleh Ibu Hamil?

Ya, akupuntur aman dilakukan pada Ibu Hamil asalkan dilakukan oleh tenaga kesehatan yang berpengalaman dan bersertifikasi. Saat ini badan nasional sertifikat profesi (BNSP) telah mengeluarkan lisensi sertifikasi untuk para akupuntur ke beberapa LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) di Indonesia.
Alhamdulillah saya sendiri mendapatkan Bidan yang telah tersertifikasi  untuk melakukan akupuntur untuk induksi persalinan.

Bagaimana saya bertemu dengan Bidan spesialis akupuntur ini?

Dengan kekuatan hashtag di instagram saya mencari beberapa klinik yang menyediakan jasa akupuntur. Begitu melihat bidan diny ini bisa dipanggil ke rumah dan ada diskon ramadhan, tanpa pikir panjang saya beranikan diri untuk mencoba akupuntur pertama kali.

Bagaimana rasanya melakukan akupuntur?

Sama sekali tidak sakit, malah lebih sakit diambil darah ketika periksa darah di laboratorium. Tentu saja karena yang digunakan jarumnya hanya kecil.
Pertama kali akupuntur saya hanya sekitar 10 jarum.
1 tepat ditengah jidat, 1 di atas kepala.
4 jarum di tangan, masing-masing kiri dan kanan 2 jarum.
4 jarum di kaki, masing-masing kiri dan kanan 2 jarum.
Rasanya geli. Jarum dibiarkan tertancap di kulit selama kurang lebih 20 menit. Selain itu Bidan Diny juga membawa diffuser Young Living. Didiffuse lah aroma lavender, ah nikmat mana lagi yang kau dustakan.

Walaupun masih deg-degan. Karena saya merasakan sedikit sakit di kepala saat ditusuk jarum. Bidan diny berkata “Mbak, jangan terlalu mikirin..jangan stress ya”
“Dheg “ dalam hati.

Sebenarnya iya beberapa hari itu saya sulit tidur, karena selalu mikirin kapan si dede lahir, apalagi suami suka nanya udah mules belum? Walaupun sebenarnya hanya bertanya saja.

“InsyaAllah si dede lahirnya lancar mbak, kapan saja yang penting selamat lancar.”
Kurang lebih kata-kata bu bidan menyemangati untuk selalu tawakal kepada Allah.

Kenapa saya memilih untuk melakukan akupuntur?

Dari awal kehamilan sebenarnya saya sudah tertarik untuk melakukan akupuntur ketika membaca-baca di buku kehamilan. Akupuntur saat hamil dipercaya dapat membantu melancarkan aliran darah dan terbukti dapat memberi banyak manfaat. 

Prinsip kerja akupuntur adalah menekan titik-titik di seluruh tubuh manusia. Titik-titik di seluruh tubuh yang diidentifikasi ribuan tahun yang lalu oleh kedokteran China untuk merangsang respon dalam tubuh untuk kondisi kesehatan tertentu. 

Nah dalam akupuntur induksi persalinan pun menggunakan beberapa titik yang seperti saya sebutkan di atas. Ada di kepala, tangan dan kaki.

Awalnya saya bertanya kepada bidan diny, apakah perutnya tidak apa-apa ditusuk jarum ya?

Beliau berkata bukan perutnya yang ditusuk hanya beberapa titik di kepala, tangan dan kaki.

Akupuntur dan akupresure untuk menginduksi persalinan dengan merangsang kontraksi, leher rahim membantu membesar dan mendorong bayi untuk turun. 

Saat kuceritakan kepada suami bahwa rasanya tidak sakit saat jarum akupuntur menusuk kulit, suami malah baru sadar kalau akupuntur itu pakai jarum. Dia pikir akupuntur itu adalah akupressur. 

Nah apa perbedaan akupuntur dengan akupressure?

Titik-titik tubuh untuk induksi alami persalinan yang digunakan saat akupuntur hampir sama dengan akupresur. Perbedaannya saat Akupuntur, titik-titik tertentu dilakukan dengan proses penyisipan jarum halus. Sedangkan akupresur menggunakan ibu jari atau jari untuk memberikan tekanan pada titik-titik tertentu.  Kita juga bisa melakukannya sendiri.

Saat persalinan di tengah antara kontraksi dari pembukaan empat saya melakukan acupressure di titik punggung tangan antara telunjuk dan jempol. Penekanan titik akupresure tersebut dibantu juga oleh tim dari bidan anny selaku provider saya.

Akupresure dan akupuntur menurut banyak literature telah digunakan untuk membantu melembutkan dan melebarkan serviks dengan timbulnya kontraksi persalinan. 

Apa sekali induksi akupuntur cukup?

Bidan Diny berkata akupuntur untuk induksi idealnya tidak dilakukan satu kali. Karena prinsipnya untuk merangsang melancarkan peredaran darah dan syaraf di dalam tubuh. Saat itu usia kandunganku masuk di 38 minggu. Lalu kami berjanji bertemu kembali di 7 hari kemudian.

walaupun kembali lagi ya setiap individu itu berbeda, induksi persalinan banyak variabel faktornya. Istri teman saya yang hampir sama HPLnya, melakukan induksi akupuntur satu kali dengan Bidan Diny langsung melahirkan. 

Saya melakukan 4 kali akupuntur induksi dengan Bidan Diny. Saat akupuntur keempat beliau menyemangati saya, agar tidak berputus asa dan terus berusaha dan berdoa. “Mudah-mudahan saat lahiran nanti proses pembukaannya juga cepat ya mbak.”



Nah itu dia pengalamanku melakukan akupuntur untuk induksi persalinan. Oya buat sahabat yang mau mulai mencoba akupuntur untuk induksi persalinan, ada sedikit pesan nih dari saya.

Tips mencoba akupuntur pertama kali :

1. Berpikir positif

What do you think is what you get. Jangan takut dan berpikirlah positif. Terapi akupuntur merupakan terapi yang sudah terbukti dan bisa dipertanggungjawabkan.
Selama melakukannya dengan terapis kredibel dan profesional. Jagan takut untuk melakukan induksi ini ya. Sebelum melakukannya jangan lupa untuk diniatkan bahwa ini salah satu ikhtiar mendapatkan kesehatan juga.

2. Memilih terapis yang kredibel dan ahli

Seperti yang saya tulis di awal, memilih terapis akupuntur tidak boleh asal-asalan. Tanyakan jam terbang dan kalau bisa dari rekomendasi teman yang pernah menggunakan. 
Apalagi sekarang ada badan sertifikasi profesi untuk terapis ini, kita bisa menjadikannya salah satu indikator kompetensi terapis. Walaupun sekali lagi, pengalama jam terbang harus ditanyakan.

3. Pastikan kita berada di posisi tenang dan nyaman

Akupuntur berbeda dengan jarum suntik yang setelah ditusukkan langsung dicabut lagi. Jarum akupuntur akan disimpan dulu selama beberapa puluh menit sesuai kebutuhan. Oleh sebab itu, teman-teman harus berada di posisi tenang dan nyaman. 
Saya memilih tiduran dengan beberapa bantal di kepala untuk merasakan kenyamanan. Ditambah lagi mencium aroma diffuse lavender young living. Semakin rileks.

4. Ketika merasakan sensasi pegal atau nyetrum

Ketika saya merasakan pegal atau sensasi seperti kesetrum. Terapis akan menggoyang-goyang jarum hingga terasa nyetrum atau pegal. Jangan khawatir, justru itu bagus karena artinya jarum itu sudah pas menyentuh titik saraf yang badan kita butuhkan.


Akhir kata semoga bermanfaat tulisan ini ya, Semoga teman-teman yang sedang menanti persalinan dimudahkan dan dilancarkan.

Salam.





Related Posts
Shafira Adlina
Mamahnya Sakha dan Hafsah. Mamah yang suka nulis dan desain. Masih belajar jadi bloger, asessor dan fasilitator. Untuk kerja sama silahkan hubungi email : adaceritamamah at gmail dot com

Related Posts

12 komentar

  1. Aduh, kena jarum suntik aja rasanya deg-deg ser, haha..

    BalasHapus
  2. wah baru tau nih, induksi persalinan pakai akupuntur, terimakasih mom informasinya bermanfaat sekali

    BalasHapus
  3. induksi akupuntur ini untuk lahiran normal ya kak? Atau kalau sc pun bisa juga? Mohon maaf masih awam ni soal dunia ini....tapi suatu saat akan menjalani juga >.<

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kak, akupuntur ikhtiar buat induksi persalinan normal. tetapi pad dasarnya akupuntur itu memperlancar kesehatan kok jadi boleh dicoba aja asal dg terapis profeesional ya

      Hapus
    2. oh begitu. Oke kaka! Makasih infonya ya ^^

      Hapus
  4. Seru banget pembahasannya. Kalau tau dari dulu saat hamil pasti aku coba juga. Ternyata akupuntur untuk bumi ada ya. Lengkap banget perawatannya.
    Salam kenal ya. Kalau berkenan follow back biar makin akrab. 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. siap salam kenal ya.. insyaAllah saya follow back ya

      Hapus
  5. Di magelang belum ada akupuntur induksi, ini lokasi bidannya dimana mam fira?

    BalasHapus
    Balasan
    1. lokasinya di rumahku mbak,hehe. alias home care di jakarta. bidannya dari bekasi padahal hehe.

      Hapus
  6. Untuk harganya sekali akupuntur berapa mom?

    BalasHapus
  7. Apa enggak geli mba? Haha saya bayanginnya geli gitu di tusuk jarum halus. Atau malah sakit? Gak berani akutuh akupuntur hehe

    BalasHapus
  8. baru tau saya soal induksi akupuntur ini, kalau tau dari hamil anak pertama dulu di cobain, huhuhu

    BalasHapus