-->
mOaB8SxtB0X1FfqkEcWCngeyJrUW9rkTfz5H9ziF

Cara Membangun Anak di Pagi Hari Tanpa Drama

bangun pagi anak tanpa drama

Cara membangunkan anak di pagi hari tanpa drama adalah dambaan setiap orang tua. Apalagi anak usia dini, mereka yang harus bersekolah di pagi hari. Hal ini memang bukan hal sederhana. 

Kita sebagai orang dewasa aja suka oleng kalau bangun pagi apalagi anak usia dini yang belum mempunyai kamus emosi yang lengkap. Anak biasanya sulit dibangunkan dan berujung ia bangun dengan menangis, marah atau kesal. Seperti sebuah cerita yang disampaikan oleh seorang Bloger Surabaya.

Suasana Hati Bangun Pagi Mempengaruhi Suasana Anak Sepanjang Hari

Saya ingat salah satu pesan psikolog saat mengikuti kuliah WhatsApp bahwa suasana hati pagi anak akan terbawa dan mempengaruhi suasanannya di hari itu. Apalagi ketika anak harus berkegiatan di luar rumah seperti sekolah. 

Oleh sebab itu penting sekali bagi kita sebagai orang tua untuk menyiapkan anak agar bangun pagi tanpa drama. Kita harus menyiapkan strategi dan stimulasi agar anak tidak sulit dibangunkan sehingga anak bangun pagi dan berangkat ke sekolah sengan suasana hati yang gembira. 

Alhamdulillah Sakha mulai dari usia 2 tahun meski tidak setiap hari sering bangun di pagi hari tanpa drama. Berikut ini adalah tips membangunkan anak pagi hari yang dapat kita lakukan bersama.

1. Biasakan anak tidur tepat waktu.

Jam tidur malam anak sulung saya dari bayi adalaj jam 8 malam. Setelah adzan dan sholat isya biasanya kami sudah masuk ke dalam kamar dan matikan lampu. Meskipun dia tidak mengantuk, tetapi aktivitas bermainnya terbatas di atas kasur dan di dalam kamar.

Jika kita menginginkan anak bangun di pagi hari tanpa drama, persiapan di malam harinya memang diperlukan. Saat itu meski saya baru pulang kuliah atau penelitian di sore atau magrib, jadwal tidur anak tidak berubah. Anak harus masuk kamar tidur maksimal jam 8 malam.

Insya Allah anak dapat bangun di pagi hari tanpa drama dan bisa bangun dengan suasana hati yang lebih baik.

2. Bangunkan anak secara perlahan.

Bagaimana perasaan kita jika terbangun akibat suara keras?? Tentunya kita akan terbangun dengan terkejut atau kesal. Nah, kebiasaan bangun tidur yang diajarkan Mamah saya adalah unutk duduk perlahan dan mengumpulkan kesadaran.

Begitu juga bisa kita biasakan kepada anak kita. Beri dan sediakan waktu untuk membangunkan anak sehingga anak bangun pagi hari tanpa drama.

Saya biasa untuk menyalakan lampu kamar dan matikan pendingin ruangan. Kita juga dapat menggosok punggung anak, memberi pelukan atau mengajaknya bangun dengan nada suara lembut nan gembira. 

3. Ajakkan anak untuk memasang alarm sendiri.

Saat Sakha menginjak usianya ke-4 tahun ini saya mencoba mengajaknya untuk memasang alarm sendiri. Apalagi saat mengenalkan Ramadan tahun lalu, saya minta untuk merekam suaranya seperti anak yang membangunkan sahur di sekitar rumah. Rekaman suara tersebut dijadikan nada alarm ia bangun.

“Ibu, Bapak sahur..Ibu, Bapak sahur… sahuur..”

Bunyi alarm kami sampai hari ini masih dengan nada suara itu. Dengan kata lain cara sederhana mengajak anak untuk memasang alarm sendiri, kita mendidik anak untuk belajar bertanggung jawab terhadap waktu. Dengan begitu, anak tidak perlu selalu bergantung pada kita untuk bangun tidur.

Jangan lupa untuk memberi pemahaman dan persetujuan mengenai pukul berapa ia harus bangun dan alasannya. Kita dapat bisa mendiskusikan dengan anak mengenai berapa lama ia perlu tidur dan berapa waktu yang ia butuhkan untuk bersiap-siap sebelum beraktivitas di pagi hari. 

4. Berdoa dan afirmasi positif.

Bagi setiap orang yang pernah tidur bersama saya dan anak saya (maksudnya satu ranjang) contoh adik atau teman saya. Mereka pasti tahu kebiasaan saya dari menyapihnya adalah membacakan doa-doa sebelum tidur. Minimal sekali saya membacakan doa sebelum tidur dan mendoakannya sehat lahir batin. Hal ini juga salah satu moment di mana saya berterima kasih pada anak atas segala kebaikan dan bantuannya serta permintaan maaf atas segala kekhilafan saya sepanjang hari. 

Kita seharusnya tahu dan sadar bahwa ketika anak mau tertidur adalah gelombang otaknya sudah mendekati fase delta. Kondisi ini tepat untuk melakukan afirmasi positif dan salah satu bukti cinta dan kasih sayang kita sebagai orang tua. 

Jangan lupa memang juga sunnahtullah untuk berdoa. Anak seperti dihipnosis dengan mengaamiinin perkataan doa-doa kita. Biasanya juga saya selipkan pertanyaan kepadanya “Sakha, kalau pipis sama pupup di mana?”

“di kamar mandi.”

“iya, Sakha kalau pipis dan pup di kamar mandi yaaa..”

Penutup

Nah, itu dia beberapa cara membangunkan anak di pagi hari tanpa drama. Tentu cara yang akan kita terapkan sesuaikan kepada karakteristik dan usia anak di rumah ya. Jangan lupa hal lain yang sederhana dapat kita lakukan kepada anak adalah dengan memberikan pujian

Pujian dan apresiasi ketika ia bisa bangun pagi tanpa kesulitan. Minimal dengan ucapan perasaan kita melihat anak bangun pagi tanpa drama. 

“Mamah senang, melihat Sakha bangun subuh dan sholat subuh sendiri. MasyaAllah…terima kasih ya Sakha.”

Semoga Allah beri kemudahan dalam merawat dan membersamai anak ya, semangat!


shafira adlina cerita mamah
Related Posts
Shafira Adlina
Mamahnya Sakha dan Hafsah. Mamah yang suka nulis dan desain. Masih belajar jadi blogger, asessor dan fasilitator. email : adaceritamamah at gmail dot com

Related Posts

6 komentar

  1. bermanfaat sekali tulisannya teh ^^

    BalasHapus
  2. Wah, ini yang kadang2 nggemesin, sih. Untuk bisa tidur tepat waktu itu biasanya anak2 harus makan tepat waktu dan cukup beraktivitas juga sebelumnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya betul sekali mbak farida, kebututuhan dasar anak ya hrus dipenuhi dulu

      Hapus
  3. Anak-anakku hobi banget begadang mbak, makin malam mereka makin heboh main bantal atau kejar2an. Jadi pagi2 pada ngantuk hahhaha. Coba deh saya pelan2 ubah kebiasaannya.

    BalasHapus
  4. Membangunkan anak2 memang agak tricky. Kita mesti ekstra sabar dan pakai cara ramah seperti di atas. Kalau marah2 anak2 malah susah dibangunin.

    BalasHapus