-->
mOaB8SxtB0X1FfqkEcWCngeyJrUW9rkTfz5H9ziF

Hari Pneumonia Sedunia Serukan Gerakkan Stop Pneumonia

Apa yang dipikirkan teman-teman semua saat mendengar penyakit Pneumonia?

Batuk, sesak nafas bahkan kematian itu yang pernah terpikir dibenak saya. Pnemonia bisa menyebabkan kematian? Betul, adanya.

Pneumonia adalah salah satu penyakit yang menyebakan kematian di dunia. Data dari badan kesehatan dunia menyebutkan bahwa pneumonia merupakan nomor satu penyebab kematian anak di dunia. 

Diperkirakan ada 1,8 juta atau 20% dari kematian anak diakibatkan oleh Pneumonia. Angka ini melebihi kematian akibat AIDS, malaria dan tuberculosis (WHO). Di Indonesia, pneumonia juga merupakan urutan kedua penyebab kematian pada balita setelah diare.

Menurut laporan UNICEF, sekitar 800.000 anak di dunia meninggal akibat pneumonia setiap tahun. Artinya, setiap hari hampir 2.500 anak meninggal karena penyakit ini. Dengan kata lain setiap 1 menit ada 2 balita yang meninggal akibat penyakit Pneumonia.

Hari Pneumonia Dunia diperingati setiap tanggal 12 November

Setiap tanggal 12 November adalah Hari Pneumonia Dunia. Pada 12 November 2020, meskipun Pandemi, Indonesia tetap memperingati Hari Pneumonia Dunia secara virtual. Setiap tahun, Pneumonia membunuh 1.4 juta balita di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, dari lima kematian Balita, satu di antaranya disebabkan pneumonia (Kemenkes).

Fakta yang dipaparkan di atas bahwa betapa penyakit Pneumonia ini memiliki urgensi untuk dicegah penyebarannya. Oleh karena itu, hari peringatan ini menjadi momentum untuk kembali mengingatkan upaya untuk melakukan pencegahan dan menghindari pneumonia pada anak.

Acara peringatan Hati Pneumonia Dunia yang diselenggarakan oleh organisasi Save The Children diikuti hampir 300 peserta dari berbagai kalangan. Mulai dari perwakilan dari Dinkes Provinsi/Kabupaten/Kota di Indonesia, perwakilan dari Oase Kabinet Indonesia Maju dan Ketua PKK Pusat dan daerah serta orang tua penyitas pneumonia serta beberapa artis, awak media juga bloger-bloger Indonesia.

Ibu Wakil Presiden RI Wury Ma’ruf Amin, Bapak Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dan Ibu Menteri KPPPA I Gusti Ayu Bintang Darmawati memberikan sambutan di awal acara tersebut. CEO Save The Children Selina Patta Sumbung dan Dokter Spesialis Anak Prof. Dr. dr. Soedjatmiko, Sp.A(K.), M.Si., pun memberikan edukasi pada kami saat acara puncak itu berlangsung.

pneumonia adalah

Pneunomia Bisa Dicegah!

dr. Lula Kamal, M.Sc., dokter yang juga seorang aktris menjadi pembawa acara peringatan Hari Pneumonia Dunia. Setelah itu Atiqah Hasiholan, Surya Saputra dan Cynthia Lamusu yang membagikan tips seputar mencegah Pneumonia.

Kedua pasangan artis tersebut memaparkan bahwa mereka memastikan buah hatinya untuk  mendapatkan Haknya berupa ASI eksklusif, imunisasi dasar lengkap dan kecukupan gizi serta nutrisi yang seimbang.

“Bagi saya dan suami (Rio Dewanto) urusan pemenuhan kesehatan anak (Salma) sejak lahir merupakan prioritas utama kami. Sejak lahir, Salma selalu mendapatkan imunisasi dasar lengkap, dia juga mendapatkan ASI eksklusif dan MPASI, lalu lanjut pemberian ASI sampai dua tahun. Hal ini saya lakukan untuk memastikan agar gizinya terpenuhi dengan baik,” jelas Atiqah pada acara Hari Pnemonia Sedunia.

Pada saat acara berlangsung saya tidak menyangka ada artis lain yaitu Arumi Bachsin yang merupakan salah satu ketua TP PKK (Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) Jatim. Dalam sambutannya menjelaskan bahwa memerangi Pneumonia dibutuhkan kerjasama dari semua pihak.

Dari paparan yang digelar pada acara tersebut, dokter spesialis anak, Soedjatmiko mengatakan, gaya hidup tidak sehat lingkungan dan orang sekitar menjadi salah satu penyebab Pneumonia pada anak. Penyakit ini menular, tetapi bisa kita cegah. Kita dapat memilih menjadi korban sebuah keadaan atau pengubah keadaan. Kita dapat menjadi pengubah keadaan dengan menjadi agen perubahan, menghentikan pneumonia adalah aksi yang dapat dilakukan.

Definisi Penyakit Pneumonia, Penyebab Hingga Cara Pencegahannya

Secara definisi pneumonia adalah infeksi jaringan paru-paru (alveoli) yang bersifat akut. Penyebab Pneumonia merupakan bakteri, virus, jamur, pajanan bahan kimia atau kerusakan fisik dari paru-paru, maupun pengaruh tidak langsung dari penyakit lain.

Pneumonia juga membuat kantung udara di dalam paru-paru kita meradang. Cairan atau nanah dapat mengisi kantung udara yang terinfeksi tadi, sehingga penderita merasakan  sakit yang luar biasa dan kesulitan bernapas.

Fakta yang mencenangkan adalah penyebab pneumonia berkaitan dengan belum terpenuhinya ASI eksklusif yang hanya 45 persen, berat badan lahir rendah 10,2 persen, dan belum imunisasi lengkap 42,1 persen, serta polusi udara di ruang tertutup dan kepadatan yang tinggi pada rumah tangga.

apa ciri-ciri pneumonia

Gejala Anak Mengidap Pneumonia

Gejala awal pneumonia menyerupai selesma (common cold) seperti batuk, pilek, dan demam yang disertai lemas dan lesu berkepanjangan. Alasan ini yang menjadi sebab anak yang terkena pneumonia lambat disadari karena gejala awalnya sulid dibedakan dengan gangguan pernapasan lainnya.

Namun, gejala pneumonia biasanya bertahan relatif lebih lama dibandingkan pilek dan batuk karena selesma. Gejala anak yang mengidap Pneumonia selanjutnya adalah kesulitan bernapas yang ditandai dengan  bernapas cepat disertai cekung dada tinggi.

Pada bayi kesulitan bernapas dengan mudah diketahui saat beraktivitas atau makan. Bayi yang mengalami kondisi kesulitan bernapas akan memprioritaskan mekanisme tubuhnya untuk bernapas sehingga ia akan makan lebih sedikit, gelisah, rewel, atau terlihat tidak nyaman.

Bagaimana cara untuk mencegah Pneumonia?

Pneumonia pada anak dapat dicegah dan ditangani. Cara mencegah Pneumonia di mulai dari organisasi terkecil yakni keluarga. Keluarga memiliki peran yang besar dalam kesehatan anak sebagai generasi penerus bangsa yang harus mendapat perlindungan dan hak kesehatannya termasuk STOP Pneumonia. 

Bagaimana cara menghentikan Pneumonia?

Cara menghentikan Pneumonia dapat dilakukan dengan melalui tiga pendekatan terpadu penatalaksanaan Pneumonia pada anak.

Cara menghentikan Pneumonia dengan Pendekatan Melindungi.

Pertama dengan Melindungi. Kita dapat menerapkan praktik pengasuhan baik sejak lahir. Seperti yang dijelaskan dr soejadtmiko dan yang diterapkan kedua pasangan aktris di atas. Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan, Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang tepat setelah usia 6 bulan, jangan lupa untuk menyusui selama 2 tahun.

Pendekatan Kedua untuk STOP Pneumonia adalah Mencegah. 

Mencegah Pneumonia dapat dilakukan dengan menuntaskan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) untuk anak. Dalam sambutan acara virtual Hari Pneumonia Sedunia, Menteri Kesehatan Negara Republik Indonesia, Terawan menyampaikan dalam penanggulangan kematian pneumonia pada anak, pemerintah meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan pada balita dengan pnemonia, serta meningkatkan peran serta masyarakat dalam deteksi dini dan perluasan imunusiasi Pneumococcus Conjugated Vaccine (PCV) secara bertahap.

Pendekatan untuk menghentikan pneumonia terakhir adalah mengobati. 

Segera membawa anak yang menunjukkan gejala sakit ke fasilitas kesehatan terdekat seperti puskesmas, rumah sakit atau klinik. Jangan lupa untuk memberikan asupan bergizi saat anak sakit.

HARI PNEUMONIA SEDUNIA

Mengenal Save The Children Indonesia, Penyelenggara Hari Pneumonia Sedunia

Save the Children adalah lembaga sosial (NGO) Internasional yang dibawahi aliansi Save the Children Internasional. Save the Children sudah bekerja sejak tahun 1976 di Indonesia. Save the Children terdaftar secara resmi di Indonesia sebagai organisasi lokal dengan nama Yayasan Sayangi Tunas Cilik, sebagai komitmen untuk berberlanjutan program jangka panjang di dalam negeri. 

Save the Children bekerja sama dengan pemangku kepentingan seperti pemerintah Indonesia, organisasi masyarakat sipil, komunitas, dan mitra lainnya. Lembaga sosial ini bersama Kementerian Kesehatan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menyerukan gerakan STOP Pneumonia agar dapat kita implementasi di dalam kehidupan sehari-hari.

Penutup

Pneumonia merupakan nomor satu penyebab kematian anak di dunia. Pemerintah bekerja sama dengan save the children mengajak seluruh lapisan masyarakat mengajak untuk menggalakkan gerakan STOP PNEUMONIA. 

Gerakan STOP Pneumonia ini mengajak masyarakat untuk menjadikan Hari Pneumonia yang sebagai momentum untuk semakin meningkatkan pemahaman mengenai pneumonia dan mencegah lebih banyak kematian akibat penyakit mematikan ini. 

shafira adlina cerita mamah
Related Posts
Shafira Adlina
Mamahnya Sakha dan Hafsah. Mamah yang suka nulis dan desain. Masih belajar jadi bloger, asessor dan fasilitator. Untuk kerja sama silahkan hubungi email : adaceritamamah at gmail dot com

Related Posts

15 komentar

  1. Rajin sekali sih ikut webinar mbak Ina..

    Ya Allah, penyebab kematian balita nomor satu setelah diare? kok serem sih. Untuk gejala gangguan pernapasan memang mirip-mirip batuk flu dan radang ya mbak. Intinya memang jaga asupan dan kesehatan si anak.

    Semoga sehat selalu anak-anak dan keluarga kita ya mbak, aamiin..

    BalasHapus
  2. Aku baru tau ada hari peringatannya tiap tgl 12. Bicara soal penyakit ini, aku jadi ingat waktu jaman jadi wartawan.. liputan soal penyakit tbc dan pneumonia yang meningkat saat itu karna pancaroba

    BalasHapus
  3. ternyata hari pneumonia bertepatan dengan hari ayah ya. penting juga peringatan hari pneumonia ini karena orang-orang sibuk dengan covid, padahal banyak penyakit mematikan lainnya yang sudah jauh lebih lama dibanding covid

    BalasHapus
  4. Bedanya pneumonia dengan covid apa ya? pernah dengar katanya covid ini juga mirip . penumonia dan aku baru tahu kalau ada peringatannya juga.

    Semoga kita terhindar dari penyakit-penyakit ini. Amin.

    BalasHapus
  5. Pertama datang si virus covid ada yang bilang covid ini ya pneumonia, benarkah demikian?
    Aku baru tahu juga kalau ada peringatannya. Semoga kita senantiasa dijaga dari penyakit apapun.

    BalasHapus
  6. Bru tau aku mom ada hari pneumonia sedunia, alhamdulillah anak dah vaksin pcv 3x nti tinggal booster yg ke 4

    BalasHapus
  7. berat badan bayi pas lahir juga ngaruh ya ternyata terhadap penyakit penumonia ini, aduh jadi inget udah lama banget ga bawa nahla ke dokter. agak worry karena pandemi gini jugaa.. semoga dengan peringatan hari pneumonia ini bikin banyak orangtua yang makin melek dan sadar akan kebutuhan kesehatan diri dan keluarganya ya

    BalasHapus
  8. Ngeri juga ya mbak, penyebab kematian anak nomor 1. Aku malah taunya pneumonia ini sering diidap orang2 tua, baru sadar anak kecil lebih rentan huhu. Informasinya bagus banget

    BalasHapus
  9. Semoga anak-anak kita selalu dihindarkan dari segala penyakit ya mbak. Jadi keinget nih PCV nya anakku masih ada yang kurang 1 lagi kayaknya

    BalasHapus
  10. Allhamdulilah dapet ilmu meski ga ikut webinar. Makasih Mamah, aku belum tahu banyak soal pneumonia, sekarang jadi punya gambaran.

    BalasHapus
  11. Aku merinding pas tahu kalau penumonia menjadi penyebab nomor 1 kematian anak di dunia. Jadi harus lebih waspada. Jadi paham tentang melindungi, mencegah dan mengobati

    BalasHapus
  12. baru tahu saya pneunomia. Ini yang sering orang bilang gejalanya mirip corona ya, saat pandemi ini.

    BalasHapus
  13. Waaah save the children ini emang lembaga yang aku takjub dan sempat terharu banget sama video2nya ketika menolong anak2 Indonesia.
    Ngeri yaa pneumonia ngga disadari sebagai pembunuh anak nomer 1 😢

    BalasHapus
  14. Ternyata ada hari pnumonia sedunia ya. Anak ku pernah juga kena Pnumonia sedih banget. Perawatannya juga harus intensif.

    BalasHapus
  15. baru tau ini penyebab kematian anak no 1 kak, astaghfirulloh.. kurang ngerti masalah pnumonia, jadi lebih aware baca ini thx kak

    BalasHapus