-->
mOaB8SxtB0X1FfqkEcWCngeyJrUW9rkTfz5H9ziF

Konsumsi Camilan Mempengaruhi Perilaku Anak? Yuk Ajari Ngemil Bijak!



cara makan anak yang baik

Masyarakat Indonesia merupakan salah satu dari 11 Negara yang menyukai aktivitas ngemil. Studi yang berjudul The State of Snacking yang dirilis The Mondelez International dirilis tahun 2019.

Tentu kita setuju bahwa mengkonsumsi camilan atau ngemil ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan mental dan emosional. Selama virus corona menyerang, kita banyak melakukan aktivitas di rumah dan rentan ngemil secara berlebihan. Seperti cerita Bloger Betawi satu ini tentang camilan favoritnya di rumah.

Konsumsi camilan atau ngemil adalah kegiatan yang banyak disukai sekaligus dihindari. Kegalauan untuk makan camilan biasanya terjadi karena takut akan efek buruk yang ditimbulkan. 

Apa itu Camilan?

Camilan (Snack) merupakan makanan ringan yang dikonsumsi diantara waktu makan utama. Camilan disukai siapa saja. Anak-anak dan orang dewasa pun menikmatinya. Pada umumnya dikonsumsi kurang lebih 2-3 jam diantara waktu makan utama, yaitu pada pukul 10 pagi dan pukul 4 sore. 

Saat ini begitu banyak  jenis camilan yang beredar di pasaran. Jurnal yang dikeluarkan oleh UNPAD tahun 2012 juga menjelaskan bahwa jenis camilan yang beredar banyak mengandung monosodium glutamate (MSG), kalori, lemak,dan zat-zat lain yang berbahaya bagi kesehatan.

Kenapa kita ingin ngemil?

Setiap melakukan sesuatu pasti ada alasan yang mendasari. Sama seperti ngemil, berikut beberapa alasan yang mendorong seseorang untuk makan camilan. 

1. Stress

Sahabat, siklus tubuh kita ketika mengalami stress akan memproduksi hormon stres atau kortisol. Kita memiliki dua pilihan untuk menekan laju produksi hormon kortisol. 

“Fight or flight” artinya kita dapat melawan stres atau melarikan diri. Untuk merasa lebih baik lagi, salah satunya dengan hadirnya rasa ingin ngemil.

Sering kan kita merasakan stres, lalu pilihan camilan akan jatuh pada yang mengandung karbohidrat simpleks dan gula tinggi. Misalnya coklat, permen atau kue dan minuman manis. Kenapa? Karena karbohidrat simpleks yang dipecah menjadi gula dapat memicu pelepasan hormon serotonin, atau hormon rasa bahagia. 

2. Bosan

Banyak di antara kita akan ngemil untuk menghilangkan rasa bosan. Apalagi ketika harus banyak berkegiatan di rumah. Hal ini senada apa yang disampaikan Tara De Thouars (Psikolog Klinis) saat saya mengikuti virtual sharing session, yang berjudul “Tips & Trick Ngemil Bijak dalam Keluarga" yang diselenggarakan oleh Mondelez Indonesia dan IIDN (Ibu-ibu Doyan Nulis) pada tanggal 22 Agustus 2020 lalu. Beliau menyampaikan ngemil bisa dipicu oleh rasa bosan atau kondisi emosi tidak stabil akibat perubahan mendadak dan rasa takut akan pandemi. Pola ngemil seperti ini biasa disebut juga emotional eater.

Tidak hanya kita sebagai orang dewasa, anak pun pasti sering dilanda kebosanan. Jenis camilan yang akan dikonsumsi tergantung pada rasa jenuh yang dirasakan. Menurut website kalbe.or.id semakin tinggi tingkat jenuh seseorang maka cenderung akan memilih camilan dengan rasa yang gurih.

3. Lapar mata

Anak-anak masih dalam proses tumbuh dan kembang, baik secara fisik maupun mental. Secara fisik, syaraf anak belum bisa berkembang. Bu Elly Risman pernah berkata bahwa sinapsis atau sistem syaraf penghubung anak itu belum terbentuk semua. Sederhananya otak anak-anak itu belum nyambung, maka dari itu kita sebagai orang dewasa mengajarkan dan memberikan teladan. Baik yang harus dilakukan ataupun tidak. 

Mereka belum bisa mengendalikan keinginannya. beberapa kali anak sulung saya, Sakha ingin ngemil karena melihat makanan. Jangankan anak-anak seumuran Sakha kita pun yang dewasa sering juga lapar mata.

4. Bergadang

Sebuah penelitian dari Proceedings of the National Academy of Sciences, menyatakan bahwa orang yang kurang tidur cenderung lebih merasakan lapar. Alasan timbulnya rasa lapar tersebut karena tubuh membutuhkan energi untuk tetap terjaga. 

Nah saya sendiri pernah mengalaminya beberapa kali. Apalagi ketika bergadang akan membuat kita merasa bosan sehingga peluang untuk ngemil juga makin besar. Oleh sebab itu, jangan begadang jika tiada artinya ya, mari biasakan untuk tidur tepat waktu.

cara mengemil bijak

Manfaat Mengkonsumsi Camilan

Meskipun begitu ternyata mengkonsumsi camilan atau mengemil juga memiliki beberapa manfaat

1. Sebagai penyeimbang metabolisme tubuh. 

Pola makan 3 kali sehari dan ditambah ngemil 2 kali di antara makan siang akan membantu menyeimbangkan metabolisme, membakar lemak lebih cepat, dan menjaga kesehatan tubuh.

2. Mengontrol nafsu makan.

Beberapa orang dewasa memiliki tujuan ngemil untuk tidak makan utama secara berlebihan. Dalam sebuah penelitian, makan dengan porsi kecil dapat membantu untuk menjaga tubuh tetap ramping.

3. Menjaga suasana hati. 

Ketika lapar, kadar gula darah akan menjadi rendah, sehingga berpengaruh terhadap emosi dan konsentrasi. Makan camilan secara teratur dapat menjaga gula darah tetap stabil sehingga membantu suasana hati menjadi lebih baik.


Namun, untuk mendapatkan manfaat positif dari mengonsumsi camilan, kita perlu memilih kudapan yang sehat. Seperti yang tidak terlalu banyak mengandung gula, pemanis buatan, pewarna, pengawet bahkan MSG (Monosodium glutamat). Jika tidak, kita malah akan mendapat efek negatif seperti kenaikan berat badan, diabetes, hingga obesitas.  Naudzubillah.

Fungsi Ngemil Pada Anak

Beberapa orang tua memberikan camilan kepada anak yang baru mulai belajar makan atau MPASI (Makan Pendamping Air Susu Ibu) untuk memenuhi kebutuhan nutrisi mereka. Camilan atau makanan selingan tersebut biasanya berupa buah-buahan, puding atau kue. 

Penelitian di Kota Bogor pada Tahun 2004 sekitar 36 % pemenuhan kalori anak sekolah berasal dari jajanan yang umumnya hanya didominasi kandungan karbohidrat, lemak dan garam yang disukai anak-anak dan cepat menimbulkan rasa kenyang. 

Kebiasaan anak-anak untuk jajan dan ketergantungan pada satu jenis makanan saja menyebabkan pola konsumsi anak-anak tidak berimbang dan aman. Untuk itu guna memenuhi kecukupan energi, protein, lemak dan karbohidrat pada susunan menu keluarga salah satu upaya yang dapat ditempuh dengan menambahkan snack sebagai makanan selingan pada susunan hidangan keluarga. Snack yang disajikan tentu saja harus sehat, aman, dan dapat menyuplai kebutuhan gizi keluarga. 

Konsumsi makanan termasuk snack yang aman dengan kandungan gizi seimbang, cukup energi dan zat gizi sangat dianjurkan agar terbentuk kebiasaan makan yang baik untuk meningkatkan selera makan guna mencapai perkembangan fisik dan kognitif yang optimal, berat badan yang normal, dan menurunkan resiko penyakit kronis diusia dewasanya.  

Mengkonsumsi Camilan dan Perilaku Anak

Menurut psikolog klinis Tara De Thouars hubungan antara ngemil dan perilaku yang nantinya bisa menjadi kebiasaan dan berpengaruh menurun dari orang tua kepada anak. Kalau perilaku ngemil-nya baik tidak mengapa. Kalau buruk? Naudzubillah.

Jangankan anak, kita orang dewasa sering khilaf. Hayo ngaku, siapa di sini yang sering nonton drakor sambil ngemil? Atau baca buku sambil makan kacang? Tanpa sadar kacang sebungkus pun habis. 

Kenapa kita perlu sadar saat mengkonsumi makanan, even itu hanya camilan?

Kenalan saya seorang therapist emosi Teh Gina Shabira juga menjelaskan perilaku mengkonsumsi makanan apapun termasuk camilan erat hubungannya dengan pengelolaan emosi. Bagi mereka yang tidak sadar ketika makan atau mengkonsumsi sesuatu bisa menjadi pribadi yang tidak mengontrol atau melepas emosi di dalam tubuh.

Khrisma Fitriasari (Head of Corporate Communication Mondelez) pun menyampaikan bahwa kita perlu sadar saat mengkonsumsi makanan selingan atau camilan dan memahami isyarat tubuh kita. Alasannyak etika kita tidak sadar kita akan merasa bersalah. Maka dari itu perlu penerapan untuk mengkonusmsi camilan secara bijak.cara makan anak yang baik

Cara Ngemil Bijak

Sebuah ilmu baru yang saya pelajari dari Tara De Thouars adalah untuk menerapkan lima langkah berikut untuk mengkonsumsi camilan. Cara mengkonsumsi camilan dengan bijak ini bisa kita lakukan dengan buah hati agar mengajarkannya sejak dini. Berikut 5 langkah yang bisa lakukan untuk makan camilan dengan bijak :

1. Cek sinyal tubuh.

“Otak-otak” 

Suara abang yang menjajakan jajanan lewat depan rumah.

Tiba-tiba sakha langsung menghampiri saya 

“Mamah, mau otak-otak ga?”

Anak ini memang lucu tingkahnya. Sebetulnya dia ingin minta atau berharap dibelikan. 

“Gak sayang, Sakha laper? Makan manga yu.” 

Tingkah sakha saat itu mirip kita saat salah merespon sinyal. Selama ini kita tanpa sadar mengandalkan indera lain untuk memutuskan mengkonsumsi camilan. Kadang keputusan untuk makan bersadarkan sinyal pendengaran, penciuman bahkan penglihatan kan?

Saat mencium wangi sate “kayanya laper deh”

Saat melihat camilan di rak-rak minimarket “Duh kayanya enak, laper nih”

Padahal isyarat tubuh butuh makan atau lapar hanya adanya di perut. 

Tara mengajarkan kita untuk mengecek sinyal tubuh sebelum mengambil keputusan untuk mengkonsumsi camilan. Apakah benar saya lapar? 

Jika ingin mengajarkan kepada anak, coba ajak diskusi dan tanyakan pada anak kita. 

“Apakah Kakak lapar?” “Seberapa banyak yang dibutuhkan?”

Kita harus mensengaja berlatih mengenali dan merasakan sinyal lapar. kita juga harus mengetahui seberapa besar rasa lapar itu, jangan sampai hanya itu lapar emosi atau emotional hunger. 

2. Relaksasi.

Langkah selanjutnya untuk bijak mengkonsumsi camilan adalah relaksasi. Kok mau makan aja pake relaksasi segala? Mungkin ada beberapa teman yang sudah mengerinyatkan dahi.

Mbak Tara menjelaskan dalam tahap relaksasi ini kita berdiam diri kurang lebih 5 menit. Tujuannya untuk menenangkan jiwa dan pikiran agar diri fokus dengan indera hidung dan napas. Hal ini mengingatkanku pada relaksasi ketika hamil atau hypnobirthing.

Kata-kata yang diucapkan Mbak Tara pun serupa mengucapkan :

“Sadari napas, rasakan sensasi oksigen yang masuk dalam tubuh. Tahan 4 detik, lalu buang napas perlahan sadari hembusan napas yang keluar.” 

Ketika kita relaksasi, artinya kita mengambil jeda sejenak. Kita memberikan ruang pada diri kita untuk berpikir lebih jernih dan rasional agar mampu memberikan keputusan terbaik bagi tubuh.

Relaksasi bertujuan untuk menurunkan emosi dan menaikkan logika. Lalu kita bisa menjawab pertanyaan di bawah ini :

Apakah ini tepat untuk saya?

Apakah ini pilihan terbaik saya?

Sesuaikah dengan kebutuhan saya?

Action apa yang harus saya lakukan?

3. Mengkonsumsi camilan secara mindfull.

Kembali lagi pada bahasan yang saya utarakan di atas, ketika mengkonsumsi apapun ke dalam tubuh kita usahakan sadar atau mindfull. Kegiatan mengkonsumsi camilan secara sadar artinya kita memaksimalkan seluruh panca indera kita. Kita belajar makan dengan sadar tanpa dibersamai aktivitas apapun itu. Panca indera kita berupa mata, hidung, telinga, kulit dan indera difungsikan dengan baik. Dengan memaksimalka seluruh panca indera kita sudah dapat menikmati camilan.

• Mengamati camilan dengan indera penglihatan dan peraba.

Kita dapat mengamati tekstur, bentuk dan warna makanan yang akan kita konsumsi.

• Gunakan indera penciuman.

Nah ternyata mencium camilan yang akan kota konsumsi juga sebuah kenikmatan, dari aroma camilan kita dapat membayangkan rasanya. Dengan menghirup pelan-pelan, kita dapat merasakan sensasi bebauannya. 

• Menikmati camilan dengan indera pengecap.

Saat menikmati camilan lakukan dengan perlahan dengan memotong camilan sedikit dan masukkan perlahan-lahan dari ujung lidah. Jangan langsung menelan bulat-bulat camilan yang dikonsumsi.

Tujuannya agar indera pengecap dapat merasakan semuanya. Gunakan seluruh bagian lidah. Kita dapat merasakan bagian mulut yang merasakan makanan tersebut. 

Secara sadar kita juga mendengarkan bunyi dari gigitan camilan yang terjadi dalam mulut. Saat menelan makanan pun kita lakukan penuh rasa kesadaran, hingga makanan tersebut terjun ke dalam lambung melalui kerongkongan.

4. Tunggu sebentar.

Setelah mengkonsumsi camilan, tunggu sebentar untuk merasakan. Dengan menunggu sebentar sekitar 10-15 menit (duh lama ya). Kita merasakan dan menikmati camilan yang dicerna oleh tubuh. Apakah kita akan menambah atau berhenti karena sudah cukup.

5. Bersyukur

 Kebanyakan dari kita, setelah tidak sadar mengkonsumsi camilan adalah menyesali apa yang terjadi.

“Aduh, gendut deh.”

“Ya gagal diet.”

Dan sejuta kalimat penyesalan lainnya.

Seharusnya kita bersyukur atas segala nikmat yang sudah masuk ke dalam tubuh. Tidak perlu ad apenyesalan yang menambah emosi negatif dalam tubuh. Langkah ke depannya adalah lakukan perencanaan yang lebih baik lagi.

“Apapun makanan yang sudah masuk ke dalam tubuh saya, akan saya syukuri.”

Penutup

Mari kita pahami bersama bahwa bagaimana dan apa yang kita konsumsi untuk tubuh kita mempengaruhi apa yang ada di dalam tubuh dan perilaku kita. Meskipun kita hanya mengkonsumsi makanan ringan atau camilan juga erat hubungannya dengan pengelolaan emosi. Bagi mereka yang tidak sadar ketika makan atau mengkonsumsi sesuatu bisa menjadi pribadi yang tidak mengontrol atau melepas emosi di dalam tubuh. Apalagi ketika mereka masih anak-anak, karena sejatinya kita menciptakan kenangan dan membangun kebiasaan hidup kepada anak. 

Semoga bermanfaat, salam. 

shafira adlina cerita mamah

Related Posts
Shafira Adlina
Mamahnya Sakha dan Hafsah. Mamah yang suka nulis dan desain. Masih belajar jadi bloger, asessor dan fasilitator. Untuk kerja sama silahkan hubungi email : adaceritamamah at gmail dot com

Related Posts

34 komentar

  1. Makan dengan penuh rasa syukur, emang penting sekali ya mbak. Itu adalah pilar pertama di pedoman gizi seimbang.

    BalasHapus
  2. Thanks ya mbak sudah berbagi informasi cara2 ngemil bijak. Dan yang paling gak tahan dan sinyal paling kuat ketika banyak godaan makanan yang sering lewat di depan rumah. Kalo di Lampung ada kang somay, kang tekwan, kang batagor dan bakso yang sering lewat depan rumah, kalo udah lewat tuh, maka "sinyal tubuh" terutama otak memberikan sinyal agar "beli, beli, beli", ujung2nya ngemil mulu bawaaannya :) hehe, ngemil juga memang harus bijak, dan tentunya sesuai kebutuhan dan sinyal tubuh.

    BalasHapus
  3. Nah jangankan buat ngajarin anak2 kak.. buat saya aja... ngemil masih perlu dituntun biar ga keterusan ... kalau udah mulai ngemil..susah stop

    BalasHapus
  4. Wah kalo anak saya yg kembar mah buka ngemil bijak lagi mba, tapi ngemil super duper bijak. Wkwkwk. Soalnya kalo ngemilnya salah, apalagi melanggar aturan dietnya ya udah deh, bisa berubah jadi aneh perilaku anak saya. Jadi hiperaktif dan tantrum.

    BalasHapus
  5. Hmnnn aku juga gitu sih stress, bosan, pusing... Larinya kw cemilan. Kl ga terpenuhi jd emosian wkwkwk...
    Oiya, karena sering begadang ya malam bongkar kulkas harua ada stock maknan..
    Tq info cemilan sehatnya. Perlu kita terapkan nih

    BalasHapus
  6. Baca ini jadi ingat kalau dulu saya juga ngemilnya sembarangan baik jenis camilan dan waktunya. Sering banget skip makan utama hanya karena sudah kenyang jajan. Alhasil bb naik ga karuan, muka jerawatan, kena maag pula huhuhu. Sekarang sih kapok. Harus nasi dulu baru ngemil :D

    BalasHapus
  7. Kalau soal camilan jangankan anak ya aku sendiri juga suka lapar mata kalau lihat snack atau camilan. Nyesel nya tuh belakangan kalau sudah lihat pengeluaran yang membengkak..

    kalau soal takut gemuk sih enggak karena akunya juga susah buat gemuk. mau makan banyak tetep aja kurus..

    kalau aku sih diet camilan motivasinya biar hemat hahaha

    BalasHapus
  8. Ngemil pun harus bijak ya Mbak, setuju deh. Sebab kl gak bijak gak sadar tuh kacang sebungkus habis sambil drakoran haha... parahnya diimitasi anak2 pula, jangan sampe yaa

    BalasHapus
  9. Nah kalo ponakan sy masih belum bisa lepas dari nyemilin chiki 2 an yang ada perasa dan msg nya gitu,,...deh gemes mana susah makan sayur lagi..udah coba di variasikan tetap aja ga mau dimakan harus pake cara apalagi ya?

    BalasHapus
  10. Ulasannya nggak cuma bermanfaat buat anak-anak lho, buat saya pun sangat bermanfaat. Memang terkadang kita ngemil karena nggak sadar. Nggak lapar cuma mulut pengin gerak-gerak. Akhirnya makan nggak terkontrol. Semua menumpuk jadi lemak. Memang semua itu kalau dilakukan tanpa kesadaran penuh jadinya gak baik.

    BalasHapus
  11. Anaknya pinter ya..strategi biar bisa beli camilan bisa ditiru. hehe...
    aku termasuk salah satu penyumbang kenapa negara Indonesia masuk sebagai 11 negara yang suka camilan. Hehe..makasih mbak artikelnya. penting banget buat aku nih sebagai panduan kalo anak minta jajan.

    BalasHapus
  12. wah ternyata sangat menguntungkan banget bisa makan cemilan karena mampu uuntuk mengetahui indera pengecap dan perasa. Dan mengurangi rasa lapar saat cemilan atau ngemil dengan bijak

    BalasHapus
  13. Kalo saya butuh ngemil itu ketika perut sudah mulai terasa lapar padahal belum waktunya makan besar. Jadi semacam butuh sesuatu untuk mengganjal perut.

    BalasHapus
  14. Sewaktu saya kecil, ibu saya ketat banget soal apa yang bisa dikonsumsi apa yang tidak. Seperti juga kegiatan yang lain, kami punya jadwal jam ngemil dengan porsi yang sudah ditentukan dan tidak bisa nambah lagi. Uang jajan saya juga kecil banget dibandingkan dengan teman-teman saya. Untuk meminimalisir supaya saya nggak jajan sembarangan.

    Kompensasinya, kami bebas memilih buku dan mainan.

    Namun sisi minusnya mungkin, saya cepat sakit ketika ini sudah tidak dikontrol dan jajan sembarangan.

    BalasHapus
  15. Ternyata benar yaa na, cemilan buat anak itu emang wajib banget di sortir, aku dan neneknya bagian bawel banget soal ini, kadang di rumah mertua malah sikapmu di bilang kejam karena anak-anak kalau dibeliin jajanan suka nanya aku sebelum makan, nda boleh ga. Gitu hihi masyaAlloh

    BalasHapus
  16. Kak saya suka kalap banget kalau masalah makanan nih, apalagi misal nggak ada suami saya bisa pesan mie ayam dan bakso karena tetiba kog enak dua-duanya wkwkwk. Padahal itu cuma lapar mata dan lapar penciuman saja ya..

    BalasHapus
  17. Saya nih suka ngemil sambil begadang menyelesaikan kerjaan. Ngadep laptop sama setoples keripik plus segelas kopi, jadi makin betah begadangnya.

    Konsumsi camilan secara mindfull? wah boleh juga nih di coba

    BalasHapus
  18. wah mbak itu pake acara nunggu 10-15 menit klo nyemil nya kerupuk udah ilang kerupuknya hihihi...tapi emang bener sih kita harus mengendalikan apa yang ingin kita camil ya kalo engga hanya lapar mata aja

    BalasHapus
  19. mau orang dewasa maupun anak-anak tetap ya harus bijak dalam ngemil , jangan
    sampai ngemilnya jadi penyakit ya gak sih.

    BalasHapus
  20. Bagus banget infonya nih mbak, perlu banget kita ajarkan anak2 buat ngemil bijak dan nggak asal ngemil ya, kita selaku orangtua juga perlu sediakan camilan yg bergizi buat anak

    BalasHapus
  21. Aku termasuk yang doyan banget ngemil tanpa aturan dan tanpa dipikir mwkwk. Apalagi kalau udah kena cokelat, bisa keterusan. Kayaknya emang kudu mulai memilah dan mengontrol nafsu nyemil nih

    BalasHapus
  22. Saya kalo lagi gabut pasti ngemil nih kak.
    Biasanya yang minim gizi kayak kerupuk 😂haha.
    Padahal cuma nambah kalori doank ini mah.. gak ada manfaat.
    Belum bijak. Esok kalo pengen ngemil saya akan usahakan mencatat berapa jumlah kalori yang masuk

    BalasHapus
  23. Alhamdulillah kalau ponakan saya sudah bisa diajak ngemil bijak, karena udah dibiasakan sama kakak aku mba. Justru aku yang ngemilnya nggak bijak nih 😌 susah banget rasanya apalagi aku rumahnya depan sekolah, tiap hari ada ajah suara siomay, bapao, baso Aci 😌 sejak baca tulisan ini, saya bertekad untuk ngemil bijak deh mba. Semoga bisa

    BalasHapus
  24. Anak kecil memang butuh sering nyamil ya mbak. Keponakanku saja pas datang ke rumah keluarga besarku cemilannya lumayan banyak, hehehe

    BalasHapus
  25. Ngemil bijak dan sehat. Sepakat, apa yg kita makan perlu disyukuri. Bahkan jika makanan tidak cocok, Kita nggak boleh mencela makanannya. Apalagi yg bikin makanan. Begitu agama saya mengajar kan

    BalasHapus
  26. Pernah baca kalau makanan yg dimakan anak lebih banyak dipengaruhi oleh makanan yg dimakan ibu daripada yang dimakan ayah

    BalasHapus
  27. Ngemil bijak dan mindful ini yang masih harus aku praktekin buat diri sendiri, kak. Kalau buat anak, gampang gitu. Tapi, buat diri sendiri, terutama pas stress. Kadang sampe kaya ngga sadar. Tau-tau abis berkaleng-kaleng cemilan

    BalasHapus
  28. Semakin berkembang bumi ini, semakin banyak ilmu bermunculan ya. Ngemil Bijak salah satunya. ini hal baru bagi saya, Selama ini kalau ngemil mah ya ngemil aja tanpa pertimbangan.

    BalasHapus
  29. Wah bener banget ya kalau aku sih kalau stres biasanya sukanya ngemil banyak banget tetapi kalau bosan sih biasa aja kalau nggak ngemil mah kalau stres apalagi cover gini stres berat karena enggak bisa kemana-mana

    BalasHapus
  30. Wah, baru tau nih ternyata sekadar cemilan juga membawa banyak pengaruh ya kak. Pelajaran banget nih buat orangtua baru kayak saya untuk ngajakin anak ngemil bijak kayak gini

    BalasHapus
  31. Makanya kalau mau pergi ke pasar atau jalan, anak anak kubiasakan makan dulu dari rumah biar sedikit. hahahah. agar tidak khilaf mata. Nanti baru ditanya mau makan apa, memang memutuskan apa yang mereka suka bukan berdasarkan keinginan saja.

    BalasHapus
  32. Saya suka juga ngemil, tapi kl soal camilan emang baiknya ngemil yg sehat seperti buah, dan camilan lainnya yg bermanfaat buat tubuh yg mengandung protein bukan cuma sekadar camilan aja ya kak.

    BalasHapus
  33. gak cuma anak-anak aja ya mba yang harus ngemil bijak. kita pun juga haha. malah kadang suka banget makan-makanan yang sembarangan. tapi sekarang udah mulai ngemilnya buah aja biar aman dan berat badan gak naik-naik mulu haha. makasih sharingnya.

    BalasHapus
  34. Awalnya lapar mata tapi habis juga dan benar nyesel kemudian... harus dirubah mindsetnya ya kak

    BalasHapus