-->
mOaB8SxtB0X1FfqkEcWCngeyJrUW9rkTfz5H9ziF

Mengenal Kanker Kelenjar Getah Bening

apa-itu-kanker-kelenjar-getah-bening

Apakah Sahabat semua mengetahui bahwa setiap tanggal 15 September diperingati sebagai hari Limfoma sedunia (World Lymphoma Awareness Day)?

Limfoma adalah nama lain dari kanker kelenjar getah bening. Menurut National Cancer Institute (NCI), salah satu kanker ganas ini masuk dalam 10 jenis kanker paling banyak menelan nyawa manusia. 

Kelenjar Getah Bening

Kelenjar getah bening adalah bagian dari sistem kekebalan tubuh kita yang dapat membantu melawan infeksi, baik disebabkan oleh virus, bakteri, atau lainnya. Ketika terjadi infeksi, kelenjar getah bening akan mengalami bengkak untuk memberikan tanda.

Apa itu kanker kelenjar getah bening?

Kanker merupakan suatu  penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkendali di dalam tubuh. Artinya kanker kelenjar getah bening atau limfoma ini merujuk pada bagian diserang yaitu kelenjar getah bening.

Limfoma diawali saat sel kanker menyerang salah satu sel darah putih (limfosit) yang berfungsi melawan infeksi. Berdasar jenis sel limfosit yang diserang, Limfoma terbagi dua jenis yaitu Limfoma Hodgkin dan Limfoma non-Hodgkin.

Penyebab Kanker Kelenjar Getah Bening

Banyak di antara kita sama-sama tahu bahwa penyebab kanker belum diketahui secara pasti. Sama dengan kanker kelenjar getah bening. 

Beberapa sumber menjelaskan bahwa beberapa faktor dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker kelenjar getah bening, diantaranya: 

1. Faktor usia seseorang. 

Pengidap Limfoma Hodgkin sebagian besar terjadi pada usia 15-30 tahun dan lansia diatas 55 tahun. Sedangkan untuk pengidap Limfoma non-Hodgkin akan meningkat seiring dengan bertambahan usia khususnya lansia berusia diatas 60 tahun. 

2. Paparan bahan kimia berbahaya. 

Seseorang yang sering terkena paparan berbahaya seperti radiologi, herbisidan dan pestisida memiliki risiko lebih besar terkena kanker.

3. Sistem kekebalan tubuh.

Seseorang akan memiliki risiko lebih besar terkena kanker kelenjar bening ketika memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Misalnya karena mengidap HIV/AIDS, serangan Virus T-limfotropik, hepatitis C atau penggunaan obat imunosupresan. 

Selain itu pengidap rheumatoid arthritis dan autoimun atau lupus pun memperbesar faktor risiko yang akan dialami.

4. Faktor keturunan. 

Seseorang mengalami risiko lebih besar ketika memiliki anggota keluarga inti yang menderita jenis kanker yang serupa. 

5. Faktor obesitas. 

Bagaimana sih dengan gejala awal kanker kelenjar getah bening? 

Sahabat semua, jangan sampai kita mengabaikan ketika dalam tubuh menemukan satu benjolan, meskipun tidak nyeri dan tidak gatal.

Biasanya itu adalah alarm atau pertanda bahwa tubuh kita sedang tidak ada yang beres.

Begitupun limfoma, merangkum beberapa sumber berikut adalah beberapa gejala awal kanker kelenjar getah bening. 

  1. Terdapat benjolan tanpa rasa sakit dileher, ketiak atau pangkal paha. 
  2. Tanpa sebab yang jelas, berat badan menurun. 
  3. Demam yang berlangsung tidak normal, kadang dapat sebentar-bentar kambuh atau dapat juga terus-terusan. 
  4. Pada malam hari mengalami keringat berlebih. 
  5. Mengalami rasa gatal di seluruh tubuh. 
  6. Nafsu makan menurun bahkan melemah. 
  7. Tubuh terasa lemah.

Tips Mencegah Kanker Kelenjar Getah Bening Secara umum.

Meskipun kita belum mengetahui secara pasti apa penyabab kanker kelenjar getah bening, kita dapat mencegahnya secara umum. Dengan apa?

Prinsipnya kondisi tersebut dipicu oleh pola hidup yang tidak sehat, baik lahir maupun batin.

Oleh sebab itu dengan menerapkan pola hidup lebih sehat adalah ikhtiar paling efektif untuk mencegah terjadinya limfoma ini. 

Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan untuk cara mencegah limfoma:

  1. Perhatikan asupan nutrisi ke dalam tubuh. 
  2. Rutin melakukan olahraga, karena olahraga sangat membantu menjaga sistem kekebalan tubuh.
  3. Cukupi Kebutuhan cairan. Usahakan juga untuk selalu mengkonsumsi air putih 8 gelas sehari setiap harinya. 
  4. Jangan merokok dan mengkonsumsi alkohol. Kita sama-sama tahu betapa merugikannya rokok dan alkohol. Kedua barang tersebut mengandung banyak toksin yang terbukti menstimulus munculnya berbagai penyakit, salah satunya kanker.
  5. Istirahat yang cukup. Istirahat dapat membantu mengembalikan kebugaran tubuh serta membantu proses regenerasi sel. 

Penutup.

Itu dia gambaran umum tentang kanker kelenjar getah bening. Jumlah kasus kanker Limfoma terus meningkat setiap tahunnya. Global Burden Cancer (2012) melaporkan adanya peningkatan jumlah pasien kanker Limfoma (non-Hodgkin) untuk laki laki sebesar 6 persen dan pasien perempuan mencapai 4,1 persen per tahun. 

Begitupun Data Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, tercatat ada sekitar 1 juta orang di dunia menderita kanker Limfoma pada 2013. Dari total tersebut, sebanyak 14.905 pasien berasal dari Indonesia.

Semoga kita semua dapat hidup lebih sehat lahir dan batin, mari sayangi dan jaga amanah tubuh dan jiwa ini.

Semoga bermanfaat, Salam.


cerita-mamah
Related Posts
Shafira Adlina
Mamahnya Sakha dan Hafsah. Mamah yang suka nulis dan desain. Masih belajar jadi blogger, asessor dan fasilitator. email : adaceritamamah at gmail dot com

Related Posts

14 komentar

  1. Olga Syahputera (alm) dan Ria Irawan (almh) adalah dua artis kita yg meninggal karena kanker kelenjar getah bening ini ya mba. Saya juga baru tahu bisa disebabkan faktor keturunan. Semoga kemajuan pengobatan medis kita terus berkembang supaya semakin banyak orang bisa diselamatkan.

    BalasHapus
  2. Yang aku penasaran tuh kenapa yaa banyak orang Indonesia yang jadi penderita? Apakah karena pola makan kita yang sudah bukan realfood lagi ya? Jadi takut baca datanya

    BalasHapus
  3. Hiks om aku juga meninggal karena kanker getah bening, dan efeknya om ku itu kuruuus banget, pun memang semasa hidup blio kuat merokok dan minum kopi

    BalasHapus
  4. Kalau denger ada teman atau yg kita tahu kena kanker kelenjar getah bening, suka ikutan lemes. Baca-baca sih sulit disembuhkan, karena getah bening ada di seluruh tubuh. Beda dengan kanker payudara, yg bisa diangkat yg kena kankernya. Semoga kita semua peduli dan mencegah terkena kanker kelenjar getah bening ya...Salam sehat...

    BalasHapus
  5. Ternyata obesitas bisa menjadi faktor terjangkit kanker kelenjar getah bening. Saya punya saudara yang memiliki berat badan berlebih. Seperti hidup sehat dan rajin olahraga harus diperhatikan.

    BalasHapus
  6. Kayaknya kelenjar getah bening termasuk penyakit yang sangat seram ya kak, apalagi beberapa public figure banyak yang meninggal salah satu sebabnya penyakit ini.

    BalasHapus
  7. Saya termasuk orang yang baru tahu tanggal 15 September sebagai hari Limfoma Sedunia. Terima kasih, tulisan ini untuk mengingatkan kewaspadaan kita terhadap kanker terutama kanker getah bening.
    Kembali lagi pada asupan nutrisi dan olahraga untuk menjaga kekebalan tubuh. Dua hal yang harus kita usaha konsisten. Untuk menjauhkannya.

    BalasHapus
  8. Mertua saya kena kanker limfoma ini juga Mba Ina... tp Alhamdulillah beliau bertahan sampai 13 tahun lho br meninggal dunia. Selama itu beliau menerapkan hidup sehat. Biasanya kan yg kita tahu kl pasien kanker stadium lanjut 3 bulan aja udah gak kuat, hiksss. Semoga kita semua terhindar ya dr penyakit kanker ini. Amin.

    BalasHapus
  9. adik ipar saya pernah ada kelenjar di sela-sela ketiak, berobat alhamdulillah sembuh. tapi prosesnya lama sampai 2 tahun. saya gak nanya sih itu kanker atau bukan. semoga aja bukan kanker getah bening ya..

    BalasHapus
  10. Pada akhirnya pola hidup juga yang sangat berpengaruh kepada kesehatan ya mbak. Baru tahu klo ada hari Limfona.hehe.. mudah-mudahan bisa dicegah dengan perilaku sehat masing-masing. Aamiin

    BalasHapus
  11. gaya hidup saat ini tuh beneran harus tetap diperhatikan ya mba, seram juga sama kanker kelenjar getah bening ini

    BalasHapus
  12. Dulu waktu anakku masih baby sempat ada kecurigaan ada yg "aneh" dengan kelenjar getah beningnya. Untungnya setelah dicek ga kenapa2. Semoga kita sehat selalu.. Aamiin..

    BalasHapus
  13. Membaca kata "kanker" membuatku merasa takut. APalagi sekarang beranjak tambah tua dan imun tubuh makin rentan. Untungnya kita dikaruniai sistem alarm berupa kelenjar getah bening yang ketika membengkak, artinya tubuh sedang berperang terhadap infeksi...

    BalasHapus
  14. Yuni agak serem membaca kanker. APalagi urusan kelenjar getah bening. Memang sih, paling tidak kita harus tahu alarm yang pertanda ada masalah dengan tubuh. Agar kita bisa lebih cepat tanggap untuk melakukan pertolongan terhadap tubuh kita.

    BalasHapus