-->
mOaB8SxtB0X1FfqkEcWCngeyJrUW9rkTfz5H9ziF

Review Buku Dongeng untuk Anak Balita

buku odong-odong dongeng

Setiap orang tua tentu ingin memberikan stimulasi yang tepat bagi anaknya. Apalagi perkembangan bahasa seseorang anak itu perlu dilatih dan dikembangkan. Salah satu tahapan perkembangan bahasa anak adalah tahap mendengarkan. 

Anak belajar bicara dan berkomunikasi salah satunya dengan cara sering mendengarkan cerita atau dongeng. Setiap anak pasti senang dibacakan cerita atau dongeng, apalagi dibacakan oleh orang tuanya sendiri.

Paparkan Dongeng dengan Bertutur dan Membaca

Itupun yang saya lakukan ketika anak sulung saya sejak  ia berusia 1 tahun. Saya sering membaca buku bersamanya. Ketika kita membaca buku bersama anak, bukan berarti anak akan langsung suka dan memahami kegiatan membaca ini. Pada awalnya buku hanya dipegang-dilhat, lambat laun ia mulai memperhatikan halamannya setiap saya bacakan. Walaupun hanya halaman yang itu-itu saja, padahal bukunya sudah bervariasi.

Selain menyediakan buku dongeng , kami juga sering mencari contoh dongeng di internet sebagai khazanah untuk bercerita sebagai pengantar tidur. Kedua hal tersebut menjadi salah satu ikhtiar kami agar anak-anak kami semakin terpapar dunia bertutur dan berliterasi.

Nah, jadi kali ini saya akan merekomendasi buku dongeng yang dimiliki pertama kali anak sulung saya. Kira-kira tahun 2016 saya belinya tapi masih banyak yang juga yang jual di marketplace. Kenapa saya beli buku ini?

Awalnya karena saya menonton dongeng yang divisualisasikan dengan video dan lagi oleh pengarangnya di youtube, lalu saat Sakha umur 1,5 tahun sering saya nyanyikan. Nah, kebtulan saat hunting di toko buku saya melihat buku terbitan Naura Publishing ini. Saat itu saya membeli 2 judul buku terlebih dahulu. 3 judul bukunya menyusul kemudian.

Review Buku Odong-odong Dongeng

Ada lima buku odong-odong dongeng yang dimiliki Sakha. Jenis buku ini cocok dan direkomendasikan bagi anak yang pra membaca karena masih berbentuk boardbook. Tiap buku odong-odong dongen berisi 20 halaman. Buku anak seri terbitan Naura Publishing dibandrol dengan harga sekitar Rp49.000 perbukunya. 

Apa yang menarik dari buku odong-odong dongeng?

Serial buku dongeng ini berbeda dengan buku dongeng lainnya. Serial buku odong-odong dongeng interaktif dan imajinatif yang membuat membaca bersama orang tua menjadi lebih seru.

Tokoh-tokoh pada cerita serial buku odong-odong dongeng  adalah tokoh cerita fabel yang umum pernah kita dengar, seperti kancil dan buaya, katak dan ular, singa dan tikus.

Ceritanya dikemas oleh 2 tokoh utama Pakumis dan Topemon yang selalu membawa odong-odong dongeng dan bercerita dongeng hewan di setiap bukunya.

Melatih anak berimajinasi karena ceritanya berkembang tanpa henti.

Ada beberapa plottwist di akhir cerita serial buku odong-odong dongeng. Setiapcerita di dalam satu buku berakhir di halaman 10, lalu apa yang dihadirkan 10 halaman sisanya?

Kesepuluh halaman terakhir berisi alternatif cerita. Jadi, anak dapat dilatih berimajinasi agar ceritanya berkembang tiada henti. Walaupun anak pertama saya baru “nyambung” mengembangkan cerita ini di usia sekitar 3 tahun. 

Contohnya ketika di buku cerita singa dan tikus. Di halaman 11, Pakumis bertanya “Nah, Anak-anak seandainya dulu Singa memakan Tikus, apa yang terjadi ya?” Dari pertanyaan-pertanyaan in ianak bisa menjawab dan mengemukakan alasannya. 

Dengan kata lain pada 10 halaman terakhir ini menciptakan ruang diskusi saya bersama anak. Keunikan serial buku odong-odong dongeng membuat  pola komunikasi dan bounding dengan orang tua pun makin bertumbuh. 

Manfaat lainnya dari serial buku odong-odong dongeng.

Membentuk karakter anak melalui pesan moral dalam cerita.

Beberapa cerita serial buku odong-odong dongeng mengajarkan tentang kerja sama, tolong menolong dan persahabatan. Seperti di buku yang berjudul Ular dan Katak, meski awalnya berselih akhirnya mereka berdua bekerja sama untuk keluar dari lubang.

Binatang nyentrik, imajinasi tiada batas!

Sebenarnya saya kebingungan ini kelebihan atau kekurangan. Binatang-binatang yang digambar oleh illustrator Serial buku dongeng ini memang agak “nyentrik”, karena beberapa hewan dibuat terlalu colorfull. Sampai-sampai anak sulung saya bertanya “Mah singa kok warnanya ungu ya?”.

Mungkin maksud dari illustrator buku ini agar anak kreatif karena melihat visualisasi yang menarik dan penuh warna. 

Terakhir dan yang paling penting membaca buku  serial buku odong-odong dongeng  bersama anak tentu akan mendekatkan hubungan kita sebagai orang tua dan anak.

Penutup

Nah, itu dia review buku dongeng untuk anak balita dari saya. Tentu memilih buku cerita dongeng anak harus ada limunya, dari jenis buku dan isi pesan serta ilustrasinya. Memang tidak mudah, beberapa kali saya menemukan langsung pas ada juga yang tertipu dari judul bukunya. Maka dari itu, penting sekali mencari-cari review buku anak. 

Pesan saya buku serial buku odong-odong dongeng cukup direkomendasikan untuk balita di rumah sebagai sarana literasi. Selamat membaca bersama!



Salam, Semoga bermanfaat.


shafira adlina cerita mamah
Related Posts
Shafira Adlina
Mamahnya Sakha dan Hafsah. Mamah yang suka nulis dan desain. Masih belajar jadi blogger, asessor dan fasilitator. email : adaceritamamah at gmail dot com

Related Posts

11 komentar

  1. Lucu banget ya nama bukunya odong-odong bikin penasaran buat ibunya yang ngebacain dan juga anaknya yg pasti mau denger ceritanya

    BalasHapus
  2. Memilih buku anak jangan asal milih ya. Anak-anak ku juga suka nih buku cerita model gini. Suka di ulang-ulang bacanya.

    BalasHapus
  3. Dari judulnya lucu ih, odong-odong. Identik sama anak-anak ya memang. Rasa-rasanya jadi pengen bacain ke anak :D

    BalasHapus
  4. Wihh lucu, buatan indo lagii huhu. pengeeennn. Apalagi boardbook ya itu mbak, awett pastinya

    BalasHapus
  5. Kok ya jadi inget odong-odong saya ehehe. Lucu juga bukunya, selucu naik odong-odong nih :D

    BalasHapus
  6. paket lengkap! ilustrasi menarik, cerita inspiratif dan ada bab alternatif jawaban. masih ada kah di toko buku online kak bukunya? auto kepo nih, harga masih sama kah dengan tahun 2016 lalu?? mursidah banget harganya ya

    BalasHapus
  7. Mendongeng memang merupakan sarana yang asyik nih buat menyampaikan pesan moral. Duh jadi ingat sama nenek saya, dulu waktu kecil sering diceritakan (deceritain dengan cara dinyanyiin) cerita-cerita yang kayaknya bisa dikategorikan dongeng tapi bukan fabel lebih kepada kearifan lokal sini soalnya tokohnya manusia seingat saya.

    BalasHapus
  8. Saya melewatkan kesempatan mendongengkan anak saat balita. Terutama anak kedua dan ketiga. Hasilnya anak pertama saja yang suka baca. Pengin mengulang rasanya.

    BalasHapus
  9. Seru kali ya kaak kalau baca buku dongeng buat anak sendiri. Sayang, saya sekarang cuma bisa dongeng untuk anak kucing. Tapi asli tertarik deh sama odong-odong

    BalasHapus
  10. saya juga koleksi nih buku cerita boardbook gini, favorit anakku banget, kalo mau tidur slalu udah siapin buku buat saya bacain. saya beberapa kali membeli buku cerita yang emang gambar ilustrasinya lebih sedikit, lebih banyak tulisannya, namun anak saya sepertinya malah cepat bosan, mgkin belum saatnya ya dia pindah buku ke yang isinya mayoritas tulisan.

    BalasHapus
  11. Aku suka banget akhir-akhir ini juga membaca buku dongeng kak. Soalnya sederhana dan pesannya dapet. Pas sama yang anak-anak suka. Aku belum baca yang kakak baca jadi pengen

    BalasHapus