-->
mOaB8SxtB0X1FfqkEcWCngeyJrUW9rkTfz5H9ziF

Tips Merawat Gigi Anak

tips-merawat-gigi-anak
Salah satu hal terpenting menjaga kesehatan gigi anak  adalah dengan membiasakan merawat gigi anak. Kenapa kita harus membiasakan merawat gigi anak?  

Oh no, jangan berpikir seperti itu ya sahabat. Kita yang dewasa saja ketika merasakan sakit gigi rasanya tidak nyaman sekali. Merawat gigi susu pada anak memang memiliki tantangan tersendiri. Salah satunya karena email gigi anak lebih lemah dibanding gigi orang dewasa.  

Menurut Badan Kesehatan Dunia, WHO (2012), arti dari kesehatan mulut adalah terbebas kanker tenggorokan, infeksi dan luka pada mulut, penyakit gusi, kerusakan gigi, kehilangan gigi, dan penyakit lainnya.sehingga terjadi gangguan yang membatasi dalam menggigit, mengunyah,  berbicara dan kesejahteraan psikososial. 

Salah satu kesehatan mulut terpenting adalah kesehatan gigi. Kesehatan gigi dapat berpengaruh pada perkembangan anak.  

Gigi berlubang atau karies gigi adalah salah satu gangguan kesehatan gigi . Tahu ga kalau karies gigi membuat anak mengalami kehilangan daya kunyah? Selain itu pencernaan anak bisa terganggu dan mengakibatkan pertumbuhan kurang maksimal (Sinaga, 2013 ). 

Ketika ada sisa makanan yang menempel pada gigi, karies gigi akan terbentuk. Pada akhirnya menyebabkan pengapuran gigi .  

Karies gigi merupakan suatu penyakit pada jaringan keras gigi yangditandai oleh rusaknya email dan dentin.

Singkatnya penyebab gigi terlubang dikarenakan aktivitas metabolisme bakteri akibat interaksi antar produk-produk mikroorganisme, ludah dan  bagian- bagian yang berasal dari makanan dan email.  

Cara Merawat Gigi Anak 

Sahabat mamah, sebisa mungkin kita membersihkan gigi anak sejak gigi pertama tumbuh, biasanya pada usia 6 bulan. Namun, setiap anak berbeda-beda ya, seperti gigi anak kedua saya tumbuh di usia 8 bulan. Pembersihan gigi dilakukan setiap malam sebelum tidur . 

1. Pilih Sikat Gigi dan Pasta Gigi yang Tepat 

Ketika membersihkan gigi anak gunakan sikat gigi anak yang memiliki bulu sikat yang lembut. Tujuannya untuk melindungi gusi dan berfokus pada daerah-daerah kecil sehingga mereka dapat membersihkan dengan benar .  

Kita dapat memilih sikat gigi dengan karakter kartun yang lucu dan disukai anak agar anak menyukai kegiatan menyikat gigi. Jika anak sudah bisa memilih barang, ajak ia untu memilih karakter sikat gigi kesukaannya ketika hendak membeli sikat gigi. 

Jangan lupakan pasta gigi yang  dikenakan khusus untuk anak. Saya biasanya menawarkan dua pilihan kepada anak sulung saya. Alasannya supaya anak diberi ruang untuk memilih dan merasa dihargai dan berkontribusi dalam suatu aktivitas. 

Mudah-mudahan rasa pasta gigi yang enak dalam memotivasi anak untuk terus menyikat giginya . Jangan lupa untuk mengganti sikat gigi setiap tiga bulan sekali. 

2. Cara Menyikat Gigi dengan Benar

Tips meraat gigi anak selanjutnya adalah mengajari anak cara menyikat gig yang benar. Pada seluruh permukaan gigi lakukan gerakan perlahan dan memutar. Jangan sampai kita menyikat  terlalu keras karena dapat melukai gusi anak yang masih lemah. 

3. Makanan yang Bergizi 

Anak-anak selalu diidentikkan dengan jajanan yang manis-manis. Tetapi itu semua dikembalikan dari kebiasaan kita dari rumah dan lingkungannya. Pada prinsipnya anak itu selalu mengikuti orang tuanya. Bagi anak yang dibiasakan jajan yang manis, mereka akan terbiasa.  

Saya pribadi tidak membiasakan itu pada Sakha, anak pertama saya. Ia menganggap makanan manis seperti coklat dan permen adalah yang kami berikan di waktu dan syarat tertentu. Misalnya ketika keluar kota, tetapi sehabis itu harus menyikat gigi.  

Selain menerapkan kebiasan baik tersebut. Siapkan makanan bergizi seperti buah dan sayuran. Alternatif snack untuk si kecil adalah keju yang mengandung banyak kalsium dan rendah asam dan gula. Hindari makanan manis yang lengket ya. Kita juga bisa mengganti gula dengan madu karena madu tidak menyebabkan karies gigi (tidak kariogenik).   

Sebisa mungkin kita tidak memberikan susu, jus atau minuman manis saat anak akan tidur. Kenapa? Karena cairan tersebut akan terperangkap di bawah bibir atas anak dan dapat menyebabkan gigi depan atas mereka membusuk.  

4. Rutin Mengkonsumsi Air Mineral

Ketika sudah mencapai usia setahun, anak dapat diberi minum air mineral di sela-sela waktu makannya. Air mineral dapat membantu membersihkan sisa makanan yang tersisa pada gigi dan mulutnya. 

5. Cermati Kondisi Gigi Anak

Sebagai orang tua kita juga perlu memperhatikan dan melihat apakah terdapat lubang dan perubahan warna pada gigi anak. Seperti beberap bulan lalu, saya perhatikan gigi geraham depannya giginya tampak kecokelatan atau kehitaman.  

Minggu depannya kami sepakat untuk ke klinik gigi dan Alhamdulillah lubangnya belum terlalu dalam. Jika gigi anak tampak berlubang, rusak, atau berubah warnanya, jangan lupa untuk membawanya ke dokter gigi untuk diperiksa ya. 

6. Kunjungi Dokter Gigi

Untuk memastikan kesehatan  gigi anak, jangan lupa untuk mengunjungi dokter gigi. Cek kesehatan gigi ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali ya sahabat. 

Maka dari itu mulailah mencari klinik/RS gigi yang ramah dengan anak. Karena kita tahu ketika mendengar kata dokter biasanya anak terbayang hal yang menakutkan.   

Alhamdulillah sudah tiga kali Sakha ke klinik gigi untuk memeriksa dan menambal gigi berlubangnya. Di post berikutnya saya akan bercerita tentang klinik gigi yang ramah anak ini.  

Saat bertemu dokter gigi, kita bisa berkonsultasi seputar kesehatan mulut dan gigi bayi. 

tips-merawat-gigi-anak

Penutup

Nah itu dia tips merawat gigi anak yang bisa orang tua lakukan bersama-sama. Cara merawat gigi anak dan langkah perawatan di atas perlu dilakukan secara rutin agar kesehatan gigi dan mulut anak tetap terjaga.

Jangan lupa bahwa kesehatan gigi dan mulut juga ikut menentukan kesehatan anak dan mendukung tumbuh kembangnya ya! 

Salam,


Referensi :

  • Sinaga A. 2013. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan perilaku Ibu dalam Mencegah Karies Gigi Anak Usia 1–5 Tahun di Puskesmas Babakan Sari Bandung. Jurnal Darma Agung. XXI: 1–10.
  • Ramayanti S dan Purnakarya I. PERAN MAKANAN TERHADAP KEJADIAN KARIES GIGI. Jumal Kesehatan Masyarakat, Maret 2013 - September 2013, Vol. 7, No. 2


Related Posts
Shafira Adlina
Mamahnya Sakha dan Hafsah. Mamah yang suka nulis dan desain. Masih belajar jadi blogger, asessor dan fasilitator. email : adaceritamamah at gmail dot com

Related Posts

13 komentar

  1. Saya sempat mau marah-marah sama orang tua saya kalo lagi kumat sakit gigi. Lah kenapa mau marah? Jadi, dulu ceritanya waktu kecil orang tua saya lalai untuk menjaga kesehatan gigi saya, tetangga beliin ice cream hampir mau tiap hari dibiarin. Terus kalo saya pengen yang manis-manis seperti gula kapas, dibiarin juga. Apa-apa yang saya inginkan dibiarin gitu aja. Mana pencegahan berupa sikat gigi malah jarang diterapkan. Jadilah saya tumbuh dengan gigi yang sering sakit.

    Tapi, balik lagi gak mungkin saya mau menyalahkan orang tua saya, yang lalu biarlah berlalu. Sekarang saya fokus untuk mengobatinya sambil mencegah rasa sakit itu datang lagi. Dan kedepannya kalo punya anak (Aamiin semoga) harus diperhatikan dengan baik lagi deh ^^

    BalasHapus
  2. Beberapa temen selalu ngeluh kalo gigi anaknya "gripis", karena pada udah bisa buka permen sendiri, hehe.. Dan mereka heran pas liat anakku giginya bagus nggak item-item, ya karena dia nggak bisa buka permen sendiri, haha..

    Yang sekarang masih jarang aku lakuin cuma kunjungi dokter gigi, hihi.. maapkeun ibuk nak :))

    BalasHapus
  3. Sepakat soal kebiasaan makan anak yang sebenarnya dibentuk oleh orangtua. Saya sedari kecil biasa saja dengan makanan manis, dan menular pula kebiasaan ini ke anak saya karena saya kurang menyediakan cokelat dan lainnya di rumah.

    Kesehatan gigi anak itu kunci tumbuh kembangnya juga, memang.

    BalasHapus
  4. Aku punya adek usia 9 tahun.. susaaaahhhh banget disuruh gosok gigi. Gimana ya caranya supaya kegiatan gosok gigi itu menyenangkan buat dia?

    BalasHapus
    Balasan
    1. wuahh udah 9 tahun, coba bawa ke dokter gigi yang ramah anak. kalau sekitar jakarta ada klinik happy dental tooth namanya mbak

      Hapus
  5. Anakku yang pertama giginya udah gripis dari umur 1 tahun. Padahal udah rutin gosok gigi, ke dokter gigi pun dibilang dokterny gak apa-apa. Tapi kayak giman gitu karena yang gripis cuma depan aja

    BalasHapus
  6. Walau gigi susu yg akan tanggal jga tetep harus dijaga ya mba krna kesehatan gigi ngaruh jga ke perkembangan anak

    BalasHapus
  7. Karena ibunya sudah dicabut 3 gigi. Akhirnya kita wanti2 banget biar nahla nggak kayak mamahny.

    Masih lumayanlah ini 4 tahun blm gigis gigi depannya. Tapi utk urusan sikat gigi kayaknya blm bener sih. Masih suka asal tp kalo dikasih tau dan mau tak sikatin nggak mau dia.

    BalasHapus
  8. Gigi anakku nih udah keropos bagian atas. Dia usia 6 bulan kan udah tumbuh tuh, usia 10 bulan udah makan makanan dewasa, Masalahnya waktu usia 7 bulan gak mau sama sekali dibersihin giginya, kitanya digigit wkwk. Baru usia 1 tahunan ke atas baru rajin sikat gigi wkwkw

    BalasHapus
  9. Anakku juga carries nih yang no.2. Sampai berkali-kali ke dokter gigi karena bolong. Padahal rajin banget sikatan. Mungkin karena makanan yav

    BalasHapus
  10. Mbaaa anakku usia 1.5 tahun sampai sekarang dia males banget kalo disuruh gosok gigi. Padahal tiap hari dia gosok gigi sama aku. Kutungguin, aku contohin. Takut giginya rusaak. Hiks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tetap semangatin ya mbak jihan...diajak bermain bersama deh pas sikat gigi. Dibacain buju ttg sikt gigi..anakku sih lumayan progressnya cpt abis dibacain buju..br umur 2 tahunan sadar sikat gifi sendiri

      Hapus
  11. sejak kecil aku menjaga gigi anak2 dan jarang memberikan mereka terlalu banyak yang manis2 dan gigi mereka saat ini bagus dan gak pernah rusak. ini karena aku dulu kecil terbiasa makan permen, gulali dan itu bikin gigiku rapuh dan banyak lubang

    BalasHapus