-->
mOaB8SxtB0X1FfqkEcWCngeyJrUW9rkTfz5H9ziF

Sambut Keberkahan Ramadhan, Persiapkan Bisnismu dengan Cara Ini!

Suatu hari teman saya di salah satu grup bertanya “Makanan oleh-oleh Jakarta apa ya yang bisa dibawa keluar kota?”. Sontak beberapa kami membalas pesannya. Saya berkata mulai dirinya bisa membawa dodol betawi, kerak telor dan kue cincin. Sayang, keluarganya kurang cocok dengan panganan tersebut. Lalu saya menawarkan beberapa UMKM sebagai alternatif oleh-oleh makanan khas Jakarta.

Mungkin banyak dari kita yang berbicara dalam hati, kenapa hasil olahan makanan dari UMKM bisa dijadikan oleh-oleh? Memang namanya UMKM memang memiliki kepanjangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM),tapi jangan salah si kecil ini mempunyai kontribusi yang sangat besar dan krusial bagi perekonomian kita secara makro.

Kita sadari atau tidak, produk UMKM ini memang mendominasi menguasai produk-produk oleh-oleh di berbagai daerah. Selain produk makanan dan minuman yang dapat dibawa sebagai buah tangan daerah, produk UMKM pun banyak ragamnya, seperti aneka kerajinan tangan/craft, hasil bumi seperti pertanian dan perikanan dan sebagainya .

Kemenkop UKM RI melaporkan total keseluruhan pelaku usaha di Indonesia (2017) UMKM memiliki pangsa sebesar 99,99% (62.9 juta unit) sementara usaha besar hanya sebanyak 0,01% atau sekitar 5400 unit.
 
Dalam penyerapan tenaga kerja, usaha Mikro menyerap sekitar 89,2% (107,2 juta jiwa), Usaha Kecil 4,74% (5,7 juta jiwa), dan Usaha Menengah 3,11% (3,73 juta jiwa); sedangkan Usaha Besar menyerap sekitar 3,58 juta jiwa. Singkatnya, secara gabungan UMKM dapat menyerap sekitar 97% tenaga kerja nasional, sementara Usaha Besar hanya menyerap sekitar 3% dari total tenaga kerja nasional lho.

Definisi UMKM

Sebelum beranjak kita bicara lebih jauh tentang UMKM. Kita simak dahulu, apa sih definisi dan kriteria suatu digolongkan menjadi usaha mikro, kecil dan menengah? Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Pelindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (PP UMKM), pada Pasal 35-36. Dalam pasal tersebut, diatur bahwa UMKM dikelompokkan berdasarkan atas modal usaha atau hasil penjualan tahunan.

• Usaha Mikro

Usaha mikro dapat dimiliki perseorangan atau keluarga, dan modal usaha maksimal Rp1 Milyar Rupiah per tahun. Hasil penjualan tahunan atau omset maksimal Rp2 Milyar.

• Usaha Kecil

Usaha yang digolongkan kepada Usaha kecil adalah yang memiliki modal usaha Rp1-5 Milyar. Semntara hasil penjualan usaha kecil dalam rentang Rp2 Milyar- Rp15 Milyar pertahun.

• Usaha Menengah

Modal usaha yang dimiliki usaha menengah dalam rentang Rp 5-10 Milyar. Sementara hasil penjualan usaha menengah dari Rp5 Milyar- Rp 10 Milyar pertahun.

UMKM sebagai Primadona Buah Tangan

Beberapa minggu lalu, saya berkesempatan untuk berbagi di tengah 160 UMKM Binaan DKI Jakarta. Dari sana saya banyak belajar langsung, betapa banyaknya ragam produk UMKM yang dapat bersaing dengan usaha besar bahkan dapat diekspor ke mancanegara.

Kembali lagi ke oleh-oleh Jakarta, setidaknya setelah melihat ragamnya produk UMKM di sana, saya ingin merekomendasikan beberapa produk UMKM Jakarta yang bisa dijadikan buah tanganuntuk orang tersayang.. Produk-produk di bawah ini selain dijadikan buah tangan juga dapat dijadikan hantaran di penghujung Ramadhan untuk menjelang Ramadhan dan hari Idul Fitri.

1. Renangel Snack

UMKM ini telah berdiri semenjak tahun 2012. Produk yang ditawarkan mulai dari snack ringan seperti keripik bawang, cheese stick, telor gabus dan sebagainya. Usaha yang didirikan oleh Ibu Merry ini juga telah merambah ke supermarket-supermaket ternama seperti total buah dan sebagainya.


2. Snack Eegaa

Salah satu binaan UMKM Dinas di DKI Jakarta adalah eegaa snack. Dengan produk andalannya cheese stick, pempek ikan dan tekwan. Mereka pun menyediakan hampers hantaran lebaran yang dapat dijadikan alternatif saat berkirim parsel di hari raya.


3. Tachie Cookies

Rasanya tak lengkap jika lebaran tanpa adanya kue-kue kering. Salah satu peserta UMKM yang memiliki produk kue kering adalah tachie cookies yang menyediakan aneka kue yang umum sampai tidak umum. Kenapa dibilang tidak umum? Kue favorit dari UMKM adalah kue semangka yang memilki bentuk unik seperti semangka dan rasanya pun manis tidak membuat eneg. Kue ini sangat disukai anak-anak saya. Aneka kue lainnya seperti nastar character dapat menjadi pilihan hampers lebaran nanti.

UMKM, Yuk Mari Jemput Keberkahan Ramadhan!

Ramadhan ini menjadi ramadhan kedua kita bersama pandemi Covid-19. Kita semua masih sekuat tenaga untuk beradaptasi terhadap segala perubahan. Hal ini disampaikan oleh hampir seluruh teman
Adaptasi bukanlah ajang adu kekuatan melainkan proses bertahan melalui ragam tantangan. Adaptasi melahirkan pribadi-pribadi yang lebih kokoh dan tangguh, meski tetap membutuhkan penguatan.

Begitu pula ketika menyambut bulan Ramadan 2021 ini. Sebagai pelaku UMKM kita harus banyak bersiap. Kenapa? Ramadhan ini bisa menjadi momentum keberkahan untuk usaha yang sedang kita kembangkan.

Kita mungkin tahu bahwa Masyarakat kebanyakan akan cenderung berbelanja lebih banyak di bulan Ramadan. Apalagi secara umum selama masa pandemi Covid-19 ini terjadi preferensi belanja produk.
Hal ini senada dengan yang dilaporkan Bank Indonesia (BI) bahwa terjadi peningkatan sepanjang tahun 2020 kemarin. Transaksi online di bulan Ramadhan (Mei - Desember 2020) dibanding periode yang sama tahun 2019 secara kumulatif transaksinya tumbuh 49,52%. Yang menarik adalah terjadinya lonjakan transaksi pada Mei 2020, ini bertepatan dengan puasa Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1441H.

Berangkat dari data tahun kemarin, pelaku UMKM memang harus menyiapkan strategi adaptasi khusus untuk menghadapi Ramadan 2021 ini. Di bawah ini beberapa cara adaptasi yang bisa diterapkan UMKM untuk menjemput keberkahan Ramadan 2021.

1. Jemput Keberkahan dengan Optimalisasi Penjualan Online

Pandemi Covid ini menyebabkan dunia UMKM memasuki masa gelombang baru yang mengandalkan teknologi dalam hal pemasaran. Digitalisasi adalah hal yang tidak bisa dihindari sampai saat ini. Maka kunci adaptasi yang bisa diterapkan untuk menjemput keberkahan Ramadhan adalah dengan mengoptimalkan channel penjualan online. Harapannya dengan strategi ini kita dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
 
Bagaimana cara mengoptimalkannya? Mulai dari mengoptimalkan peluang dengan menggunakan berbagai channel penjualan online. Mulai dari berjualan di berbagai e-commerce, promosi di sosial media seperti instagram dan facebook. Selain itu mulai bangun situs khusus brand sendiri dan bekerja sama dengan influencer untuk meningkatkan awareness.




2. Jemput Keberkahan dengan Melakukan Riset Tren

Satu hal yang sering dilewati para pembisnis pemula adalah tidak melakukan riset pasar. Padahal dengan melakukan riset tren kita dapat semakin optimal dalam menjemput keberkahan usaha kita, lho.
Supaya kita bisa terus relevan dan mengetahui apa yang diminati serta dibutuhkan konsumen, kita hars mengetahui tren dan perilaku mereka. Sebagaimana kita tahu bahwa tren dan perilaku konsumen akan selalu fluktuatif. Oleh sebab itu melakukan riset tren sangat penting bagi seorang pebisnis.

Riset ini dapat dilakukan melalui media sosial, seperti facebook insight ataupun melalui Google Keyword Planner. Kita juga bisa bertanya langsung kepada beberapa konsumen mengenai kebutuhan mereka yang berhubungan dengan bulan Ramadhan 2021, gunakan google form atau bertanya dengan voting Stories Instagram juga bisa dilakukan. Selain mendapatkan data, dengan riset ini, brand atau toko dapat semakin dikenal dan tetap relevan dalam memenuhi kebutuhan para konsumen.

3. Berikan Pilihan Metode Pembayaran yang Variatif

Cara adaptasi ketiga untuk UMKM menjemput keberkahan di bulan suci ini adalah dengan menyediakan beragam metode pembayaran yang dapat dipilih oleh customer. Fleksibilitas dalam transaksi perdagangan sangat penting. Konsumen tentu akan merasa mudah dengan ragamnya pilihan metode pembayaran. Semakin banyak opsi pembayaran dan kemudahan yang diberikan, maka toko kita berpotensi menjaring lebih banyak konsumen.
lomba jne 2021


4. Hadirkan Paket Spesial Hampers Hantaran Lebaran

Dengan menyediakan paket hampers hantaran Ramadhan atau lebaran memudahkan konsumen yang tidak mau ribet dalam mempersiapkan hari penuh berkah ini. Apalagi di masa pandemi ini, jarak menjadi tantangan kita bertemu dengan sanak saudara dan keluarga. Kita pun memilih untuk memberikan hampers atau parcel Lebaran. Teman-teman UMKM dapat memberikan variasi isi parcel dan hiasannya dengan mengurutkan dari harga terendah.

5. Jemput Keberkahan dengan Rajut Komunikasi dengan Pelanggan

Salah satu skill yang terkadang dilupakan adalah komunikasi dengan pelanggan. Hal ini menjadi sangat penting agar kita tetap menjalin hubungan yang baik dengan mereka. Walaupun setelah selesai bertransaksi kita harus tetap menjalin hubungan yang baik.
Dengan demikian dapat meningkatkan peluang mereka untuk kembali lagi. Kita dapat memberikan informasi terkait promosi , produk baru, ataupun penawaran menarik lainnya.

6. Jemput Keberkahan dengan Opsi Pengiriman yang Beragam

Cara adaptasi selanjutnya adalah dengan menyediakan pilihan jasa pengiriman yang beragam. Kenapa? tidak hanya pilihan pembayaran, konsumen juga menjadikan jasa pengiriman sebagai bahan pertimbangan ketika memutuskan untuk membeli sesuatu.
Dengan menyediakan beberapa opsi jasa pengiriman, bisa mempermudah konsumen. Memilih mitra perusahaan logistic juga menjadi faktor terpenting ketika kita berjualan online. Salah satu jasa pengiriman yang sudah terkenal dan banyak dikenakan UMKM adalah JNE.

JNE, Connecting Happiness

JNE adalah perusahaan logistic yang didirikan pada tahun 1990. PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) memiliki lebih dari 6,000 lokasi layanan. JNE memiliki lebih dari 150 lokasi yang terhubung dengan sistem komunikasi on-line yang dikawal oleh sistem dan akses situs informasi. Guna meningkatkan efektifas dan efisiensi bagi konsumen dalam upaya mengetahui status terkini pengiriman paket atau dokumen. Dengan mengedepankan pengembangan SDM dan teknologi JNE mampu menghubungkan kebahagiaan seluruh masyarakat Indonesia.
 
Sesuai dengan tagline dari JNE yaitu “Connecting Happiness”, JNE senantiasa mengantarkan kebahagiaan kepada seluruh masyrakat di Indonesia, tidak sekadar mengantar paket kepada pelanggan tapi JNE juga memiliki kepedulian kepada lingkungan dan masyarakat luas terutama UMKM.

JNE menyediakan e-fulfillment, artinya UMKM dapat fokus untuk mempersiapkan produk sementara rangkaian lain hingga pengiriman barang ke pelanggan dapat dibantu oleh JNE.
JNE pun menghadirkan aplikasi MyJNE membuat UMKM semakin cepat naik kelas.

Pada Ramadhan 2021 ini, JNE ikut berbagi keberkahan melalui kerjasama dengan marketplace Bukalapak dan Tokopedia, dalam bentuk promo bebas ongkos kirim (ongkir) kepada para pembeli yang berbelanja di e-commerce tersebut yang memilih pengiriman dengan menggunakan JNE dan service Reguler.

Dengan promo ini, secara langsung dapat membantu meningkatkan penjualan para UMKM yang berjualan online, sekaligus memberikan kemudahan kepada para buyer. Promo Tokopedia berlangsung mulai 1 April – 31 Mei 2021. Sementara di Bukalapak, periode promo dimulai 5 April – 31 Mei 2021 dan berlaku untuk kiriman ke seluruh Indonesia.

Penutup

Semoga di bulan suci Ramadhan ini, UMKM tetap semangat menjemput keberkahan agar semakin berkembang. Salah satunya dengan memilih mitra perusahaan logistik yang berpengalaman dan terpercaya seperti JNE. 


shafira adlina cerita mamah
Related Posts
Shafira Adlina
Seorang Mamah dari 2 anak. Mencintai dunia menulis dan desain. Manager keluarga yang berperan menjadi asessor dan fasilitator di dunia publik. Untuk kerja sama silahkan hubungi email : adaceritamamah at gmail dot com

Related Posts

16 komentar

  1. Pandemi paling berdampak sepertinya kepada UMKM ya mba. alhamdulillah JNE terus membantu para UMKM untuk terus berkembang dengan berbagai pelayanan yang mereka sediakan.

    BalasHapus
  2. Tagline Connecting Happiness semoga memang bisa mengantarkan kebahagiaan dari JNE untuk pelaku UMKM yang sedang berkembang. Sehingga bisa mengrimkan buah tangan sampai ke luar kota :)

    BalasHapus
  3. Waah tips berbisnisnya mantep banget, detail dan jangan lupa pilih ekpedisi JNE ya bun.

    BalasHapus
  4. Widihh padahal Jakarta yaa aku kepikirannya juga cuma kerak telor. Apalagi yaah. Kalo ditanya jg pasti bingung. Ngga kepikiran soal handmade dari umkm di sana. MasyaAllah.

    BalasHapus
  5. Wah bagus banget nih idenya. Masukan yang sangat bagus dan menarik ya.

    BalasHapus
  6. Semoga makin berkah usaha para pegiat umkm, meski saat ini pandemi belum usai.

    BalasHapus
  7. Alhamdulillah banget ya Mbak. JNE banyak membantu banget. Semoga UMKmm Indonesia makin mendunia

    BalasHapus
  8. baca ini makin semangat niy untuk buka usaha kecil-kecilan, good job buat JNE ya, semoga programnya makin diberkahi dan banyak membantu para pengusaha UMKM

    BalasHapus
  9. Sesuai slogan JNE ya.. Connecting Happines.. jemput keberkahan bersama JNE. tingkatkan UMKUM jita

    BalasHapus
  10. Iya nih, aku juga skrg kalau mau ngasih buah tangan jd langsung cari produk yg dijual teman-temanku dan ukm yg ada di sekitar rumah kualitasnya skrg udhan bagus-bagus yaa. Utk pengiriman jg JNE jadi pilihan, biasanya suka dikasih plastik tmbhn jd lebih aman.

    BalasHapus
  11. semoga dengan banyaknya pengiriman hampers ketika lebaran tidak menurunkan kinerja ekspedisi sehingga produk sampai di tempat dalam kondisi yang baik dengan kurun waktu yang tidak lama.

    BalasHapus
  12. Setujuu, paling berdampak emang pada UMKM niih saat pandemi gini.
    Menuntut pelaku bisnis untuk lebih kreatif lagi.
    Salut sama JNE, semoga program2 nya jadi memakmurkan pelaku UMKM juga ya

    BalasHapus
  13. Kyaa yang kukis semangka itu lucu banget. Inovasi gini nih yang bikin UMKM itu selalu bisa bertahan sekalipun masa sulit. Sukses banjir cuan di Ramadhan dan Lebaran nanti mbak!

    BalasHapus
  14. Usaha UMKM itu sangat menantang. Dampak pengalaman yang didapat pun sangat besar. Karena semua yang besar berawal darinyang kecil.

    BalasHapus
  15. Menarik sekali kak. UMKM di bulan ramadhan ini geliatnya akan lebih dari biasanya yaaa apalagi konsumen tinggal duduk manis di rumah.

    BalasHapus
  16. Menarik sekali kak. UMKM di bulan ramadhan ini geliatnya akan lebih dari biasanya yaaa apalagi konsumen tinggal duduk manis di rumah.

    BalasHapus