-->
mOaB8SxtB0X1FfqkEcWCngeyJrUW9rkTfz5H9ziF

Insecure sebagai orang tua? Ini bisa jadi solusinya!

solusi insecure adalah

Suatu hari saya pernah memberi pesan kepada salah satu teman saya yang berada di satu kepanitiaan acara ibu-ibu. Pesan tersebut berisikan menanyakan mengapa selama ini dia tak pernah sekalipun memngirim pesan di grup sekadar konfirmasi kehadiran rapat atau kegiatan hari H.

“Aku merasa insecure, Na …”ungkapnya padaku.

Saat itu saya tak paham  apa makna  insecure yang ia utarakan padaku. Singkatnya karena merasa tidak percaya diri dan merasa bersalah apapun yang ingin katakana di grup itu. Saya hanya memberi nasihat kala itu, “bukankah orang akan salah paham dengan sikap Mbak? Mbak akan dikira tidak peduli dengan tidak merespon semua hal yang terjadi di kepanitiaan ini.”

Apa itu Insecure?

Pasti kita  pernah   menjumpai   beberapa   teman kita   yang   memiliki karakter seperti  pencemas,  penakut,  perasaan  rendah  diri  dan  pemalu. Kejadian itu yang membuatku penasaran ingin mengetahui apa itu perasaan insecure dan mengapa seseorang bisa mengalami sebuah perasaan insecure?

Insecure adalah sebuah perasaan ketidak percaya diri yang dimiliki seseorang yang menggambarkan sebuah perasaan takut dan tidak aman. 

Perasaan tidak aman dapat diartikan sebagai sebuah perasaan takut akan sesuatu yang dipicu oleh ketidakpuasan dan ketidakyakinan akan kapasitas diri sendiri. 

Perasaan ini biasa dialami oleh setiap orang dalam hidupnya. Namun, ada sebagian orang yang mengalami perasaan insecure ini di waktu tertentu saja ada juga yang mengalaminya setiap saat.

Penyebab Mamah Merasa Insecure

Penyebab orang merasa insecure bisa karena kejadian-kejadian di masa kecil, trauma masa lalu, kejadian yang baru-baru ini dialami, tekanan dari lingkungan dan sebagainya. Bagaimana seorang orang tua khususnya seorang Mamah merasa insecure?

Penyebab perasaan insecure ini bisa ternjadi dari dalam maupun luar pribadi itu sendiri. Berikut hal-hal yang melatarbelakangi seseorang merasa insecure. 

1. Membandingkan dengan Orang Lain

The grass is always greener on the other side.

Maksudnya rumput tetangga selalu lebih hijau. Kita akan lelah hati jika membandingkan segala urusan dunia kepada orang lain yang di atas kita. Tak mengapa selama kita membandingkan tetapi memicu semangat adrenalin kita.

Namun, kita tidak pernah tahu hati kita berbisik apa, kadang rasa insecure itu datang taktala mata kita fokus pada kekurangan diri kita. 

2. Mengalami sebuah kegagalan

Seorang Mamah kadang merasa bersalah lalu merasa insecure ketika mengalami sebuah kegagalan yang dipandang oleh cara pandangnya. Merasa bersalah ketika tidak melahirkan secara normal atau tidak tuntas dalam memberi ASI secara eksklusif. 

Apalagi ketika mengalami kondisi hamil dan melahirkan yang melibatkan perubahan banyak hormon. Secara langsung perubahan hormon ini juga mempengaruhi kondisi kejiwaan seseorang. 

Perasaan cemas, takut, tidak percaya diri bermunculan. Perasaan insecure yang tumbuh pun beranekaragaman karena proses melahirkan atau karena luka jahitan dalam.

3. Terlalu Sering Mengakses Media Sosial

Di era yang sangat desktruktif dan pesatnya arus informasi saat ini, hal yang tidak bisa dihindari adalah media sosial. Banyak di antara teman-teman “offline” saya, yang akhirnya mengistirahatkan beberapa akun media sosialnya ketika merasa down. Alasanya mereka jauh lebih baik saat bisa menenangkan diri tanpa media sosial.

Media sosial yang didominasi oleh semarak momen bahagia sering dijadikan alat pembanding. Walaupun kita tahu bahwa media sosial itu seperti alat yang bisa kita gunakan sesuai tujuan kita. Namun, tanpa sadar atau sadar kita sering terluka karena tajamnya pisau media sosial. Kadang kita lupa bahwa apa yang dibagikan di media sosial hanyalah sebagian kecil dari kehidupan orang lain.

Ada beberapa orang juga yang mengklaim bahwa mereka merasa bahagia ketika melihat kebahagiaan orang lain, tetapi persentase golongan malaikat ini saya rasa cuma sedikit.

Ada juga yang mengatur media sosial sedemikian rupa hanya untuk melihat telaga ilmu tertentu. Sekali lagi media sosial itu seperti alat, kita bisa membatasi penggunaanya jika hanya menghadirkan perasaan insecure dalam diri kita.

4.  Tekanan dari Lingkungan Sekitar

Alasan mengapa hadir rasa insecure juga disebabkan dari luar seperti tekanan yang ditimbulkan dari sekitar. Meski ada pepatah daging ikan laut tak akan asin di lautan. Namun, sebagai manusia kadang kita merasa overwhelmed dengan segala tekanan yang ada.

Apalagi ketika mendapatkan predikat sebagai orang tua baru. Pertama kali menjadi Mamah saya juga merasa sering kebingungan harus melakukan apa ketika merawat bayi yang baru lahir. 

Walaupun kita telah menyiapkan diri dengan segudang pengetahuan tentang merawat bayi dan panduan parenting lainnya. lalu datanglah segudang nasihat yang cenderung menghakimi.

“wah asinya ga lancar, jarang makan sayur ya?”

“asinya belum keluar ya?”

Memang ada dua pilihan, mereka yang bertanya benar tulus bertanya atau mau menasihati dan menghakimi.

Semua komentar dan sudut pandang orang lain ini menjadi sebuah tekanan yang kemudian dapat mengacaukan pikiran dan emosi kita sebagai orang tua. Beberapa dari kita akhirnya merasa insecure dan tidak becus mengurus anak sendiri. Apalagi ketika tidak mendapatkan dukungan dari pasangan juga bisa menjadikan perasaan ini semakin menjadi-jadi.

Solusi dari perasaan Insecure

Perasaan insecure dapat berdampak positif bagi seseorang jika muncul beberapa kali saja dan bukan merupakan hal yang terus menerus terjadi. 

Perasaan insecure yang tepat akan membawa dampak positif seperti pecutan motivasi untuk menjadi lebih baik. 

Namun, jika perasaan insecure dialami terus menerus dan berulang, maka hanyalah dampak negatifnya saja. Kita dapat menjadi depresi dan selalu berburuk sangka pada diri sendiri dan orang lain. 

Semoga ulasan di bawah ini bisa menjadi solusi bagi kita yang sedang mengalami perasaan insecure ini :

1. Sadari kelebihan dan kekurangan diri.

Semua yang diciptakan Allah Ta’ala tidak pernah ada yang sia-sia. Setiap makhluk memiliki fungsi dan perannya masing-masing.

Setiap manusia memiliki potensi kelebihan dan kekurangannya. Begitupula kita, temukan dan sadari pa kelebihan dan kekurangan diri kita sendiri.

Perlahan mulai yakin bahwa setiap manusia sudah terlahir dengan potensi dan kesempatannya masing-masing. Temukan passion kita di bidang apapun itu. Entah itu, membuat mainan anak, mendesain atau menulis di dalam blog.

Setelah sadar lalu asah dengan baik kemampuan tersebut. Dengan begitu, kita tidak akan dan perlu insecure jika ada orang lain yang lebih-lebih dalam segala hal dibanding kita. Karena kita telah memiliki cahaya sendiri. Fokus pada terang cahaya yang kita miliki, jangan pada gelapnya. 

2. Mengenal syari’at

Sering kita terbawa arus dengan segala sesuatu yang tidak esensial. Terjebak dalam “perang-perangan” antar Mamah-mamah yang mengklaim pilihan hidup dan aktivitasnya adalah yang paling benar atau sehat sementara pilihan dan aktivitas hidup orang lain adalah salah. 

Atau malah merasa “kecil” dan tidak berdaya karena hidup kita begini-begini saja sementara orang lain begitu dan begitu. Lelah hayati sendir jadinya.

Oleh sebab itu, penting sekali untuk bermuhasabah untuk mengembalikan kembali untuk menemukan strong why kembali kepada Allah Yang Maha Mengatur Hidup. 

Kita harus tahu apa maunya Sang Pencipta kita, kita ini diciptakan untuk tujuan apa. 

Dengan merujuk kepada syari’at, kita tidak perlu insecure jika berbeda pilihan hidup dengan orang lain. Perbedaan itu wajar. Entah itu perbedaan dalam mendidik anak, profesi yang dipilih, cara menstimulus anak dan sebagainya.

Hal yang mendasar adalah bagaimana agar Allah ridho terhadap pilihan kita. 

3. Berdoa agar dijauhkan dari penyakit hati. 

Solusi lain agar kita tidak insecure adalah dengan cara langit. Selain berikhtiar maksimal kita juga harus optimal dalam meminta kepada Sang Khalik. Allah yang Maha Membolak-balikkan hati manusia.

Gemerlapnya dunia, apalagi dunia maya kini lebih gemerlah membuat kita memandang sebelah mata terhadap dunia nyata yang kita hadapi. 

Kita mulai sibuk mengurusi urusan orang lain. Terlalu transparannya akses kehidupan dan urusan otang lain kadang membuat hati terbesit iri dan dengki.

Wah kok anaknya sudah bisa ngerjain integral?

Wah kok suaminya bisa romantic banget?

Wah kok keluarganya kompak bgt?

Terkadang kita tidak sadar tenyata hati kita yang sudah sakit karena ga bisa lihat orang lain senang, atau senang lihat orang lain susah?astagfirullah.

Jangan lupa untuk selalu meminta kepada Allah agar tehindar memiliki sifat ini, kita harus terus memohon supaya dijauhkan dari iri dengki terkait duniawi. 

Jika itu urusan akhirat yang membuat kita terpacu semangatnya, lakukan. “wah ibu itu bisa tilawah sehari satu juz.” Kita tidak berhenti di wah tapi terus mengikuti amalannya di rumah. Itu jauh lebih bermanfaat.

Jangan sampai juga kita termotivasi akan akhirat tapi malah salah prakteknya. Misalnya ketika melihat anak lain bisa menghapal ayat Quran yang agak panjang, Surat An Naba. Lalu, kita menggegas anak kita yang masih 3 tahun yang baru hapal suart pendek 3 Qul. 

Semoga Allah menjauhkan kita semua dari sifat iri dengki yang memakan kebaikan. Aamiin. 

Kalau setiap diri ini sudah bebas iri dengki, insyaAllah tidak akan ada rasa insecure juga karena yakin bahwa segala sesuatu ditetapkan sesuai kadarnya.


Semoga bermanfaat, Salam.

Shafira Adlina. 

shafira adlina
Related Posts
Shafira Adlina
Mamahnya Sakha dan Hafsah. Mamah yang suka nulis dan desain. Masih belajar jadi blogger, asessor dan fasilitator. email : adaceritamamah at gmail dot com

Related Posts

7 komentar

  1. Rumput tetangga mah memang selalu nampak lebih hijau.. kalo gak bisa mengendalikan diri ya ujung2nya Insecure... Selain itu memang penting sih untuk selalu bersyukur, supaya gak kufur nikmat ya kan kak? Hehe

    BalasHapus
  2. alhamdulillah, sekarang aku udah "sadar" bahwa anak dan keluarga kita sendiri itu memang nggak boleh dibanding-bandingin sama yang laen. Boleh untuk sekedar kasih contoh aja, tapi jangan sampek malah buat kita stres, hehe..

    BalasHapus
  3. halo kak,
    bicara soal insceure, saya juga sering insecure sih tapi lebiih karena kemampuan orang lain yang saya gak bisa. seperti ilustrator muda yang berbakat dan para emak yang masih bisa ngatur waktu dan konsisten disana. karena, saya tau sulit sekali mengatur waktu antara domestik, suami, anak dan pekerjaan kita sebagai blogger. solusi nya benar kata kakak, mengenal syariat, berdoa dan tetapkan goal sebagai bahan bakar fokus kita.

    thanks for sharing ya kak

    BalasHapus
  4. Waduh anak siapa tuh mba udah ngerjain integral? hahaha.
    terimakasih ka shaf sharingnya. Aku juga sering seperti ini. tapi selalu kukembalikan ke diri sendiri mau ngga kalau aku dipush dan dibandingkan gitu, sedih pasti

    BalasHapus
  5. Nomor 1 dan 3 nih aku kadang2 masih ngerasain. Tipsnya ngena banget nih teh Ina. Kudu Hati2 bener sama penyakit hati yaa dan niat sih. Karena bisa jadi upayanya sudah ukhrawi tp ternyata niatnya duniawi. Gara2 niat jadi beda hasil yaa

    BalasHapus
  6. Jauhkan penyakit hati dan media sosial memang penting ya mba. Kalau gak di jaga takut terbawa dengan rasa insecure.

    BalasHapus
  7. Berdoa untuk dijauhkan dari perasaan nggak baik yang bisa merugikan diri dan hati ini selalu aku lakukan mba. eheheh ... biar pikirannya nggak terkontaminasi hal buruk. Semangat kita, semoga bisa melalui ujian di kehidupan dengan mudah.

    BalasHapus