-->
mOaB8SxtB0X1FfqkEcWCngeyJrUW9rkTfz5H9ziF

Trip To Forgive - Perjalanan Perempuan Menemukan Cahaya di Balik Luka

Setiap kepribadian kita dipengaruhi oleh tiga dimensi waktu, yakni masa lalu, masa kini dan masa depan. Apalagi perempuan yang terlahir dengan dominasi perasaan dibanding logika.

Sosok seorang Mamah adalah sumber utama cinta dan kasih sayang sebuah keluarga. Dalam keluarga, seorang Mamah merupakan sumber kekuatan bagi anggota keluarga lain. Seorang mamah atau ibu, adalah sosok perempuan yang menjadi representasi sifat Arrahmaan Arrahiim (Pengasih dan Penyayang).

Selayaknya rahiim yang lunak (lembut) tetapi sangat kokoh, begitu pun semestinya fitrahnya jiwa seorang ibu, jiwa seorang perempuan. Suasana batin seorang mamah tentu sangat esensial bagi kesehatan jiwa seluruh keluarga.

Namun, perjalanan hidup mengikuti skenarioNya tidak jarang membawa perempuan pada cerita tentang luka jiwa. Di mana akhirnya berujung pada mengaburkan fitrah, mengaburkan cinta dan menorehkan kisah tentang kasih yang tak sampai, hingga memperjuangkan kata dan makna maaf. 

The True Stories : TRIP TO FORGIVE

Dua hari ini saya tidak bisa menahan untuk menyelesaikan salah satu buku antologi yang bertema kesehatan mental. Buku Antologi ini merupakan pancaran ekspresi bahagia dari perjalanan mereka yang menemukan cahaya diri juga cahaya Illahi. 

Buku yang berjudul Trip To Forgive ini menceritakan perjalanan 23 perempuan menemukan cahaya di balik luka. Ketika membaca buku ini saya tidak berharap banyak dan malah sempat khawatir. Khawatir akan tertular kesedihan atas kisah-kisah di dalamnya. Namun, setelah membaca kisah perjuangan di dalamnya. Saya mendapati hikmah dan semangat yang tidak terduga. 

Diah Mahmudah dan Dandi Birdy adalah pasangan suami istri yang merupakan seorang psikolog dan psikoterapis yang sudah berpengalaman. Mereka berdua bersama mendirikan Dandiah Care Center. Menariknya buku yang mereka tulis juga merupakan pengalaman pribadi dan keluarganya. 

Dandiah Care Center bersama dengan bangga mempersembahkan kisah-kisah nyata dan menginspirasi kita semua. Perjuangan ke-23 perempuan dalam menyembuhkan dan membebaskan diri dari luka dan menjemput Cahaya Ilahi tersusun dalam aksara nan apik penuh hikmah. 

Buku antologi yang memiliki benang merah yang jelas dalam perjuangan mereka membasuh luka pengasuhan beragam tema mulai dari sibling rivalry, unwanted child, hingga parent way. Penjelasan tema luka pengasuhan ini lengkap dipaparkan pada buku Membasuh Luka Pengasuhan. 

Bahkan karena memesan buku ini saya menjadi menamatkan buku Membasuh Luka Pengasuhan dan Membayar Utang Pengasuhan karangan Diah Mahmudah dan Dandi Bridy. Kedua buku ini merupakan trilogy parenting yang dikeluarkan Dandiah Care Center, satu buku lagi yang berjudul Ayah Tangguh saya hadiahkan kepada suami saya. Namun, kali ini saya hanya akan bercerita tentang isi buku Trip To Forgive ya, mudah-mudahan bisa menuliskan isi buku Dandiah lainnya.

review trip to forgive

Luka Pengasuhan

Apa yang teman-teman pikirkan ketika mendengar luka pengasuhan?

Apakah setiap orang mempunyai luka pengasuhan? Sebagian orang beranggapan dengan membahas luka pengasuhan berarti kita sedang menyalahkan dan mengadili orang tua. Luka pengasuhan dapat terjadi pada setiap orang. Luka pengasuhan adalah inner child atau sosok kecil yang terluka. Setiap orang pasti memiliki inner child, tetapi ada inner child yang positif ada juga yang negatif.

Seseorang yang memiliki luka pengasuhan yang belum dibasuh sangat rentan membawa ragam masalah di pernikahannya.

Salah satu klien Teh Diah dan Kang Dandi pernah ada yang berujar : 

"Saya ga percaya ke diri saya, ke mama papa, ke pasangan...hmmm..juga Tuhan".

Keadaan psikologis yang mengalami ketakutan berlebih untuk bisa mempercayai diri juga orang lain. Keadaan ini tentunya tidak terjadi mendadak. Ada dinamika psikologis panjang yang melatarbelakanginya. 

Tidak mencintai dirinya adalah sumber munculnya aneka luka lain yang akan mengundang berbagai permasalah dalam hidup. Bagaimana kita akan mencintai tulus pasangan dan anak-anak, jika kita pun tidak memiliki sepotong cinta untuk dirinya?

inner child adalah

Bagaimana seseorang tidak mencintai dirinya sendiri? 

Erik Erikson, Psychosocial Stages of Development menjelaskan pada 2 tahun awal kehidupan anak muncul jiwa yang mistrust akibat hubungan yang buruk bahkan menyakitkan antara sosok anak dengan Care Giver utama dan pertamanya, yaitu ayah bunda. Terutama hubungan dengan bunda yang menjadi benih utama luka pengasuhan bermula.

Teh Diah mengemukakan bahwa mereka yang bermasalah dengan harga dirinya paling banyak mengalami terkikisnya kepercayaan seorang perempuan kepada pasangan. Pribadi tersebut begitu insecure (emosi cemas, minder dan terancam). Rasa ini tidak disadari dan spontan muncul dalam keadaan tertekan

Ada juga yang mengekspresikan dengan sangat protektif kepada pasangan hingga muncul rasa cemburu berlebihan. Kurang trust ketika menjalin hubungan personal, terutama ke lawan jenis. Bahkan beberapa ada yang mengalami trauma jatuh cinta. Bagi yang telah menikah, cenderung menjaga jarak dengan pasangan dengan alasan takut tersakiti jika benar-benar menyerahkan diri.Tentu semua ini bukanlah suatu investasi positif bagi keharmonisan pernikahan.

quotes islami

Apa itu membasuh luka pengasuhan?

Apakah ketika membasuh luka pengasuhan kita akan menyalahkan dan mengadili orang tua? Tidak, sama sekali tidak. Teh Diah, penulis buku Membasuh Luka Pengasuhan (2020) seorang psikolog yang membimbing proses terapi dan penulisan di buku Trip to Forgive ini menjelaskan di bukunya. Membasuh luka pengasuhan adalah memproses luka dan efek yang tersisa di jiwa dari perilaku spesifik yang menyakitkan atau tidak kita terima sampai sekarang.

Tanpa sadar kitalah yang mengalami self-poisoning (mendzholimi diri sendiri)ketika tidak bisa memaafkan orang lain terlebih orang tua. Memaafkan adalah wilayah personal bukan sosial dan wilayah hati bukan logika. Ciri yang sudah benar-benar memaafkan bukan hanya di mulut, tetapi di hati, pikiran dan tindakan. 

quotes islam

7 Jenis Luka Pengasuhan

Luka pengasuhan hadir dengan beragam jenis dengan beragam kadar di setiap jiwa. Pada buku Membasuh Luka Pengasuhan dijelaskan lengkap 7 jenis luka pengasuhan di bawah ini. Cerita  perjuangan teman-teman di buku antologi ini pun beragam tema luka pengasuhannya.

  • Unwanted Child
  • Bullying “Berawal dari Rumah”
  • Sibling Rivalry
  • Buah Helikopter Parenting “Anak Lumpuh”
  • Parent Way
  • Anak Broken Home
  • Anak terlantar di rumah mewah

“Kita tidak bisa memilih siapa dan seperti apa yang melahirkan kita, kita tak lagi bisa mengubag seperti apa dan bagaimana kita dibesarkan. Namun, kitamasih bisa memilih melukis pelangi terindah dalam memainkan peran meskipun luka pengasuhan masih mengaga terkadang kembali terasa saat memainkan peran sebagai orang tua.“
Kiki Barkiah - Penggiat Parenting

Buku ini akan mengajak kita untuk menerima, mengikhlaskan, memaafkan, mensyukuri dan memilih untuk memperbaiki masa depan.

quotes islami

Memaafkan adalah pilihan terbaik

Setiap kisah yang saya baca selalu menegaskan bahwa tidak satupun dari merekan yang menyalahkan orang tua. Terlebih lagi mereka yang kini menjadi orang tua, bahkan ada 1 penulis yang telah memiliki cucu. Mereka memahami penghayatan ragam pengalaman juga alasan di balik perilaku orang tua dulu.

Mengapa memaafkan adalah pilihan terbaik? Selain karena mulianya pintu maaf, kita pun harus membuka lebar sudut pandang kita terhadap orang tua.

Salah satunya seperti orang tua dulu tidak memiliki akses ilmu parenting dan kesehatan mental seperti sekarang. Maka dari itu sekarang kita harus bersyukur dan yakin dapat memutus luka pengasuhan ini untuk generasi yang lebih baik.

Tujuan Membasuh Luka pengasuhan

"Membasuh Luka Pengasuhan bukanlah mengadili masa lalu, tapi memperbaiki masa kini juga masa depan milikmu juga orang-orang terkasihmu".

Membasuh Luka Pengasuhan adalah langkah utama menghentikan efek luka masa lalu yang terasa sampai sekarang. Luka yang dapat memberi dampak menyakiti diri, buah hati juga pasangan, jika kita tidak mengambil langkah perbaikan.

Sepenggal Kisah Perjuangan dalam Buku Trip To Forgive

“Orang tua kita bisa jadi melukai kita satu kali, namun karena kita tidak memprosesnya hingga ke pemaafan, maka ototmatis kita sendirilah yang zalim terhadap diri sendiri karena melukai diri kita berulang kali, hanya dengan mengingatnya untuk kemudian terluka lagi dan lagi.”
Kang Dandi

Benar, akulah yang terus menerus memutar film di kepalaku, memori saat aku berusia lima tahun tersebut. Maka akupun memutuskan untuk mengakui, merayakan luka tersebut. Mendekapnya mesra serapat mungkin sampai aku merasa sesak dan memuntahkan semuanya. Kemudian kututup dengan melangitkan doa terbaikku kepada kedua orang tua kandungku, maupun kedua orang tua angkatku, sungguh taka da kemarahan ataupun kekecewaan saat in yang tersisa. Alhamdulillah. (Esti Wulansari- Merayakan Luka Melangitkan Maaf).

membasuh luka pengasuhan 

“Aku membutuhkan membuka pintu memaafkan. Ya, memaafkan untuk kebutuhanku bukan untuk dia-dia yang menyakitiku.” (Inara- Pap, Aku Rindu).
“Mereka memberikan fasilitas yang lebih baginya. Di istana itu ia sangat rindu dengan kehadiran papa dan mama. Bermain bersama, menemaninya dan tertawa bersama.” (RA. Lestari – Kembali menuju cahaya)
Dengan bila mata bulatnya dia menatapku tak berkedip. Baru saja aku omeli anakku karena terlambat pulang untuk sholat ashar. Tak ada satu kata yang kelar dari mulut kecilnya. Hanya deru nafas penuh amarah yang terdengar. Aku merasakan ada luka di sana. Sesaat aku tertegun terlintas sesuatu dalam ingatanku, rasa dejavu seperti pernah aku merasakan di posisi itu ...

Ingatan rasa seakan dejavu memenuhi rongga dada saat diajak untuk bercermin dan self talk therapy. Aku melihat sosok anak kecil itu marah dia meronta, dia menolak dibentak dan dia meringis menahan tangis. Dia berharap disayangi dan dicintai. (A.Rahmah- Perjalanan Menggapai Kebahagiaan)

“Dari terapi itu pun saya mengetahui bahwa keinginan saya untuk kabur adalah trauma saya akan kepergian bapak meninggalkan saya dan keluarga tanpa pesan. Bapak membawa pergi semuanya termasuk kenanangan saya bersama bapak. (Dewi Brend – Perjalanan Menyembuhkan Luka)

Penutup

Buku ini saya rekomendasikan tidak hanya perempuang tetapi siapa saja yang membutuhkan teman inspirasi yang menguatkan kita untuk menjemput kesehatan mental keluarga Indonesia yang lebih baik. Insya Allah. 

Hanya ada kekurangan satu pada buku ini terletak dari desain kutipan atau ayat Al-Quran yang menghiasi beberapa halaman tidak terlihat jelas karena diberi background yang berwarna gelap. Selebihnya buku ini layak dibaca hingga halaman akhir. Bagi teman-teman yang penasaran dengan buku ini dan buku karangan Teh Diah dan Kang Dandi bisa menghubungi nomer telepon yang tertera di bawah ini.

Salam, semoga bermanfaat.

shafira adlina cerita mamah

Related Posts
Shafira Adlina
Mamahnya Sakha dan Hafsah. Mamah yang suka nulis dan desain. Masih belajar jadi bloger, asessor dan fasilitator. Untuk kerja sama silahkan hubungi email : adaceritamamah at gmail dot com

Related Posts

17 komentar

  1. Buku-buku bertema seperti ini nih yang bisa membangkitkan semangat ya Mba... Karena di setiap peristiwa yang dialami pasti ada sebuah hikmah yang bisa dijadikan sebagai pelajaran hidup

    BalasHapus
  2. Memaafkan untuk kehidupan yang lebih damai, sepertinya belum bisa sepenuhnya aku terapkan, kak :(

    Ada beberapa hal yang aku ngga terima untuk memaafkan, tetapi memilih untuk menutup semua akses ke hal tersebut. Hasilnya, aku merasakan nggak ada yang panas-panas di hati.

    Hanya saja, ketika ada yg membahas nyrempet ke hal tsb, masih suka kebakar sih aku. AHahahhaa. duh.

    BalasHapus
  3. Wah membaca ulasan ingin jadi kepo pingin baca bukunya. Seringkali dalam berumah tangga kita jumpai pasangan2 yg tanpa sengaja saling menyakiti. Nah buku ini bisa jadi solusi 👍

    BalasHapus
  4. Setiap anak punya inner child ya Mbak. Tapi saya baru tahu kalau ada inner child yang positif. Terlepas dari itu, memang yang paling penting adalah mampu berdamai dan mencintai diri sendiri.

    BalasHapus
  5. Suka deh sama tema tema buku antologinya krn memang betul tuh klo inner child kita terluka dan gak kita sadari, itu bs jd bumerang sm hubungan kita sm org lain termasuk pasangan, anak dan org tua

    BalasHapus
  6. Aku jadi menyimak banget, 7 jenis luka pengasuhan tersebut. Jadi mengingat-ingat lagi, dulu masa kecilku gimana. Atau mengingat pola asuhku ke anak-anak. Ada pola asuh yg salah ga ya? Makasih artikelnya Mbak...

    BalasHapus
  7. Luka pengasuhan memang harus dibasuh. Apalagi fitrah sebagai seorang ibu adalah sang pembasuh luka bagi anak²nya. Selamat lahiran lagi antologinya ya Mbak

    BalasHapus
  8. Wah sepertinya aku harus baca juga buku ini

    BalasHapus
  9. memaafkan, ini kata yg bagi saya masih sulit dilakukan. saya juga punya luka pengasuhan, sampai bertekad jangan sampai anak2 saya mengalaminya. saya tutupi rapat2, meski saat letih kemudian menangis sejadi2nya... ah rasanya perlu membaca buku2 ini dan belajar banyak darinya

    BalasHapus
  10. Aduh aku jadi kepo pengen baca bukunya. Kadang memang urusan mental dan trauma, tidak sesederhana itu. Butuh perjuangan untuk memaafkan, mengikhlaskan dan lebih besar lagi untuk melangkah. Semangat untuk para pencari harapan

    BalasHapus
  11. Buku keren. Memaafkan bukan hanya di lisan aja ya. Teryata sampai pada tindakan. Jadi langsung introspeksi. Buku rekomended ini

    BalasHapus
  12. jadi pengen beli dan membaca bukunya.
    Saya kadang kalau anak-anak lagi tidur, suka memandangi mereka. Meminta maaf belum bisa jadi ibu yang baik sambil berharap mereka tak memiliki luka pengasuhan

    BalasHapus
  13. Buku buku bertema mental health gini aku juga minat banget mba shaf. Terimakasih sudah menuliskan reviewnya. Otw kepoin ig nya dandiah centre

    BalasHapus
  14. memaafkan adalah pilihan terbaik... kata-kata yang selalu saya ingat.... wahhh jadi pengen baca bukunya

    BalasHapus
  15. Ini buku nomor wahit dilistku. Bagaimana caranya kita bisa memaafkan seseorang hingga benar-benar bisa melupakannya.

    BalasHapus
  16. Hai mba..
    Makasih ya udah review buku trip to forgive, reviewnya bagus banget..
    Semoga banyak hikmah yang didapat sama mba dan semua yg membacanya, aamiiin 🤲

    BalasHapus
  17. Hai mba..
    Makasih ya udah review buku trip to forgive, reviewnya bagus banget..
    Semoga banyak hikmah yang didapat sama mba dan semua yg membacanya, aamiiin 🤲

    BalasHapus