-->
mOaB8SxtB0X1FfqkEcWCngeyJrUW9rkTfz5H9ziF

Lindungi Keluarga dari Cacingan dengan Konvermex




 
Hai Sahabat Mamah, Bagaimana kabarnya? Semoga selalu sehat lahir dan batin ya.
Tiga bulan terakhir ini, Indonesia bahkan seluruh dunia mengalami masa pandemi wabah virus Covid-19. Kebanyakan dari kita berlomba untuk menjaga imunitas agar terhindar dari penyakit yang belum diketahui obatnya ini.

Dalam kondisi new normal saat ini tentu banyak perubahan gaya hidup lebih sehat dan bersih yang diterapkan semua pihak. Untuk menjaga imunitas salah satunya dengan gaya hidup sehat, hari ini lebih banyak masyarakat yang mengkonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan.

Selain memperhatikan asupan gizi makanan ke dalam tubuh, kini kebersihan pun semakin diperhatikan banyak pihak. Dalam kondisi new normal saat ini, protokol kesehatan pun lebih ketat dijalankan di lapisan masyarakat.  Contohnya di lingkup kelurahan tempat saya tinggal : mulai dari banyaknya yang menyediakan fasilitas cuci tangan di tempat umum, wajibnya memakai masker dan jaga jarak antar sesama warga.

Meskipun begitu saya suka gemes dengan beberapa anak-anak sekitar rumah yang sering tidak mengenakan alas kaki ketika keluar. Padahal kita tahu sendiri menjaga kebersihan bukan perihal virus Covid-19 saja tapi sangat berkaitan erat dengan kesehatan secara umum termasuk resiko penyakit cacingan.

Hidup Sehat Bebas Cacingan

Ingat ga dulu waktu kecil orang tua kita sering bilang sambil mengingatkan 
“Nak, pakai sendalnya biar ga cacingan”
Di masyarakat kita masih banyak orang yang menganggap sepele penyakit cacingan. Cacingan dapat menyerang siapa saja baik dewasa maupun anak-anak. Namun, anak-anak lebih rentan terkena penyakit ini. Jika anak terkenan cacingan, maka dapat menghambat pertumbuhan dan kecerdasannya. 

Seperti apa penyakit cacingan itu?

Penyakit cacingan disepelkan karena pada awalnya penyakit cacingan memang terlihat umum. Padahal jika tidak segera ditangani dengan baik akan mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak. Cacingan dapat menyebabkan stunting atau kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak). Bahkan ada anak yang ususnya harus dioperasi karena cacing yang di dalam perut sudah menyumbat saluran pencernaan. Nah, apabila cacing sudah menyumbat usus, maka perut si penderita akan menjadi buncit.

Gejala penyakit cacingan kadang tampak samar. Gejala yang sering dikeluhkan selain merasa diare, muntah dan mual, biasanya anak tidak memiliki nafsu makan. Seseorang yang mengidap cacingan juga kerap merasa gatal di sekitar anus ketika malam hari. Hal ini dikarenakan cacing tersebut sedang bertelur dan menghasilkan larva yang dikeluarkan lewat anus, sehingga bagian tersebut kerap terasa gatal.

Penyebab cacingan 

Seseorang dikatakan terkena cacingan ketika di dalam fesesnya ditemukan telur atau cacing yang sudah berkembang biak dan mengambil nutrisi makanan di dalam usus. Cacing gelang, cacing cambuk, cacing tambang, dan cacing kremi adalah jenis cacing yang bisa hidup di dalam usus manusia. Tidak hanya anak-anak, penyakit cacingan juga berisiko dialami orang dewasa. 

Kebersihan lingkungan yang tidak terjaga bisa menjadi salah satu faktor yang dapat mempermudah penyebaran infeksi cacing. Cacing juga mudah tertular pada makanan yang tidak higienis, BAB sembarangan, dan akibat kontak langsung dengan benda atau tanah kotor yang sudah terinfeksi dengan telur cacing.

Cacing setelah berhasil menembus kulit manusia akan masuk ke dalam pembuluh darah balik (vena) dan menuju organ dalam tubuh manusia. Cacing juga berkembang biak dan berkoloni di dalam usus. Di dalam sana cacing akan mengambil nutrisi dan menggigit dinding usus manusia. Hal ini akan membuat seseorang yang terkena infeksi cacingan berakibat kekurangan gizi.

Konvermex

Bagaimana cara mencegah cacingan? 

Seseorang dapat terlihat sehat padahal bisa saja terkena cacingan. Maka dari itu penting untuk menerapkan gaya hidup sehat agar terbebas dari penyakit cacingan.
Beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mencegah penyakit cacingan adalah :

1. Lebih menjaga kebersihan diri dan lingkungan

Kita dapat mencegah penyebaran larva telur cacing dengan lebih menjaga kebersihan. Langkah untuk menjaga kebersihan ini bisa dilakukan dengan cara:
  • Rajin mencuci tangan dan kaki sebelum dan setelah melakukan aktivitas. Apalagi sebelum makan, setelah buang air dan bermain di luar. Jangan lupa cuci tangan dengan menggunakan sabun.
  • Rutin memotong kuku karena telur cacing suka berada dibagian ini.
  • Biasakan berjalan dengan alas kaki 
  • Hindari melakukan menggigit kuku yang bisa membuat beberapa bakteri atau telur cacing migrasi masuk ke dalam mulut.

2. Lebih Memperhatikan ketika Memasak 

Memasak makanan hingga matang merupakan salah satu cara agar kita terhindar dari penyakit cacingan. Dengan memastikan kebersihan sayur dan buah yang akan dikonsumsi secara mentah. Hal ini dikarenakan telur cacing dapat berada di tanah yang terkontaminasi. Selain itu juga kita harus menyimpan protein hewani dengan baik kemudian masak hingga benar-benar matang.

3. Minum obat cacing

Jika perlu, konsultasikan ke dokter dan upayakan mengonsumsi obat cacingan yang sudah dapat diberikan pada anak mulai usia dua tahun ke atas. Pasalnya, pada usia dua tahun anak sudah bisa mengonsumsi obat cacing karena pada usia tersebut anak sudah aktif bergerak dan mulai bermain kotor-kotoran. Nantinya, si kecil mungkin akan bereaksi tidak nyaman setelah mengkonsumsi obat cacing. Tapi, obat cacing perlu diberikan untuk mencegah infeksi berulang lagi. Konsultasikan dengan dokter Anda mengenai obat cacing yang disarankan.

Menurut rekomendasi dari organisasi kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO), setiap anak dianjurkan untuk secara rutin minum obat cacing setiap 6 bulan sekali.

Konvermex obat cacing keluarga

Salah satu obat cacing untuk anak dan orang dewasa adalah Konvermex. 
Kenapa orang dewasa juga harus ikut minum obat cacing? orang tua dan orang dewasa lain yang tinggal serumah lebih baik ikut minum obat cacing untuk mencegah penyebaran telur dan larva cacing. Karena setiap orang berpotensi menjadi agen penyebaran penyakit cacingan ini.

Konvermex dapat menghancurkan cacing di dalam tubuh. Di dalam tubuh manusia cacing mengambil nutrisi dari makanan yang masuk dan dari jaringan tubuh termasuk darah. Dengan Rutin minum Konvermex tiap 6 bulan sekali kita dapat mencegah penyakit cacingan di dalam keluarga. 
 

Konvermex Obat Cacing Yang Tepat

Konvermex dikeluarkan oleh grup perusahaan obat yang sering kita dengar dan konsumsi obatnya yakni konimex. Konvermex tersedia dalam bentuk tablet dan suspensi dengan varian rasa jeruk, vanilla dan original.
Kali ini saya dan Sakha mencoba membeli varian rasa jeruk dengan bentuk suspensi agar lebih mudah mengkonsumsi. Satu botol suspense ini berisi 10 ml untuk  dosis sekali minum pengobatan anak 6-12 tahun. Anak 2-6 tahun cukup setengah botol 5-10 ml. sementara untuk usia lebih dari 12 tahun sebanyak 15-20 ml.
Setiap 5 ml Konvermex engandung Pyrantel Pamoate yang setara dengan Pyrantel base 125 mg. Konvermex obat cacing keluarga yang tepat untuk membasmi cacing yang mencuri nutrisi. Konvermex dijual di berbagai apotik, toko farmasi dan swalayan serta toko online di berbagai e-commerce
 

Kesimpulan

Selain menjaga kebersihan dan nutrisi anggota keluarga. Jangan lupa untuk rutin mengkonsumsi obat cacing minimal 6 bulan sekali dengan Konvermex, obat cacing keluarga.
Ayo lakukan pencegahan sejak dini agar tumbuh kembang ananda bisa tetap optimal. Kalau kalian sudah melakukan apa saja untuk mencegah penyakit cacingan di rumah?
Salam. 

Related Posts
Shafira Adlina
Mamahnya Sakha dan Hafsah. Mamah yang suka nulis dan desain. Masih belajar jadi bloger, asessor dan fasilitator. Untuk kerja sama silahkan hubungi email : adaceritamamah at gmail dot com

Related Posts

22 komentar

  1. Baruuu kemaren saya dan keluarga minum Konvermex, udah langganan sih, hihii..

    BalasHapus
  2. Udah gede apa perlu minum obat cacing juga ya? Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, seperti yang saya sebutkan di atas. Orang dewasa, apalagi yang 1 rumah dg anak kecil lebih baik mengkonsumsi obat cacing jg

      Hapus
  3. wah konvermex memang paling cocok buat cacingan, keluarga juga pakai itu dari dulu :D

    BalasHapus
  4. Benar-benar harus menjaga kesehatan luar dalam ini apalagi untuk anak-anak, mana samar lagi untung gejalanya bisa dideteksi ya kak. Obat yang manjur ini.

    BalasHapus
  5. Yg sy tau baik orang dewasa maupun anak2 hrs rutin minum obat cacing 6 bln sekali..bener ya?

    BalasHapus
  6. Waduh aku kayanya belum kasih anak-anak obat cacing deh mb ina. Ternyata ini tempat produknya sama dengan Konimex ya, aku sebenernya baru denger merk ini, tapi kalau deket sama Konimex pasti rekomended ya mb.

    BalasHapus
  7. Sama mbak saya juga sedia konvermex untuk obat cacing keluarga saya. Anak saya suka banget, soalnya obat cacingnya rasa jeruk. Jadi saya gak repot lagi untuk membujuknya buat minum obat cacing ini

    BalasHapus
  8. Ya ampunn aku kapan yaa terakhir minum obat cacing? Berasa langsung ditampar gituu baca edukasi dalam artikel ini 😆😆😆

    BalasHapus
  9. Makan obat cacing kan per 6 bulan ya mbak? Kalo expirednya obat cacing itu per berapa bulan atau tahun ya?

    BalasHapus
  10. Kalau baca artikel cacingan tuh ya, aku suka bertanya-tanya apakah ada kemungkinan anak sulungku cacingan. Makannya banyak tapi badannya kurus. Tapi mungkin juga karena pertumbuhannya sedang menjulang ke atas ya, hihihi ...

    Biasanya anak-anak dapat obat cacing dari sekolah. Berhubung liburan dan entah kapan ke sekolah lagi, kayaknya perlu dipertimbangkan nih membeli obat cacing sendiri seperti Konvermex ini.

    BalasHapus
  11. Itu obat cacing untuk anak-anak saya juga, waktu mereka seumuran anak-anak mbak selalu sediakan obat cacing demi menjaga kesehatan anak.
    Konvermex memang obat cacing keluarga.

    BalasHapus
  12. Biasanya si kecil dapat jatah dari sekolah, konvermex juga.

    BalasHapus
  13. Saya terakhir SD minum obat cacing hahaha
    Dah tu ga lagi. Pastimya jaga kebersihan, tp kan kita gak tau apakah ada apa enggak cacingnya. Jd bgs juga minum obat cacing berkala unt pencegahan hehe

    BalasHapus
  14. Untung diingatkan nih Bunda Ina... Soalnya bungsu saya sdg aktif²nya mengeksplorasi sekelilingnya tkt cacingan

    BalasHapus
  15. bukannya minum obat cacing harus dengan panduan dan resep dari dokter mbak? jadi anak-anak di rumah tidak pernah diberi obat cacing kalau tidak atas resep dokter

    BalasHapus
    Balasan
    1. gak mbak catcil, kalau minum obat cacing sebagai bentuk pencegahan bisa langsung mengikuti resep di belakang kemasan obat. untuk anak-anak dibawah 5 tahun cukup 5-10 ml. satu botol konvermex yang saya pegang di foto artikel itu isi 10 ml.

      Hapus
  16. Kalau si kecil dapat jatah dari sekolah, kayaknya kerjasama puskesmas dengan pihak sekolah dech. Convermek juga, kalau temenya diminum di sekolah, dia pilih minum di rumah. Takut pahit. Eee tau tau rasanya, rasa jeruk.

    BalasHapus
  17. Dulu waktu kecil saya emang selalu diingatkan ortu utk menjaga kebersihan dan memperhatikan makanan yg dikonsumsi, krn emang berisiko terkena cacingan. Jika kena cacingan, untungnya skrng ada konvermex ya

    BalasHapus
  18. Ini penyakit saya bulan kemarin banget kak. Saya fikir cuma anak kecil aja yg butuh obat cacing. Yaampun. Makasih ya infonya

    BalasHapus
  19. Aku paling takut dan geli sama cacing. bayangin gimana cacing bisa masuk dan menggerogoti usus jadi ngeri sendiri. hiii... jangan sampai deh kena cacingan.

    BalasHapus
  20. Memang lebih baik mencegah daripada mengobati. Pepatah lama, tapi manjur sekali... Sebelum terkena cacingan, memang sebaiknya konsumsi obat cacing... Penyakit ini identik dengan anak-anak, tapi ternyata bukan begitu ya, faktanya... remaja dan orang dewasa pun ternyata bisa terkena cacingan...

    BalasHapus