-->
mOaB8SxtB0X1FfqkEcWCngeyJrUW9rkTfz5H9ziF

Hati yang Selalu Bersyukur

Tentu kita sepakat bahwa kebahagiaan seseorang berporos pada hati. kebahagiaan bersumber pada hati yang bening dan lapang. Pada artikel ini mari kita sama-sama memahami mengapa kita harus memenuhi hati dengan rasa syukur. Apa manfaat dari hati yang selalu bersyukur?

Seorang dokter spesialis bedah saluran pencernaan di Jepang, Dr. Shigeo Haruyama pernah menulis buku yang berjudul “The miracle of Endorphin” (Mizan, 2011). Beliau memaparkan bahwa betapa kuat hubungan antara kesehatan fisik dengan kondisi kejiwaan seseorang. Dr Haruyama menyebutkan jika seseorang memaksimalkan hormon  kebahagiaan yang dimilikinya (yang bersumber dari pikiran dan emosi), ia dapat terhindar dari keterpurukan secara fisik maupun psikis.

Perbedaan Islam dan Iman

Islam adalah totalitas kepasrahan kita pada Allah dengan menyempurnakan segenap ritual ketetapan-Nya. Rukun islam mengajarkan bahwa kita belum pantas disebut muslim melakukan syahadat, shalat, zakat, shaum Ramadan, pergi haji jika mampu. Jika kita perhatikan semua rukun islam adalah pekerjaan fisik dan dikerjakan semampu kita, kecuali syahadat. 

Jika kita bisa sholat sambil berdiri, kita bisa sholat sambil duduk. Jika kitatidak kuat berpuasa selama perjalanan, kita diperbolehkan berbuka. Kalau belum cukup mampu pergi haji, kita boleh tidak menunaikannya. 

Sedangkan iman akar katanyany adalah amanah dan aman, yang menekankan pekerjaan hati. Pada rukun iman mengajarkan kita belum pantas disebut mukmin kalau tidak bisa mempercayai secara utuh bahwa Allah adalah Tuhan kita. Nabi terakhir kita adalah Rasul Muhammad Sallahualaihiwasalam. Al Quran adalah kitab suci penyempurna. Dan kita belum beriman jika kita tidak memercayai kehidupan setelah dunia serta segala keteapan Allah adalah baik dan buruk.

Berbeda dengan rukun islam, keimanan ini tidak bisa ditawar dan setengah-tengah atau dilaksanakan semampu kita. Lebih penting lagi bahwa kita harus paham bahwa rukun iman in adalah pekerjaan hati.

Mungkin kita bisa mengukur sejauh mana tingkat keislaman seseorang karena terkait pekerjaan fisiknya. Namun, kita tidak bisa menyebutkan seseorang itu beriman atau tidak karena keimanan hanya bisa dikuru dari kepercayaan yang bersumber dari hati. tentu ini hanya diketahui oleh Allah Ta’ala semata.

Seperti yang dituliskan di surah AL-Hujurat (49) ayat 14 :


Sama seperti keimanan, kesehatan pun berporos pada hati.

Salah satu contohnya adalah ketika kita mendapatkan masalah bertubi-tubi yang terasa tidak kunjung berakhir. Kita mempunyai pilihan bagaimana menyikapi masalah tersebut secara positif atau negatif. Jika merespon masalah tersebut dengan positif dan afirmasi yang baik, maka otak kita akan melepaskan zat-zat yang baik untuk tubuh. Ketika berusaha untuk mengatasi masalah kehidupan dengan sabar dan berusaha, kita akan menerima aliran hormon kebahagiaan atau beta endorphin.

Sebaliknya, ketika kita merespon masalah dengan sikap negatif seperti kemarahan, mendendam, terpuruk, memendam dan sebagainya. Tentu zat yang akan dilepaskan adalah yang dapat merusak tubuh atau noradrenalin.

Pikiran positif seseorang berkaitan erat dengan resistensinya terhadap menghadapi suatu penyakit. Sementara pikiran negatif  bisa membuat seseorang cepat jatuh sakit. 

Dr. haruyama menjelaskan konsep ini memang tidak berlaku mutlak, tapi secara garis besat pikiran dan emosi kita mempengaruhi otak dan kesehatan kita. Ketika kita berpikir polos, tenang tentu tubuh akan memproduksi beta endorphin. Namun, ketika kita dipenuhi rasa benci, dendam, amarah tubuh pun sulit memproduksi hormon tersebut.

Apa yang diteliti Dr. Haruyama ini sebenarnya telah disampaikan beribu tahun lalu oleh baginda Muhammad sallahualaihiwasalam. Dalam sebuah hadist yang menyampaikan bahwa hati adalah raja yang memerintahkan seluruh anggota tubuh.

“Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati atau jantung” (HR. Bukhari dan Muslim).

Penutup

Ketika hati kita penuh dengan rasa syukur maka akan membawa kebaikan pada tubuh kita sendiri. Perasaan dan pikiran adalah salah satu unsur pembuat doa karena tercipta dari perasaan kita. Jika kita merasa tubuh kurang sehat, akan menciptakan pikiran kita untuk membeli obat atau pergi ke dokter. Kita berdoa untuk meminta kesembuhan.

Apabila hati kita penuh syukur kita dapat menemukan cinta yang besar di mana-mana. Jika ditanya doa apa yang bisa dilantunkan agar hati selalu tenang menyikapi masalah? Doa yang diajarkan Nabi kita agar hati selalu dilimpahi kepercayaan penuh kepada Allah dan tenang dalam menyikapi masalah.

Salah satu doa untuk selalu tenang menyikapi masalah adalah 

Allahumma ya muqollibal qulub tsabbit qalbi ala dinika.

Duhai Allah yang Maha Membolak-balikkan hati. tetapkanlah hati ini untuk selalu memegang teguh agama-Mu sehingga kami tetap memiliki kompas untuk menciptakan hidup yang lebih baik. Aamiin.

Semoga bermanfaat. Salam.

shafira adlina cerita mamah
Related Posts
Shafira Adlina
Seorang Mamah dari 2 anak. Mencintai dunia menulis dan desain. Manager keluarga yang berperan menjadi asessor dan fasilitator di dunia publik. Untuk kerja sama silahkan hubungi email : adaceritamamah at gmail dot com

Related Posts

5 komentar

  1. Aamiin ,sangat bermanfaat bund terima kasih

    BalasHapus
  2. Halo mbak Shafira ...
    Nyaman banget baca postinganya mbak. Bersyukur merupakan kunci untuk terbebas dari penyakit hati tapi latihannya cukup berat. Karena terkadang sebagai manusia ada momen insecure 😅

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo mbak yani, terima kasih sudah mau mampir. betul mbak, bersyukur memang tidak mudah, tapi kita bisa melatihnya dengan menyengajakan berlatih...tetap semangat ya mbak biar insecure jadi bersyukur hehe

      Hapus
  3. Thanks a lot yah mba..berkaca-kaca mata saya membaca :'))) so deep, dan saya menjadi kiat paham makna rukun islam dan rukun iman, tulisan ini mesti dibaca setiap minggu untuk mencegah futur

    BalasHapus
    Balasan
    1. masyaAllah tabarakallah.. makasih kak sudah mampir. Iya mbak sbg pengingat kita bersama

      Hapus