-->
mOaB8SxtB0X1FfqkEcWCngeyJrUW9rkTfz5H9ziF

Hikmah Menghadapi Masalah dan Masa Sulit

Kadang kala kita lemah menghadapi sesuatu yang tidak sesuai keinginan hati. Meskipun itu adalah hal sepele sekalipun, apalagi hal-hal yang lebih penting... seperti keluarga ataupun keimanan kita.
Pernah merasa hati begitu sakit, terasa paling menderita di dunia. Mungkin terdengar berlebihan atau lebay, tapi jangan menyangkal bahwa kita semua pernah mengalami hal ini.

Kenapa kita selalu berpikir bahwa keadaan yang buruk akan selalu membawa hal-hal yang buruk untuk kita? Tidak selamanya seperti itu…
Apa hikmah dari masalah dan masa sulit yang kita hadapi?

KITA MENJADI LEBIH DEKAT PADA ALLAH

Tanpa sadar dengan hadirnya masalah membuat kita menjadi semakin dekat kepada Allah. Kita akan banyak merenung, introspeksi, menangis, memohon ampun. Otot-otot pertahanan dan kesabaran serta rasa syukur atas semua kejadian hidup menjadi semua terlatih. 
 
Bukankah dengan keadaan yang buruk itu kita malah dapat berbuat menjadi lebih baik? Lebih memahami perasaan orang lain?

HUSNUZON PADA ALLAH

Allah menyapa kita dengan kesulitan, kesedihan dan kesusahan yang kita alami agar kita bisa meningkatkan derajat penghambaan kita kepadaNya. 
Coba kita terus berpikir positif kepada Allah…tidak mungkin Yang Maha Pengasih dan lagi Maha Penyayang memberikan cobaan kepada umatNya melebihi kapasitas dirinya… 

Masalah itu ibarat anak panah, ia tepat pada papan sasarannya. 

Itu artinya setiap ujian dan cobaan dari Allah, pasti bisa kita lalui.
Kita bisa menghadapi ujian dan cobaan dari Allah dengan salah satu syaratnya.

BERLATIH IKHLAS

Ikhlas, bukan malah menyalahkan Tuhan yang menciptakan kita… sering kali terselip di hati kita meraung seperti ini :

“ya Allah….kenapa mesti hamba?
kenapa harus begini? Kenapa harus begitu…..”


Begitu ingkarnya kita kepada Sang Khalik, padahal Ia yang memberikan kita nikmat kepada kita, semua nikmat…bahkan sebuah hal yang tidak kasat mata yang terjadi di dalam tubuh kita. Tingkat sel bahkan gen yang tidak bisa bayangkan betapa rumitnya proses di dalamnya. Semua promoter gen dapat melakukan kerjanya masing-masing sehingga dapat mentranslasi protein dari hasil transkripsi DNA dengan urutan basa yang benar tanpa kesalahan satu basa satupun itu merupakan nikmat yang luar biasa.

Ikhlas tidak lebih dari keterampilan diri. Kita belum bisa mengajarkan kepada anak kita apa itu ikhlas jika ia tidak merasakannya. Ikhlas bukan perkara perjumlahan angka yang dapat dimengerti dengan coretan di atas kertas. Ikhlas tidak bisa diajarkan dengan sebuah ucapan. Ikhlas adalah keterampilan hidup.

Kita diminta untuk berserah diri, menyerahkan segala pikiran dan perasaan kita kepada sumbernya yaitu Allah. 

Dengan menyengajakan berlatih diri untuk ikhlas menghadapi masalah dan masa sulit, kita melatih refleks kita untuk menjadi pribadi yang lebih ikhlas. 

Mengingat apa yang diucapkan Ustadz Aa Gym bahwa hidup tidak akan selalu sesuai dengan keinginan.
Akan sangat tidak menarik, jika apa yang semua kita inginkan dapat terwujud.
Karena Allah pun menjanjikan pertolongan di dalam kesulitan. Artinya kita harus selalu siap menghadapi episode-episode baru di lembar kehidupan.

Kehidupan ini akan menjadi berat jika fokus hanya kepada keinginan, hanya kepada peristiwa atau kejadian. Hal yang membuat hati kita besar, justru ketika kita dapat membaca makna hikmah dari setiap peristiwa yang muncul dalam hidup kita dan orang lain.

Sabar dan Ridho

Sabar, khususnya ketika mendapatkan kesulitan adalah menjaga hati dari menggerutu, menjaga lisan dari berkeluh kesah dan menjaga diri dari perbuatan yang terlarang. Ketika tertimpa musibah, di samping wajib untuk bersabar, juga disunahkan untuk ridho bahkan jika mampu, bersyukur.

Ridho terhadap musibah adalah yakin bahwa akibat dari musibah tersebut baik baginya, maka tak ada perasaan seandainya musibah tersebut tidak datang. Adapun ridho yang hukumnya wajib yaitu ridho terhadap perbuatan Alloh yang telah mendatangkan musibah.

Barangsiapa diuji lalu bersabar, diberi lalu bersyukur, dizalimi lalu memaafkan dan menzalimi lalu beristighfar maka bagi mereka keselamatan dan mereka tergolong orang-orang yang memperoleh hidayah. (HR. Al-Baihaqi)

Pintar-Pintar Bersyukur

Alkisah ada dua penggembara yang sedang melakukan perjalanan panjang. Suatu ketika mereka tengah melintasi padang pasir yang amat sangat luas.Sejauh mata memandang hanya ada lautan gurun pasir. Jejak-jejak kaki mereka pun terbentuk tanpa putus di atas hamparan padang pasir, sesekali debu-debu pasir menerpa. 

Tiba-tiba ada angin besar yang datang. Hembusan angin yang kuat membuat mereka terhuyung, pakaian mereka terkibar. Mereka berdua saling berpegangan untuk menyelamatkan diri dari badai tersebut. Dan apa yang terjadi? badai itu merebut perbekalan mereka.

Selepas badai itu pergi, salah satu dari mereka menuliskan kesedihannya di atas pasir. Meskipun teman perjalannya kebingungan apa yang telah temannya lakukan.

Kemudian mereka melanjutkan perjalanan, setelah tidak berapa lama mereka menemukan oase di kejauhan. Setelah keduanya meneguk air cukup banyak. Kembali salah satu seorang dari mereka menuliskan sebuah pesan di atas batu. 

Teman seperjalanan yang tampak kebingungan akhirnya bertanya, "Mengapa kini engkau menulis di atas batu tetapi sebelumnya kau menulis di atas pasir?"

"Saat mendapatkan kesulitan tulislah semua itu di atas pasir. Agar angin keikhlasan membawa kesulitan itu jauh dari ingatan. Namun ketika mendapatkan sebuah nikmat, pahatlah kemuliaan itu di dalam batu agar selalu terkenang dan membuat kita bahagia."
Dari cerita tersebut bisa membuat kita lebih bersyukur dalam mengingat semua kebaikan dan kebahagian. Simpan semua kenangan kesenangan di dalam kekokohan hati kita, agar kita lebih optimis dalam menjalani hidup ini.
“Dua hal apabila dimiliki oleh seseorang dia dicatat oleh Allah sebagai orang yang bersyukur dan sabar. Dalam urusan agama (ilmu dan ibadah) dia melihat kepada yang lebih tinggi lalu meniru dan mencontohnya. Dalam urusan dunia dia melihat kepada yang lebih bawah, lalu bersyukur kepada Allah bahwa dia masih diberi kelebihan.” (HR. Tirmidzi) 

Penutup

Duhai Allah jadikan apapun yg Engkau tetapkan bagi Kami, kami ridho menerimanya. jadikan apapun apa yang kami harus ubah, berikan kami kekuatan untuk mengubahnya di jalan yang Engkau sukai, berikan kami kesabaran dan kenikmatan berikhtiar di jalan yg Engkau ridhoi.

Ingat janji Allah itu nyata… Ia menjanjikan surga untuk hambaNya yang beriman yang kuat dan ikhlas dalam setiap menghadapi cobaanNya..

Kita semua membutuhkan sesuatu yang baik untuk dituju. 
Ada satu pepatah bahasa Arab yang artinya kurang lebih, bukan seberapa besar engkau mencintai tapi seberapa besar engkau dicintai. Sama halnya pun Mencintai Allah adalah hal yang mudah, tetapi bagaimana agar kita dicintai Allah? sudah pantaskah kita? Mari kita berupaya agar semakin dicintai Allah.

Salam.


Artikel ini diikutsertakan minggu tema IKHLAS oleh komunitas Indonesian Content Creator.
Related Posts
Shafira Adlina
Mamahnya Sakha dan Hafsah. Mamah yang suka nulis dan desain. Masih belajar jadi blogger, asessor dan fasilitator. email : adaceritamamah at gmail dot com

Related Posts

26 komentar

  1. tulisan gini nih yang harusnya di save dan simpan di tempat yang mudah kita cari. Secara kan kita mah rentan kena masalah, dan rentan berpikir negatif kalau kena masalah teh. Nah saat itu terjadi, inget3 tulisan kek gini bisa balikin semangat.

    BalasHapus
  2. Jadi merenung sejenak. Tersentil. Ingat amal dan ibadah yang kadang masih lengah...

    BalasHapus
  3. Beruntun masalah, bertubi terpaan, sejatinya menjadi ujian. Tugas manusia adalah mendalami, memaknai, untuk bekal langkah di keesokan hari. Mengutip bagian penutup: "kita semua membutuhkan sesuatu yang baik untuk dituju". Semoga segala kebaikan menaungi perjalanan hidup. Tulisan yang teduh lagi meneduhkan hati.

    BalasHapus
  4. Jleb. Kena tepat sasaran. Langsung ingat betapa diri ini fakir atas rasa ikhlas dan syukur.
    Terimakaihy, mbak tulisannya menginspirasi.

    BalasHapus
  5. ternyata dengan melewati masalah masa sulit harus banyak bersabar dan selalu bersyukur dengan keadaan apapun

    BalasHapus
  6. Betul mba Shaf. Manusia hidup kalau ngga ada masalah rasanya dipertanyakan, hidupnya ngapain aja. Justru masalah itu yg bikin kita naik kelas. Apalagi setiap permasalahan yang menimpa mukmin itu baik ya kan. Kalau takdir baik menyapa dia bersyukur. Kalau takdir buruk datang, ia bersabar. MasyaAllah

    BalasHapus
  7. semua nggk bisa lepas dari masalah ya. level masalahnya jg macem2. yg mesti kita ingat, masalah akan mendewasakan kita :)

    BalasHapus
  8. Masalah itu tentang bagaimana kita menyikapinya. Sabar dan ikhlas memang wajib banget kita jaga.

    BalasHapus
  9. Karena masalah adalah media pendewasaan sebenarnya ya kak. Semoga kita pun menjadi orang yng senantiasa selalu bersyukur dan sabar atas sesuatu yang menurut kita gak enak ya kak.

    BalasHapus
  10. Aamiin allahumma aamiin..
    Ikhlas memang kadang susah buat dijalani, intinya bersyukur dan selalu bersyukur apapun yang Allah takdirkan ke kita :)

    makasih buat pencerahannya kak Ina ^^

    BalasHapus
  11. Hanya pd Allah SWT kita berserah diri ya mbak, insha allah semya akan baik2 saja dan mendapatkan jln keluar terbaik Amin YRA

    BalasHapus
  12. bismillah, nawaitu untuk mengasah keikhlasan dan ketabahan, semoga kita diberikan kekuatan dan kemampuan untuk menjalaninya yaa. Aamiin

    BalasHapus
  13. What doesn't kill you only make you stronger ya mba...Kadangan emang musti ikhlas menerima, karena nantinya baru kelihatan kalau itu yang terbaik buat kita :)

    BalasHapus
  14. Kita harus percaya kalau Allah gak akan kasih masalah di luar batas kemampuan kita.

    Kuncinya sabar dan ikhlas ya kak. InsyaAllah lah kita diberi kesabaran lebih dan kemudahan untuk ikhlas :)

    BalasHapus
  15. Makasih remindernya
    Hati kadang bolek balik, kadang bisa cepat ikhlas, kadang bisa lama, apalagi dapat masalah bertubi2 🙏😀 ..

    BalasHapus
  16. ikhlas, jalan yang panjang , prosesnya tidak sebentar dan akan berlangsung seumur hidup. semoga kita semua selalu diberikan kemudahan untuk selalu ikhlas ya

    BalasHapus
  17. bener banget mba, adanya masa-masa sulit tuh bikin kita tambah sabar dan ikhlas, ya. Kadang emang berat, susah banget rasanya mau lepas. tapi pasti bisa kok asal yakin sama Allah. Masyaallah, makasih ya mba pengingatnya.

    BalasHapus
  18. Panjang memang ya kalau sudah ngomongin bab ikhlas ini. Apalagi kalau sampai di perkara mengajarkan pada anak. Karena memang yang terbaik itu adalah memberi contoh, sedangkan kadang kita masih ada ekspresi ketidakikhlasan yang muncul secara spontan dan tidak tertahan, dan itu bisa jadi diperhatikan oleh anak. Masih perlu belajar banyak, nih ...

    BalasHapus
  19. Memang ikhlas adalah salah satu bab yang harus ditekuni sepanjang usia *merenung sambil mengheningkan cipta nulis kaya gini karena masih kesulitan juga untuk ikhlas...*

    BalasHapus
  20. diriku nangis baca ini huhu. Makasih Mbak Shafira. MasyaaAllah jadi pengingat, Izin SS dan share ya

    BalasHapus
  21. Ketika masa sulit kadang hamba menjadi dekat dengan Rabbnya, terimakasih mbak sudah mengingatkan lewat tulisan. Kadang gak masalahpun, hati membesar-besarkan jadi masalah. harus banyak membaca asupan kayak gini, biar legowo.

    BalasHapus
  22. Iyap, masalah dan masa sulit pasti dialami oleh setiap orang. Saya selalu belajar ke mereka yang berhasil melewati masa sulit ini dengan baik. Biasanya cerita mereka, meski sambil bercucuran air mata, selalu bikin kita termotivasi untuk bisa juga bangkit dan menyelesaikan masalah tanpa menimbulkan masalah baru.

    BalasHapus
  23. benar kak
    kita harus berbaik sangka kepada allah
    dulu kakak mentorku pernah bilang, tafsir ayat yang bunyinya sesungguhnya setelah kesulitan ada kemudahan tuh nggak gitu, tapi "bersama kesulitan ada kemudahan". Jadi bagi orang yang bersabar dan mengamati, justru pas susah itu ada kemudahan yang datang bersamaan.

    BalasHapus
  24. Tulisan ini menyadarkan kita, bahwa masih banyak amal dan ibadah yang sering lalai kita kerjakan

    BalasHapus
  25. masyaalloh jadi tersentil mbak, masih sering ngeluh klo dihadapkan sama satu masalah,,, kadang sampe emosi berlebihan juga, astaghfirulloh

    BalasHapus
  26. Saat masa sulit, ternyata ada banyak hal yang berubah dari diriku .. awalnya drop, kemudian bisa bangkit dan akhirnya menemukan hal baru Mba. Meski, saat masa sulit itu beneran rasanya dunia mau berakhir.

    BalasHapus