-->
mOaB8SxtB0X1FfqkEcWCngeyJrUW9rkTfz5H9ziF

5 Tahapan Tumbuh Kembang Anak Usia Dini

tumbuh kembang

Tumbuh kembang anak adalah masa di mana anak akan mengalami perkembangan dari dari segi fisik dan keterampilan. Tumbuh kembang anak usia dini sendiri adalah perkembangan yang terjadi dari usia 0 sampai 3 tahun. 

Bisa dibilang usia ini adalah masa emas yang harus diperhatikan oleh semua orang tua. Perhatian orang tua harus fokus pada kebutuhan gizi anak, pemberian stimulan yang tepat dan meluangkan waktu lebih banyak. Seperti apa pertumbuhan anak usia dini yang harus diperhatikan? Ikuti perkembangannya berdasarkan usia berikut ini. 

Tahapan Tumbuh Kembang Anak Usia Dini 0-3 Tahun

Apabila orang tua mengamati tumbuh kembang anak berdasarkan usia ada beberapa faktor yang harus diperhatikan. Mulai dari perkembangan fisik, kognitif, motorik, bahasa dan psikososialnya. Beberapa ada yang bisa diukur seperti fisik yang jadi tolak ukur bahwa tubuh si kecil telah mendapat nutrisi tepat. 

Perlu diketahui juga bahwa tumbuh kembang anak usia dini bisa berbeda-beda karena dipengaruhi oleh beberapa faktor. Contohnya adalah jenis kelamin, usia, ras, genetik dan kromosom. 

Memantau pertumbuhan dan perkembangan jadi tugas yang penting, ada beberapa fase yang akan dialami sebagai berikut. 

1. Usia 0-3 bulan

Pada fase pertama yang pertama bayi akan belajar untuk mengangkat kepala selama beberapa detik dan mulai menggenggam. Bayi juga akan mengenal rasa lapar dan mengantuk. Walaupun mereka hanya bisa berbicara’’uh’’ atau ‘’oh’’ saja untuk stimulan orang tua harus terus mengajaknya bicara. 

Fokus bayi bisa juga bisa dilatih dengan menggantungkan mainan berwarna-warni di atas tempat tidurnya. Berikan mainan untuk digenggam yang menjadi stimulan motoriknya. 

2. Usia 3-6 bulan

Tumbuh kembang anak usia dini akan berlanjut di usia tiga sampai enam bulan. Berawal dari fokusnya yang membaik sehingga bisa melihat wajah orang dan benda di sekitarnya. Bayi juga belajar tengkurap sampai duduk. Dari fisiknya pertambahan berat pun cukup signifikan dari 500-100 gram per bulan. 

Bayi juga lebih ekspresif dan mereka akan merasakan nyaman atau tidak dengan kondisi lingkungan. Jadi jika bayi tiba-tiba rewel pada usia ini adalah hal yang wajar. Pada fase ini juga orang tua harus aktif dalam memberikannya mainan dan jauhkan benda yang bisa melukainya. 

3. Usia 6-12 bulan

Pada fase keempat bayi akan mulai bergumam bahkan bisa mengucapkan mama atau papa dan kata lainnya. Bayi juga akan merangkak dan berjalan sambil berpegangan. Pada usia ini berikan bayi MPASI. 

Berikan makanan yang variatif untuk diperkenalkan dan ajak terus anak untuk bermain. Terus awasi karena mereka sudah bisa merangkak. 

4. Usia 1-2 tahun 

Berat ideal untuk usia dini untuk anak perempuan adalah 7 -14 kg, sedangkan untuk anak laki-laki adalah 7-15 kg. Pada usia ini anak sudah bisa diajak untuk lebih mandiri seperti pergi ke toilet sendiri dan membersihkan kamar. 

Anak juga masih sering meniru perkataan orang lain, jadi teruslah berhati-hai bertutur di hadapan anak. Kosakatanya akan terus bertambah dan bacakan buku cerita untuk menambahnya. 

5. Usia 2 - 3 tahun

Pada usia ini anak sudah bisa berlari dan perkembangannya cukup stabil. Tak sedikit juga anak yang menunjukkan gejala tantrum atau emosional. Orang tua perlu memberikan pelajaran khusus seperti bermain mengenal bentuk, mewarnai dan juga menggambar. 

Penutup

Setiap fase tumbuh kembang anak usia dini peranan orang tua untuk memberikan stimulan sangat penting. Dampingi anak untuk setiap kegiatan yang mereka lakukan agar perkembangannya normal.

 Sumber Pengetahuan: 

  • https://www.nutriclub.co.id/article-balita/stimulasi/tumbuh-kembang-anak/mengoptimalkan-tumbuh-kembang 
  • https://www.prenagen.com/id/tumbuh-kembang-anak
  • https://www.haibunda.com/parenting/20170829113044-60-6956/anak-usia-0-3-tahun-sudah-punya-kemampuan-apa-ya
  • https://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id/laman/index.php?r=tpost/xview&id=249900399
  • https://www.generasimaju.co.id/tahapan-tumbuh-kembang-anak

Semoga bermanfaat, salam.
shafira adlina cerita mamah
Related Posts
Shafira Adlina
Mamahnya Sakha dan Hafsah. Mamah yang suka nulis dan desain. Masih belajar jadi bloger, asessor dan fasilitator. Untuk kerja sama silahkan hubungi email : adaceritamamah at gmail dot com

Related Posts

Posting Komentar