-->
mOaB8SxtB0X1FfqkEcWCngeyJrUW9rkTfz5H9ziF

Menumbuhkan Kebaikan Pada Anak dengan Cerita Bergambar Let's Read


cerita bergambar let's read
Awalnya Mengenal Dunia Literasi

Saya tidak lahir pada keluarga yang memiliki concern pada dunia literasi. Dunia kecil saya kurang mengenal dunia literasi dan jauh dari buku cerita. Saya mulai mengenal dan jatuh cinta pada membaca ketika menginjak bangku kuliah, selain karena tuntutan perkuliahan yang memiliki banyak teks book. 

Meski bisa dikatakan terlambat menyelam di dunia literasi, saya mulai banyak membaca buku fiksi dan nonfiksi. Koleksi buku-buku pun bertambah seiring sudah memiliki pekerjaan dan penghasilan sendiri.

Hak dan Kebutuhan Anak

Begitu menikah, saya dan suami pun senada ingin membangun generasi yang lebih baik. Dengan memenuhi hak anak. Dalam ajaran Islam ada 7 hak anak yang harus dipenuhi, yang pertama hak untuk hidup dan tumbuh berkembang. Hak kedua adalah mendapatkan perlindungan dari api neraka. Hak ketiga adalah untuk mendapatkan nafkah dan kesejahteraan. Hak keempat dan kelima adalah untuk mendapatkan pengajaran dan pendidikan serta mendapatkan keadilan dan persamaan derajat. Hak kelima adalah hak untuk mendapatkan cinta kasih dan terakhir adalah hak untuk bermain (Diah Mahmudah, 2020).

Anak juga memiliki kebutuhan psikologis berupa kebutuhan attachment (kehangatan dan koneksi), kebutuhan otonomi (merdeka berbuat dan berkehendak) dan kebutuhan efikasi yaitu menguasai suatu kemampuan. 

Dalam memenuhi hak-hak dan kebutuhan tersebut terutama mendapatkan pendidikan dan cinta kasih kita dapat mewujudkannya dengan membaca buku. Tentu bukan hal yang instan untuk menumbuhkan kegemaran membaca buku anak. Langkah awal sebelum membuat anak gemar membaca adalah dengan membiasakan kegiatan membaca menyenangkan

Berbekal dari pengalaman kami yang tumbuh kurang memperhatikan dunia literasi, kami tidak ingin mengulangi hal yang sama pada anak-anak kami. Kami ingin anak-anak kami mengenali buku sebagai benda yang menyenangkan.

Menumbuhkan Kegemaran Membaca Pada Anak

“Hafsah, Mamah lagi sholat sini baca buku sama Mas Sakha.”

Begitulah ucapan anak sulung saya, Sakha yang berusia 5 tahun kepada adiknya yang masih berusia 1,5 tahun (Hafsah). Belum lama ini kami mendapati Sakha yang bisa sempurna membaca satu kalimat di salah satu buku ceritanya. Padahal kami tidak pernah terang-terangan mengajarkan membaca kepadanya. Namun, inilah buah manis yang bisa kami saksikan ketika Sakha gemar dan bisa membaca.

Pada awalnya kami hanya mengembangkan literasi kepada Sakha semenjak bayi dengan sering bercakap-cakap, bernyanyi juga membacakan buku.

Mengapa Membacakan Buku?

Tonggak kayu merupakan bagian penting dalam penyokong utama berdirinya sebuah rumah. Sama seperti tonggak kayu, kata-kata merupakan struktur utama pembelajaran.

Ada dua cara yang efisien agar kata-kata masuk ke dalam benak seseorang, yaitu melalui mata atau telinga. Anak-anak tentu belum biasa untuk membaca, sumber terbaik bagi pengembangan otak anak adalah telinga. Apa yang kita kirim ke dalam telinga menjadi fondasi kuat bagi seluruh isi otak anak. Suara-suara penuh arti yang ditangkap telinga akan membantu anak untuk memahami kata-kata yang dia dapatkan melalui mata saat anak belajar membaca.

Cara Mengembangkan Literasi Sejak Dini

Sebelum bercerita bagaimana membangun dan mengembangkan literasi sejak dini pada anak-anak saya. Mari kita pahami apa definisi dari literasi usia dini itu sendiri. Menurut buku Membaca Nyaring karangan Roosie Setiawan (2020) Literasi usia dini mencakup beberapa hal di bawah ini :

  • Kesadaran fonemik, kemampuan berinterasksi satuan terkecil bunyi
  • Pengetahuan huruf yaitu kemampuan mengidentifikasi nama-nama abjad
  • Penambahan kosakata
  • Kesadaran materi cetak
  • Termotivitasi dengan buku
  • Kemampuan bahasa lisan melalui kegiatan bercerita

Keenam hal  ini dapat dirangsang sejak bayi lahir bahkan saat kehamilan. Jauh sebelum bayi belajar bicara. Saat kehamilan pertama dan kedua pun kami sering mengajak bayi di dalam kandungan untuk berbicara, sekadar menanyakan kabar setiap hari pun dilakukan.

Bercakap-cakap Semenjak Anak di dalam Kandungan

Sejatinya literasi dini harus dilengkapi dengan fondasinya. Keterampilan tersebut dapat diasah melalui kegiatan sederhana yang dapat kita lakukan sehari-hari, seperti bercakap-cakap, bernyanyi dan membaca bersama.

Meskipun terlihatnya sederhana, kegiatan keseharian bayi bersama kita dapat merangsang tersambungnya neuron atau serabut-serabut otak. Ketika terlahir, otak anak kita terdiri dari triliunan serabut tersebut yang belum tersambung. Oleh sebab itu, stimulasi-stimulasi diperlukan untuk menyambungnya, tentu stimulasi yang baik dan berkualitas. Salah satu stimulasinya dengan memberikan kosakata yang sangat berkualitas.

Organ pendengaran terbentuk secara sempurna pada trimester ketiga dalam masa kehamilan. Oleh karena itu, memperdengarkan suara kita sbeagai orang tua dan keluarga terdekat semenjak di kandungan sangat dianjurkan. Semenjak anak di dalam kandungan, kami sering mengajak mereka bercakap-cakap. Apalagi saat mengandung Sakha di trimester ketiga saya setiap hari kuliah pascasarjana, jadi saya terus mengajak ngobrol sesederhana "Dek, hari ini Mamah kuliah dulu, kamu yang anteng ya."

membacakan cerita
Sewaktu hamil Sakha, tatap muka kuliah pascasarjana di IPB sampai usia kandungan 8 bulan

Bernyanyi dan Membacakan Buku Sedari Bayi

Setelah bayi lahir, kita bisa menstimulasi perkembangan bayi dengan bercakap-cakap seperti yang dijelaskan di awal artikel. Selain itu kita bisa melakukan kegiatan bersama bayi lainnya dengan bernyanyi dan membacakan buku.

Tujuannya untuk membuat bayi merasa dicintai, nyaman dan diperhatikan. Kenapa? Karena dengan membacakan buku, kita memberikan waktu sepenuhnya pada kegiatan ini dan tidak melakukan pekerjaan lain.

Baik Sakha maupun Hafsah sedari bayi, kami biasakan bercakap-cakap, bernyanyi dan membacakan buku.  Agar kemampuan literasi semenjak dini tumbuh dan berkembang. 

buku cerita
Membacakan Cerita Bergambar kepada Sakha (usia 1,5 tahun) 

Pengalaman dan Tips Mengajarkan Hal-hal Baik Lewat Membaca

Ketika membiasakan kegiatan membaca itu menyenangkan ada pesan “kenikmatan” yang ingin kami sampaikan pada otak anak. Jangan sampai kegiatan membaca buku in menjadi suatu hal yang membosankan, mengancam bahkan kegiatan yang tanpa arti.

Bagaimana membangun sebuah kenikmatan membaca tersebut, kami berusaha setiap melakukan kegiatan membaca ini menjadi hal yang menarik. Sehingga apa yang kami dapati hari ini Sakha yang gemar hingga bisa membaca. Pada dasarnya setiap anak menyukai kebaikan. Tengoklah ketika bayi kita yang belum mengerti sebuah percakapan. 

Tips Mengajarkan Hal-Hal Baik Pada Anak

1. Satukan Visi dan Misi Keluarga dan Bekerja Sama

Setiap keluarga memiliki keunikan, berbeda dengan keluarga lainnya. Keunikan in merupakan identitas sekaligus juga tesimpan tujuan atau maksud tertentu dari Allah SWT sebagai karunianya.  Menurut saya menjadi hal yang penting untuk dilakukan setiap orang tua untuk menyatukan suara visi misi keluarganya bersama pasangan. 

Ketika ingin menumbuhkan hal-hal yang baik pada anak tentu diperlukan kerja sama dengan pasangan. Pada perjalanannya saya pun mengalami pasang surut semangat karena menemukan banyak tantangan yang membuat saya hampir putus asa. 

Namun dengan bekerja sama dan memiliki visi dan misi yang sama bersama pasangan menjadi bahan bakar saya tersendiri. Kami berusaha sebaik mungkin untuk menumbuhkan kebaikan-kebaikan agar menjadi generasi terbaik dari dalam rumah salah satunya membiasakan kegiatan membaca.Sebagai orang tua kita perlu benar-benar duduk bersama dengan pasangan apa saja visi dan misi yang dibangun pada satu keluarga. 

2.  Bangun Keteladanan Orang Tua

"Children see children doo."

Kita tentu sama-sama memahami bahwasanya anak adalah peniru yang ulung. Setiap gerak-gerik dan bahasa tubuh kita akan diamati oleh matanya. Setiap ucapan dan perkataan kita akan disimak dan dicerna oleh telinga dan pikirannya. 

Jika kita ingin mengajarkan hal-hal baik pada anak akan lebih mudah jika kita sebagai orang tua menjadi contoh perilaku dan teladan untuknya. Jangan lupa untuk sama-sama membangun keteladanan yang baik bersama pasangan karena tindak tanduk kita selalu dilihatnya.

3. Gunakan Dongeng atau Bertutur

Hal yang baik tentu bisa diterima dengan sempurna pada anak jika dilakukan dengan cara yang baik dan menyenangkan. Salah satunya dengan membacakan dongeng atau buku. Untuk mengajarkan hal-hal yang baik lewat membaca, yang pertama dilakukan adalah kita harus memilih buku cerita anak yang baik.

Memilih Buku Cerita Anak yang Baik

 

Memilih Jenis Buku yang Sesuai Usia Anak

Salah satu cara memilih buku cerita anak yang baik adalah dengan memilih jenis dan konten buku yang sesuai dengan umur anak dan value keluarga. Sebelum membahas lebih lanjut, mari kita bahas terlebih dahulu buku cerita berdasarkan bentuknya.

Softbook

Buku cerita anak berdasarkan bentuknya satu ini dapat terbuat kain atau plastik yang memungkinkan dicuci. Pertama kali Sakha memiliki buku ini didapati dari mainan kereta dorongnya. Biasanya buku jenis ini tidak memiliki banyak kata-kata. Buku cerita soft book cocok untuk bayi yang berusia 0-4 bulan. Kelebihan buku ini aman untuk bayi karena ujungnya tumpul.

Paperbook

Buku cerita ini dibuat dari kertas HVS biasa. Buku yang terbuat dari bahan kertas tipis ini mudah sobek, kelebihannya buku ini ringan dan simple sehingga mudah dibawa.

macam-macam buku
Kumpulan Softbook Sakha dan Hafsah

Boardbook

Buku cerita jenis boardbook ini memilki halaman lebih tebal, jadi buku jenis ini tidak mudah sobek. Boardbook cocok bagi anak kita yang belum bisa mengendalikan tenaganya yang memungkinkan mereka merobek-robek halaman buku. Buku cerita bergambar jenis boardbook yang dimiliki Sakha pertama kali berjudul odong-odong dongeng keluaran Mizan. Buku jenis boardbook ini juga memiliki ragam ukuran.  

Anak kedua kami, di usianya yang baru 1,5 tahun ini sangat menyukai boardbook yang berukuran mini. Hal ini disebabkan ia dapat memegangnya sendiri. Kelebihannya jenis buku ini, biasanya isinya lebih menarik dan colorfull serta lebih tahan lama. Kekurangannya terletak dari berat buku ini sendiri.

jenis-jenis buku
Kumpulan Boardbook Sakha dan Hafsah

Digital Book

Walaupun beberapa kelompok memperdebatkan bahwa digital book bukan bagian dari buku. Namun, kita sepakat dalam mendidik generasi alpha tentu harus menyesuaikan zaman. Hal yang terpenting adalah kebijakan dalam menggunakan teknologi. 

Buku cerita jenis ini dapat dinikati dari gawai. Mulai usia 2,5 tahun saya memperkenalkan digital book ini kepada Sakha. Kelebihannya dari buku ini adalah kita tidak perlu membawa fisik buku ketika keluar rumah. Salah satu aplikasi digital book yang saya perkenalkan kepada Sakha adalah Let’s Read.

Setelah memilih jenis buku yang sesuai dengan usia anak, hal yang paling penting adalah memilih konten atau isi buku yang sesuai usia anak dan value yang kita ingin tanamkan kepada anak-anak kita. 

Memilih Konten Buku Cerita yang Tepat Sesuai Umur Anak

Hal pertama yang harus kita lakukan ketika membeli buku anak adalah memilih konten yang tepat sesuai umur anak. Contohnya, konten buku anak usia 7 tahun tentu berbeda dengan cerita anak usia 1 tahun.  
Buku cerita anak usia 1 tahun tentu cenderung lebih sederhana dibanding konten buku anak usia 7 tahun dan memiliki teks yang jauh lebih sedikit. Seperti Sakha mulai di usia 4 tahun lebih menyukai cerita bergambar dengan tokoh anak sebaya dibanding cerita hewan sementara Hafsah yang berusia 1 tahun masih menyukai cerita dengan tokoh utama hewan.

Berikut beberapa pilihan buku cerita bergambar anak berdasarkan konten bukunya (Roosie Setiawan, 2020) :

  • Buku Lagu Bergambar
  • Buku tanpa kata-kata atau wordless book
  • Buku berima dan pengulangan yang sering
  • Buku bergambar tentang kegiatan bayi sehari-hari
  • Buku konsep tentang makanan
  • Buku konsep tentang bentuk dan warna
  • Buku yang berisi tentang pertanyaan-pertanyaan
  • Buku bergambar dengan narasi sederhana, karakter kuat, kejadian dan solusi.
  • Buku yang berisi kata-kata yang umum dipergunakan sehari-hari
cerita bergambar
buku yang berisi yang kata-kata sehari-hari

Ajak Anak untuk Memilih Buku

Anak akan merasa berarti ketika ia diberi ruang untuk memilih. Beberapa kali Sakha saya arahkan untuk memilih baik membeli buku secara online maupun offline, agar ia merasa tertarik dan dan bersemangat dalam belajar membaca.

Buku Cerita Bergambar Lebih Menarik Minat Anak

Seharusnya kita memahami bahwa anak lebih menyukai gambar dibanding tulisan. Kenapa? Karena anak memiliki daya visual yang lebih kuat dibanding sekadar mendengar cerita. Dengan buku cerita, kita bisa menumbuhkan kebaikan dengan visual yang menarik. 

Buku Cerita Bergambar dan Pengalamanku Mengajarkan Kebaikan Lewat Membaca

Saya percaya setiap keluarga menginginkan value atau nilai moral yang baik ditanamkan kepada anak. Sama halnya pada keluarga kami. Proses stimulasi yang dilakukan dengan cara yang menyenangkan dapat menggunakan buku cerita bergambar. 

Sakha yang masih berusia bayi pun kami perkenalkan dengan berbagai buku bayi yang memiliki banyak gambar dan sedikit kata. Kenapa? bagi anak-anak yang belum tahu bagaimana cara membaca, mendongeng dengan buku cerita bergambar jelas lebih mudah dan bermakna daripada kata-kata. 

Anak akan belajar memahami dan menafsirkan melalui gambar pada cerita tersebut. Tidak hanya itu, kami pun dapat mengajarkan dan mengenalkan hal-hal yang selama ini belum pernah dilihat Sakha di dunia nyata. Hal ini lah salah satu manfaat cerita bergambar.

“Picture storybooks are books in which the picture and text are tightly intertwined. Neither the pictures nor the words are selfsufficient; they need each other to tell the story”.
Mitchell

Buku cerita bergambar merupakan buku yang di dalamnya terdapat tulisan dan gambar, yang saling bergantung menjadi sebuah kesatuan cerita dan tidak dapat berdiri sendiri-sendiri. Gambar dan tulisan tersebut membentuk kesatuan yang utuh. 

Cerita bergambar merupakan cerita yang ditulis dengan gaya bahasa ringan yang dilengkapi dengan gambar yang menjadi satu kesatuan. Ragam tema bisa dijumpai dalam cerita bergambar. Mulai dari cerita hewan, cerita anak muslim, berbagai pengetahuan umum hingga sejarah nabawiyah yang disajikan ke dalam buku cerita.

Dengan memilih buku cerita bergambar merupakan salah satu pilihan yang tepat karena pada usia tersebut anak-anak masih menyukai cerita dan gambar-gambar yang penuh warna. Dengan cerita bergambar, dongeng yang kita sampaikan kepada anak pun semakin hidup. Kami sendiri juga mendapatkan dari buku cerita bergambar ini.

Apa saja manfaat dari buku cerita bergambar?

Cerita Bergambar Merupakan Langkah Awal yang Menyenangkan untuk Mengenalkan Dunia Buku pada Anak. Cerita bergambar merupakan langkah awal yang menyenangkan untuk mengenalkan dunia buku pada anak. Telah banyak penelitian yang melaporkan bahwa buku mempunyai manfaat yang besar bagi perkembangan anak. 

Oleh sebab itu buku harus dikenalkan sedini mungkin pada anak. Namun, jangan sampai mengenalkan kegiatan membaca ini tidak menyenangkan. Dengan menghadirkan buku cerita bergambar, kegiatan membaca menjadi menyenangkan.

Cerita Bergambar dapat Menumbuhkan Minat Baca

Pada awalnya, Sakha mungkin hanya bisa mendengarkan saya bercerita. Begitupun anak-anak anda, tetapi karena terbiasa mendengar cerita dari kita, anak-anak mulai penasaran dan ingin membaca sendiri cerita-cerita dari buku cerita. 

Hal ini ditunjukkan oleh Sakha semenjak berusia 1 tahun, ia mulai bisa memilih buku sendiri di rak dan menyerupai orang membaca. Saya yakin inilah proses penanaman bibit gemar membaca di dalam diri anak, meski masih jauh ke tahapan anak bisa membaca buku sendiri.

Kebiasaan kegiataan membaca ini tumbuh perlahan hingga hari ini Sakha berusia 5 tahun. Saya dan suami pun sepakat anak yang memiliki kegemaran membaca akan mempunyai bendara kata yang lebih luas. Selain itu anak-anak akan tumbuh menjadi seseorang yang berwawasan yang luas, cerdas, dan memiliki nilai pondasi yang kuat.

Cerita Bergambar Mengasah Rasa Ingin Tahu Anak

Dengan cerita bergambar saya dapat mengenalkan banyak hal baru kepada Sakha. Hal-hal yang tidak bisa kami jumpai di kehidupan sehari-hari, seperti aneka jenis hewan, transportasi atau kejadian alam. Saya dan suami mulai merangsang anak-anak untuk bertanya tentang hal-hal apa saja yang belum anak ketahui. Tanpa ditanya pun, pada dasarnya anak-anak pasti akan bertanya jika mereka tertarik dengan sesuatu.

Beberapa bulan lalu kami baru membelikan buku tentang pemadam kebakaran. Setiap membaca halaman-halaman buku tersebut ia selalu bertanya ini dan itu. 

Kami percaya bahwa cerita bergambar akan mengasah kemampuan anak dan mengembangkan rasa ingin tahu Sakha. Anak yang memiliki rasa ingin tahu yang baik, akan tumbuh menjadi anak yang kritis dan logis, tentu jika kita memberikannya “asupan” pengetahuan yang tepat.

buku asmaul husna
Cerita bergambar mengajarkan hal-hal kebaikan berdasarkan value asmaul husna yang ingin kami tumbuhkan pada anak-anak

Cerita Bergambar Membantu Anak Mengekspresikan Diri

Pada sekitar usia 3,5 tahun saya memberikan buku salah satu cerita bergambar. Cerita bergambar tersebut memiliki alur cerita seorang anak kecil seusianya yang mejelaskan sifat-sifat Allah atau Asmaul Husna di kehidupan sehari-hari. Di dalam buku cerita bergambar tersebut memiliki cerita dan konflik sederhana. 

“Oh iya, mati lampu kaya di buku Sabiq (salah satu tokoh di buku Asmaul Husna) ya Mah?”

Sakha banyak belajar tentang kegiatan, anak-anak akan belajar tentang bagaimana cara bersikap ketika menghadapi sesuatu yang baru. Saat mati lampu misalnya, ia mencoba tetap tenang seperti Sabiq dan memahami bahwa apapun yang ada di muka bumi ini pasti akan mati. Jadi, hanya Allah Yang Maha Hidup. Sejatinya anak-anak akan mencoba mengekspresikan diri dan pikirannya. Hal ini sangat baik untuk mengajarinya berani bersikap atas sesuatu.

Cerita bergambar pada Aplikasi Let’s Read Membantu Penuhi Hak Anak 

Let’s Read merupakan sahabat membaca cerita di era digitalisasi saat ini. Perpustakaan digital yang menyediakan koleksi buku cerita bergambar dan berwarna. Buku-buku cerita bergambar dapat diunduh agar dinikmati sewaktu offline ataupun dicetak sendiri.

Aplikasi Let’s Read diprakarsai oleh Books for Asia dari The Asia Foundation yang bertujuan menumbuhkan para pembaca cilik di Asia. Sesuai tujuannya, Let’s Read mengembangkan konten lokal dengan bahasa daerah melalui kerja sama dengan para pakar buku anak setempat. Dengan membaca cerita bergambar di Aplikasi Let's Read, kami sebagai orang tua merasa terbantu dalam memenuhi hak dan kebutuhan anak-anak.

membacakan nyaring

Menumbuhkan Kebaikan Bersama Cerita bergambar Sali dan Saliha pada Aplikasi Let’s Read

Pagi itu saya hendak membacakan buku cerita bergambar di aplikasi Let's Read bersama Sakha. Saya menggunakan filter bahasa indonesia dan mencari buku cerita bergambar dari penerbit Mizan. Saya dan Sakha memilih dongeng cerita Sali dan Saliha. Ada tiga judul cerita bergambar yang dipilih Sakha, salah satunya ia membaca sendiri.
M: "Ceritanya tentang apa Ka?" tanya saya penasaran.
S: "Ini, Mamah baca aja.." jawabnya polos
M:(saya ketawa getir) "Gimana dong Ka, coba ceritain ke Mamah, nanti kita baca cerita lagi." Bujuk saya.
S: "Sali ga sengaja ngerusakin mainan Saliha, terus Sali kasih tahu ke Saliha." jawabnya. 
M: "Wah Sali jujur ya, meski salah. Allah suka dengan kejujuran, begitu juga Mamah...Mamah yakin Sakha jadi anak yang jujur." balas saya.

Alur cerita yang sederhana pada dongeng Sali dan Saliha memang menjadi kelebihan dari cerita bergambar ini. Namun, yang menjadi impresi awal mengapa Sakha memilih series cerita bergambar in karena memiliki ilustrasi yang menarik dan cerita yang disampaikan sangat relate dengan kehidupan sehari-hari sehingga mudah dipahami anak seumuran Sakha. 

Karakter kebaikan yang ingin diajarkan pada buku ini antara lain seperti berkata jujur, saling menolong, membantu Ibu dan menyayangi anak yatim. Cerita bergambar yang tersedia di aplikasi Let's Read ini menggunakan kata yang sangat sederhana dan pendek sehingga Sakha tetap fokus pada cerita dan tidak cepat bosan sehingga sangat cocok untuk dibacakan. Selain itu karakter Sali dan Saliha digambarkan secara jelas dan warnanya juga sangat menarik. 

Dengan membiasakan membaca buku dan bercerita tentang kebaikan, anak pasti akan gemar pada keduanya. Perlahan tapi pasti, kami percaya kebiasaan baik yang dipupuk perlahan dengan penuh cinta jauh lebih terhujam ke dalam benak anak-anak sehingga kelak mereka akan melakukannya dengan sukacita tanpa paksaan. 

Fitur-fitur Aplikasi Let's Read

Meskipun aplikasi ini gratis ternyata banyak sekali buku yang tersedia. Saya sudah memperkenalkan aplikasi ini hampir dua tahun. 

Yuk simak fitur-fitur apa saja yang ada di aplikasi Let’s Read.

1. Buku Cerita Bergambar yang Variatif

Meskipun aplikasi ini tidak dipungut biaya ternyata banyak sekali buku cerita bergambar yang disediakan. Beragam penerbit, bahasa, tingkat kesulitan dan genre buku dapat kita baca di aplikasi Let’s Read.

Salah satu yang sering dinikmati Sakha adalah buku dari penerbit Mizan, cerita yang disajikan adalah karakter kakak beradik yang menceritakan kebiasaan baik. Hal ini yang disukai oleh Sakha karena memiliki kesamaan karakter. 

2. Buku Dapat Diunduh dan Dibaca Kembali Tanpa Menggunakan Internet

Salah satu fitur yang memudahkan pada aplikasi Let’s  Read ini adalah kita dapat mengunduh dan dapat dicetak secara mandiri. Buku yang diunduh tersebut tersimpan di menu buku unduhan dan dapat dibaca sewaktu-waktu meski handphone dalam kondisi offline.

3. Tampilan huruf dan gambar bisa diperbesar untuk memudahkan membaca

Jangan khawatir jika kita kesulitan tidak bisa menikmati gambar dan kata-kata dengan jelas. Aplikasi Let’s Read ini dapat memperbesar dan memperkecil ukuran teks dan gambar di buku cerita yang hendak kita baca.

4. Memudahkan Pencarian Buku Dengan Filter Bahasa, Tingkat Kesulitan Membaca dan Kategori

Salah satu fitur yang menarik adalah aplikasi ini menyediakan buku-buku dengan bahasa internasional dan daerah. Tentu tidak semua buku menyediakan semua bahasa yang sama. Menariknya ada bahasa daerah seperti jawa, sunda dan minangkabau. 

Selain itu Let’s Read juga menyediakan level kesulitan membaca buku yang dapat kita sesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan anak.

Cara Menggunakan dan Mendapatkan Aplikasi Let’s Read 

Aplikasi Let’s Read sangat mudah digunakan. Ketika kita ingin memilih jenis cerita bergambar yang ingin dibaca, kita cukup memilih bahasa atau tingkat kesulitan membaca dan filter kategori yang diinginkan.

Cara mendapatkan aplikasi in ipun sangat mudah, kita cukup mengunduhnya di Google Playstore atau Appstore. Selain itu kita juga dapat mengakses Let’s Read ini dari perangkat browser kita di personal computer.

cerita bergambar lets read

Penutup

Itulah pengalamanku mengajarkan kebaikan pada anak dengan cerita bergambar dan Let’s Read. Kami pun tetap berupaya untuk membuat kegiatan membaca semakin menarik dan menyenangkan untuk dibaca bersama anak-anak. Jadi, Yuk segera download aplikasi Let’s Read ya, agar teman-teman juga merasakan sendiri manfaatnya membaca bersama ananda di rumah. 

Klik untuk mengunduh aplikasi Let's Read  ya.

Semoga bermanfaat, salam hangat.

shafira adlina cerita mamah

Sumber pengetahuan :

  1. Membaca Nyaring (Roosie Setiawan, 2020)
  2. Membasuh Luka Pengasuhan (Diah Mahmudah, 2020

Related Posts
Shafira Adlina
Mamahnya Sakha dan Hafsah. Mamah yang suka nulis dan desain. Masih belajar jadi bloger, asessor dan fasilitator. Untuk kerja sama silahkan hubungi email : adaceritamamah at gmail dot com

Related Posts

52 komentar

  1. Wah keknya app-nya bagus nih buat anak saya. Trims infonya ya Kak

    BalasHapus
  2. Aku juga mulai seneng2 sama cerita bergambar dalam lets read ini. Ternyata menghibur bangettga cuma buat anak. Tp buat aku jugaa hehe

    BalasHapus
  3. Jujur belum ngasih buku digital ke Azka nih mba walau udah 3thn masih kubatasi screentime, pergi2 pun bawa buku asli yg ukuran kecil ☺

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, dulu aku kasih ke sakha juga satu minggu sekali pas masih 3 tahun. atau saat pergi2 jauh ga bawa buku.

      Hapus
  4. MasyaAllah sakha ternyata sejak dikandungan itu digendong kemana-mana sama mamah ya, nak? diajak menempuh s2 mamah ya, nak. Sama kaya aku mengandung anak pertamaku dulu mah menempuh s2 dan LDR agak lama sama suami demi mengejar lulus,wkwkw. Eh anyway Let's Read ini masih nangkring juga lo dihp ku, gak mau kuhapus aplikasi ini, habis bagus sih, aku aja suka apalagi anak-anakku mah

    BalasHapus
  5. Sakhaaa sama seperti anak saya nih, awalnya dari buku cerita bergambar dia ngarang aja sendiri tuh ceritanya. Lama-lama penasaran juga kan ini tulisannya apa sih buuu. Ya akhirnya dia belajar baca satu kata satu kata. Gemes dehh. Biasanya juga baca di Lets Read, banyak banget ceritanya asyik deh.

    BalasHapus
  6. baca buku jadi lebih seru ya mbak.

    Sepertinya mbak Ina calon ibu pendongeng juga nih kayak mbak Ghina, hihi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju, koleksi bukunya banyak banget. aku mah kalah deh, hehe. btw aku juga pake aplikasi lets read. selain gratis dan bisa di unduh juga ceritanya menarik apalagi ilustrasinya. anak - anak suka

      Hapus
  7. Banyak kebaikan dalam mengajak anak membaca, salah satunya mengajak anak mencintai literasi sejak dini. Dan saat udah mentok dengan buku bacaan yang itu-itu aja maka aplikasi let's read emang jadi andalan hahaha

    BalasHapus
  8. Aku baru tahu ada softbook kayak kain gitu ya materialnya. Maklum, masih ngerawat anak kucing huhu. Nanti kalau udah berkeluarga, kayaknya juga bakal nurunin minat baca ke anak. Aku dulu waktu kecil, sering dibeliin buku cerita bergambar sama Ibu, dongeng2 barat dan mitos kebanyakan

    BalasHapus
  9. Aku download lets read juga mba. Emang keren sih apalagi bergambar kan jadi anak-anak suka.

    BalasHapus
  10. Seneng banget kalau anaknya suka membaca. Saya dulu terlalu sibuk, jadi nggak sempat bacain untuk anak. Sekarang pengin banget ngulang masa itu. Anak-anak sudah besar.

    BalasHapus
  11. App nya lengkap sekali dan sangat membantu untuk anak-anak dalam membaca serta bermanfaat di dunia literasi bagi anak-anak

    BalasHapus
  12. Suka banget aplikasi lets read ini, banyak pilihan bacaan di ap nya, ilustrasinya pun disukai anak2

    BalasHapus
  13. jangankan anak2, aku yang udah gedeee gini aja masih lbh tertarik sama buku bergambar, hihi, dulu kecilku emang sering dicekoki buku2 penu gambar ini sama kakak tertua,,

    lets read keren bgt siii, ilustrasinya cakep2

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku setuju nih ilustrasi di lets read cakep - cakep. aku kenal sama ilustrator aprilia juga berkat lets read lho, hihihi

      Hapus
  14. Aku baru mulai beberapa bulan ini mengenalkan anak-anak sama Let's Read, dan ternyata memang menyenangkan ya. Pilihan bukunya banyak dan terutama sudah terpilih yang kualitasnya bagus.

    BalasHapus
  15. aku ngandelin juga nih mba let's read, tiap hari bacain buat si kecil, kadang pas lagi keluar dan gak bawa buku, yaudah baca dari let's read. ceritanya juga beragam.

    BalasHapus
  16. Let's Read pilihan bercerita dengan mendongeng supaya banyak manfaat didapatkan untuk anak.

    BalasHapus
  17. Wah ada ya aplikasi keren begini buat anak anak, mungkin cocok juga buat murid murid PAUD ku juga mungkin ya..

    BalasHapus
  18. Sepakat banget kalo mendidik anak generasi alpha emang diperlukan digital book, bagemanapun harus menyesuaikan dengan zaman.
    Selalu seru kalo lihat buku cerita bergambar, menarik perhatian dan minat baca pada anak.
    Lets read, udah pasti menemani orang tua dalam memilih buku2 untuk anak2 yaa. Lucu2 banget sih Sakha sama adeknya, menggemaskaan.

    BalasHapus
  19. Aku sekarang pun masih suka cerita bergambar, kak. Karena memang benar, bisa ningkatin semangat baca. Kalau pas lagi kena Reading Slump, buku anak bergambar justru penolong banget biar makin semangat baca lagi

    BalasHapus
  20. Ide cemerlang nih, memanfaatkan screentime dengan membaca. Yes makasih infonya tentang lets read ya mom .. aku baru tahu nih.

    BalasHapus
  21. Anak memang harus diajak cinta membaca sejak dini. Dan let's read salah satu solusi untuk anak yang selalu merengek untuk pegang hp/gadget, jadi bisa baca lewat aplikasi. Terima kasih infonya mbaa ~

    BalasHapus
  22. Saya mulai suka membaca sejak kelas 1 SD. Waktu itu suka baca cerita yang ada di buku cetak. Hal ini saya lakukan saat lagi sarapan. Rasanya kok asyik banget. Soalnya zaman itu belum ada gadget, jadi aktivitasnya ya baca buku.

    Tapi sekarang ini tantangannya lebih besar buat para orang tua ngenalin anak-anak cerita dongeng, apalagi serbuan digital lebih mendominasi. Jadi ya pinter-pinter orang tua aja ngenalin cerita bergambar ke anak-anaknya.

    Tapi untungnya ada aplikasi Let's Read ya, jadi bisa membantu meningkatkan minat baca pada anak, meski lewat digital sekalipun.

    BalasHapus
  23. Di Zaman yang semuanya serba digital, para orang tua juga mau tidak mau harus mengikuti perkembangan yah mba. Apalagi yang punya anak2, perlu banget dibekali literasi sejak dini. Sepertinya ini akan saya pakai untuk keponakan deh mba hehe, anw terima kasih atas info nya yah Mba ;)

    BalasHapus
  24. Aku sering iseng bacain cerita di let's read dengan berbagai bahasa. Soalnya seru pilihan bahasanya banyak hehd

    BalasHapus
  25. bener banget mba. kita harus bisa menyesuaikan jenis buku yang di baca sesuai dengan jenis umur. aku belikan ankku paper book kebanyakan yang kebuang. hehe aku download juga nih lets read. biar kalau mereka maain bisa sambil belajar juga bacain cerita.

    BalasHapus
  26. Bagus ya lets read ini bisa menumbuhkan minat baca pada anak dan membuat anak lebih kreatif

    BalasHapus
  27. Senang nya lihat anak anak rukun
    Kegiatan membaca emang banyak manfaatnya karena banyak teladan yang bisa ditiru

    BalasHapus
  28. Jika kita menginginkan generasi yg lebih baik dibanding orang tuanya, mau tidak mau kita harus bisa menjadi teladan. Saya setuju sekali dg ungkapan 'children see children do.' Kalau ingin anaknya senang baca, dekatkan ia dg aktivitas membaca. Salah satu caranya bisa dg mendongeng ❤

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju banget. Anak saya sendiri udah biasa melihat saya pegang buku semenjak dia masih bayi. Dia jadi niru-niru dan ketika dia udah bisa jalan, dia ikut-ikutan minta dibelikan buku, dan minta saya bacain buku itu untuk dia :)

      Hapus
  29. Ngga hanya anaknya, ibunya juga masih suka cerita bergambar mba hihi. Aku masih nyimpen juga koleksiku. Alesan aja untuk anak padahal sayang mau dikasih orang hahaha.
    Btw lets read emang nyenengin yaah. Aku jg ikutan baca di lets read. Cerita dan gambarnya lucu2

    BalasHapus
  30. Nyatanya cerita bergambar tidak cuma menumbuhkan minat membaca ya mbak, tetapi juga bisa memancing imajinasi. saya rasa kita bisa meminta anak menceritakan apa yang ia lihat di gambar, sebelum kita bacakan narasi yang tertulis. Untuk cerita bergambarnya banyak di Lets Read ya

    BalasHapus
  31. Mengajarkan anak membaca sejak dini memang sangat penting, bener banget mereka diajak memilih buku yang ingin dibaca agar mereka lebih bersemangat saat kita akan membacakan buku pilihannya

    BalasHapus
  32. Mengenalkan anak2 dengan ceribar (cerita bergambar) penting sih, apalagi pas malam senyap mau tidur, buka aplikasi Let's read, tinggal dibacakan ke anak-anak, lihatin gambarnya pasti mereka seneng. Saya sepakat bahwa anak2 punya hak untuk tumbuh kembang dengan baik, salah satunya dengan mengenalkan mereka dunia literasi agar mereka melek hingga dewasa nantinya. Thanks sharingnya, penuh hikmah bagi saya.

    BalasHapus
  33. Masya Allah, dek Sakha dan dek Hafsah akur sekali, baca buku kalo mamanya lagi shalat.

    Memang, menemani dan menjadikan membaca sebagai kebiasan baik memberi banyak manfaat ya.

    BalasHapus
  34. Saya sudah mulai meggunakan aplikasi ini. Dan ketika nemu wifi langsung download buku-buku yang mau dibaca kemudian, karena bener bisa disimpan dan dibaca dalam keadaan data seluler off.

    BalasHapus
  35. nahla lagi suka banget menemukan huruf dan kata dari buku yang dia baca. seru, metode kayak gini ternyata membuat anak happy ya teh. padahal ini proses belajar yaa. emang seajaib itu efek dari membaca cerita yaa, apalagi cerita bergambar.

    BalasHapus
  36. Wah bagus banget ya aplikasi Let's Read bikin anak semangat baca soalnya ada gambar2nya.

    BalasHapus
  37. Masya Allah tabarakallah Mbaak Ina. Akupun bukan dari keluarga pecinta baca. Alhamdulillah tanteku mengenalkanku pada buku sejak usia 5 tahun. Akupun ngga TK jadi belajar d rumah bersama buku2 sampai akhirnya bisa membaca sendiri.

    Kalau zaman sekarang, ortu udah jauuuh lebih melek soal Literasi ya. Banyak juga Cara mengajak anak membaca atau mendongeng bersama,salah satunya lewat aplikasi

    BalasHapus
  38. wah anakku nih suka banget nih sama buku sejak kecil, apalagi jaman sekarang anak-anak udah familiar sama gadget jadi bagus juga ada Let's Read ini

    BalasHapus
  39. Senang sekali ya berkat adanya aplikasi let's read kebutuhan baca anak bisa dipenuhi tidak harus beli dulu buku...
    Saya juga mempertahankan menyimpan aplikasi ini meski memori hp hampir habis

    BalasHapus
  40. Aku sempat diceritakan sama sepupu ku, saat dia hamil sering ngajak ngomong dedek di dalam kandungan. Terus sejak 1 tahun sudah dibiasakan untuk di dongengin sebelum tidur. Ngga heran di umur 4 tahun anaknya udh bisa baca

    BalasHapus
  41. aku pernah install seneng ada banyak bahasaa ceritanya pun beragam mak. cuma dah kuunins karena memori ga cukuup huhuu

    BalasHapus
  42. baru pertama ini aplikasi buku cerita bergambar ya. apa aku yg br tau hehehe... biasa aku baca dr IGnya sahabat ibu pintar. coba aku instal nanti.

    BalasHapus
  43. Aplikasi yang menarik nih, supaya anak bisa semakin semangat baca ya. Mau download ah

    BalasHapus
  44. Merawat dan mendidik anak tuh emang komitmen yg tinggi ya mba, harus diperhatiin sampe detail terkecil :") makasih mba Shafira rekomendasi aplikasinyaa, bisa buat ponakanku dulu hehe

    BalasHapus
  45. Wah ada Sali Saliha ya di Let's Read

    BalasHapus
  46. Adek Sakha sukak banget membaca ya kak, ekspresinya itu lho ngegemesin pas baca buku anak. Happy gitu, apalagi sekarang ada app lets read ya kak, membacakan cerita anak jadi mudah sekali

    BalasHapus
  47. Buku cerita di sertai gambar memang sangat menarik ya untuk anak" aku sendiri pas dulu kecil sukanya buku cerita yang ada gambar"nya hehe

    BalasHapus