-->
mOaB8SxtB0X1FfqkEcWCngeyJrUW9rkTfz5H9ziF

Serunya Belajar Bersama di Festival Generasi Soya Maju dari SGM Eksplor Soya Pro-gress Maxx

Setiap orang tua terutama sebagai Ibu pasti ingin memastikan anaknya untuk dapat tumbuh dan kembang optimal. Kita tidak hentinya kita untuk membersamai, mendampingi dan menstimulasi pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Hal yang terpenting lainnya adalah dengan memenuhi gizi dan nutrisi yang optimal pada anak.

Pentingnya Pemenuhan Zat Besi Pada Anak

Salah satu nutrisi penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak adalah zat besi. Pada Webinar Festival Generasi Soya Maju yang diadakan tanggal 31 Maret 2021 lalu, Prof. DR. Dr. Saptawati Bardosono, MSc. (Prof. Tati) menjelaskan bahwa zat besi adalah salah satu nutrisi penting untuk mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan fungsi kognitif si kecil, termasuk bagi anak yang dengan kondisi tidak cocok susu sapi.

Sebuah fakta yang dilaporkan oleh Riskesdas (2018) adalah 1 dari 3 anak Indonesia di bawah lima tahun (balita) mengalami anemia, yang sekitar 50-60% kejadiannya berpotensi disebabkan oleh kekurangan zat besi.

Kenapa zat besi itu penting? 

Zat besi merupakan unsur dari eritrosit atau sel darah merah. Saat kita kekurangan zat besi, maka sel darah merah tersebut akan jadi kecil dan berwarna pucat. Nah, ini yang biasa disebut dengan anemia. 

Prof Tati menyebutkan beberapa dampak jika anak kekurangan zat besi. Mulai dari anak mudah terserang penyakit, gangguan permanen pada sistem motorik dan sensorik, pertumbuhan fisik yang terhambat hingga prestasi akademik anak akan menurun. Ternyata penting sekali untuk kita memastikan asupan zat besi, agar anak tidak kekurangan zat ini.

  festival soya generasi maju

Tantangan Anak yang Tidak Cocok Sapi dalam Pemenuhan Zat Besi Anak Alergi Susu Sapi

Menurut WAO penduduk dunia yang mengalami alergi sebanyak 30-40%. Di Indonesia sendiri ada 0,5-7,5% anak mengalami alergi susu sapi. RS Cipto Mangunkusumo juga melaporkan data kejadian alergi susu sapi sebesar 23,8 persen. Jumlah ini menggambarkan bahwa tidak sedikit anak Indonesia yang mengalami alergi terhadap susu sapi. Angka kejadiannya pun terus meningkat setiap tahun. Hal ini senada apa yang dijelaskan oleh jelas Konsultan Alergi dan Imunologi Anak, Prof. DR. Budi Setiabudiawan, dr., SpA(K), M.Kes pada Webinar yang bertajuk "Pentingnya Kombinasi Unik Zat Besi dan Vitamin C Untuk Dukung Si Kecil yang Tidak Cocok Susu Sapi Tumbuh Maksimal*"

Anak Alergi Susu Sapi Memiliki Risiko Lebih Tinggi Kekurangan Zat Besi

Anak dengan kondisi alergi susu sapi juga ternyata berpotensi memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami kekurangan zat besi. 

Salah satu sebabnya karena anak mengalami pembatasan jenis asupan makanan yang tidak sesuai, serta adanya risiko inflamasi pada saluran cerna, sehingga dapat  menyebabkan si Kecil tidak memperoleh kecukupan asupan nutrisi penting.Padahal zat besi merupakan salah satu nutrisi esensial yang dapat mendukung anak yang tidak cocok susu sapi agar tetap tumbuh maksimal. 

Ini jelas menjadi suatu tantangan kesehatan tersendiri bagi orang tua yang memiliki anak yang tidak cocok susu sapi. Sementara mereka tetap membutuhkan asupan nutrisi seimbang untuk menyokong pertumbuhan dan perkembangannya, termasuk kebutuhan zat besi. 

Tips Penuhi Kebutuhan Gizi Anak yang Tidak Cocok Susu Sapi Agar Tubuh Maksimal*

Dengan mengetahui dampak yang tidak bisa diremehkan seperti di atas, sangat penting agar orang tua memastikan nutrisi yang tepat dan adekuat untuk awal kehidupan anak, terutama bagi yang tidak cocok susu sapi. Peran kita sebagai orang tua khususnya Ibu sangat penting diperlukan untuk tetap tanggap dalam penanganan kondisi si Kecil. Kemudian kita bertanya bagaimana cara pemenuhan nutrisi bagi anak alergi susu sapi?

1. Konsumsi Sumber Makanan Tinggi Zat Besi 

Bagaimana pemenuhan zat gizi anak? agar mencegah kekurangan zat besi, Kita bisa mendapatkan dari berbagai sumber makanan yang kaya akan sumber zat besi. Ada dua jenis zat besi dari makanan, yaitu heme dan nonheme. Zat besi heme berasal dari hemoglobin hewani (daging merah, daging unggas, ikan, susu dll), sedangkan zat besi nonheme berasal dari tumbuhan (kacang-kacangan, brokoli, jagung dll).

2. Optimalkan Penyerapan Zat Besi dengan Konsumsi Makanan Tinggi Vitamin C

Selain memastikan asupan zat besi, tenyata penting juga mengoptimalkan penyerapan zat besi. 

“Tidak hanya zat besi, kombinasi zat besi dan vitamin C dengan rasio yang sesuai dapat membantu meningkatkan penyerapan zat besi di dalam tubuh anak.” Ujar Prof Tati dalam Webinar siang itu.

Selain memberikan vitamin C untuk meningkatkan absorpsi zat besi, kita juga memperhatikan zat yang dapat menghambat penyerapannya pada tubuh. Seperti konsumsi senyawa polifenol yang terkandung di beberapa sayuran (seperti oregano) dan tannins dalam teh).

3. Pilih Formula Isolat Protein Soya yang Mengandung Zat Besi dan Vitamin C 

Prof Budi menjelaskan Air Susu Ibu atau ASI merupakan yang terbaik bagi anak yang tidak cocok susu sapi, segera lakukan konsultasi dengan dokter anak agar mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat

Jika kalian memiliki anak dengan kondisi tidak cocok susu sapi juga tidak perlu khawatir dalam pemenuhan nutrisinya, sebab ada Rekomendasi Tata Laksana Alergi dan Manajemen Alergi pada Anak IDAI (2014). setidaknya ada 3 alternatif yang pertama Pemberian ASI. 

Pemberian ASI dianjurkan untuk eksklusif selama 6 bulan dan dilanjutkan hingga 2 tahun. Kenapa? Sebab ASI mengandung alergen makanan dalam jumlah yang sangat sedikit sehingga dapat menginduksi intoleransi pada tubuh anak. Oleh sebab itu, lama-kelamaan si kecil akan kebal terhadap alergen. 

Namun, Jika karena indikasi medis ASI tidak dapat diberikan, kita dapat memberikan formula alternatif sesuai berat tidaknya gejala alergi si kecil. Prof Budi menjelaskan untuk anak yang mengalami gejala alergi berat bisa diberikan formula asam amino. 

Sedangkan gejala alergi ringan sedang dapat diberikan formula protein terhidrolisis ekstensif. Tetapi, apabila terdapat kendala dalam memperoleh  alternatif susu tersebut jangan khawatir. Kita dapat memberikan formula Isolat Protein Soya sesuai dengan anjuran dan edukasi dari Dokter.

Sejumlah penelitian dipaparkan Prof Budi yang menjelaskan bahwa pola pertumbuhan, kesehatan tulang dan fungsi metabolisme, fungsi saraf, penyerapan zat mineral tubuh, serta fungsi hormonal dari anak-anak yang mengkonsumsi Isolat Protein Soya tidak berbeda dengan anak-anak yang mengkonsumsi susu sapi.

SGM soya


SGM Explor Soya Pro-gress Maxx dengan IronC

PT Sarihusada Generasi Mahardhika (Sarihusada) yang memiliki kepedulian terhadap permasalahan kesehatan anak-anak di Indonesia tidak henti-hentinya melakukan inovasi. Salah satu inovasi baru yang diluncurkan untuk membantu mengatasi pemenuhan zat besi, vitamin c dan nutrisi anak di atas 1 tahun yang tidak cocok susu sapi. 

Hal ini juga dipaparkan oleh Senior Brand Manager SGM Eksplor Soya Pro-gress Maxx, Anggi Morika Septie pada Webinar Festival Soya Generasi Maju, “Sarihusada berkomitmen mendukung tumbuh kembang anak generasi maju, tidak terkecuali anak dengan kondisi tidak cocok susu sapi. Tahun ini, kami menghadirkan inovasi produk, SGM Eksplor Soya Pro-gress Maxx.”

Susu SGM Eksplor Soya Pro-gress Maxx dengan kombinasi unik Zat Besi dan Vitamin C dan IronC.

Apa itu IronC? IronC adalah kombinasi zat besi dan vitamin C dalam rasio molar yang telah disesuaikan untuk memberikan asupan zat besi pada anak dan memastikan asupan tersebut terserap dengan optimal.

Selain itu, susu SGM dengan Isolat Protein Soya berkualitas ini dilengkapi juga Minyak Ikan dan Omega 3&6 untuk penyerapan nutrisi penting secara optimal dan dukung anak yang tidak cocok susu sapi tumbuh maksimal*.

Kalau kalian masih penasaran dengan susu formula SGM Eksplor Soya Pro-gress Maxx yang kaya zat besi ini bisa cari tahu kelengkapannya di sini.

Pengalaman Natasha Rizky, Bunda Selebriti yang Memiliki Anak Alergi Susu Sapi

Salah satu pengalaman bunda selebriti yang memiliki anak yang tidak cocok susu sapi, Natasha Rizky bercerita tentang pengalamannya. Pada awalnya Natasha Rizky dan Desta berusaha lebih terhadap gejala yang muncul,ditambah lagi setelah mengetahui risiko kekurangan Zat Besi pada anak yang tidak cocok susu sapi.

Mereka ekstra tanggap terhadap gejala yang muncul pada Miskha (anaknya), rutin berkonsultasi dengan dokter, dan memberikan konsumsi nutrisi alternatif yang tepat. Natasha dan Desta memberikan Isolat Protein Soya yang diperkaya dengan kombinasi Zat Besi dan Vitamin C seperti pada SGM Eksplor Soya Pro-gress Maxx sebagai alternatif nutrisi. Mereka yakin dengan dukungan nutrisi dari SGM Eksplor Soya Pro-gress Maxx dan stimulasi yang tepat, Miskha bisa tumbuh maksimal seperti anak lainnya.


Peran Orang tua dalam Penanganan Alergi Susu Sapi yang Tepat

Sebagai jantung keluarga, kita memang perlu dituntut menjadi tanggap dalam menangani tantangan di rumah. Tidak terkecuali  dengan alergi ini. Apalagi dengan dampak yang sudah dipaparkan sebelumnya yang tidak bisa diremehkan. 

Tahun ini, Sarihusada menghadirkan rangkaian program edukasi yang bertajuk ‘Festival Soya Generasi Maju’ dan menyempurnakan kampanye kesehatan ‘Gerakan 3K’ menjadi 3K+. Hal ini ditujukan untuk mendukung orang tua dalam mencegah dan menangani kondisi tidak cocok susu sapi pada si Kecil dan mengatasi risiko kekurangan Zat Besi agar tumbuh kembangnya tetap maksimal.

Tanggap Alergi Susu Sapi dengan Gerakan 3K+

Buat kalian yang belum kenal lebih dalam apa itu gerakan 3K+? mari kita simak penjelasannya di bawah ini ya. Gerakan 3k+, yaitu: 

1. Kenali 

Apabila ada orang tua yang memiliki riwayat alergi, maka kemungkinan besar anak akan mengalami alergi juga. Begitupun jika orang tua tidak ada riwayat alergi, hanya persentase kecil anak mempunya risiko alergi. Oleh sebab itu, kita patut mengenail dan waspada terhadap gejala-gejala alergi. 

Alergi susu sapi merupakan suatu respons sistem imun yang berlebihan pada seseorang terhadap protein susu sapi yang tidak berbahaya bagi orang lain. Penting bagi kita sebagai orang tua melakukan diagnosa agar anak dapat ditangani dengan baik jelas Prof Budi.

Kita sebagai orang tua harus waspada terhadap dampak serius jika anak terlambat didiagnoasa alergi susu sapi. Prof Budi menjelaskan ada 4 dampak yang akan dihadapi apabila anak terlambat untuk didiagnosa alergi terhadap susu sapi.

Mulai dari dampak secara psikologi, disadari atau tidak ketika terjadi alergi pada makanan, anak dan orang tua dapat mengalami stress sehingga menurunkan kualitas hidup si kecil. Dampak yang kedua adalah dari sisi ekonomi, sederhananya hari ini biaya kesehatan akan meningkat karena hal ini. Begitu pula dengan meningkatkan biaya tidak langsung, bahkan bisa jadi kehilangan pendapatan karena orang tua sering tidak masuk kerja untuk mengurus anak yang alergi tersebut.

Alergi mempengaruhi Kesehatan. Anak yang memiliki alergi susu sapi menghadapi peningkatan risiko penyakit degeneratif, seperti obesitas hipertensi, hingga sakit jantung. Dampak yang terakhir adalah gangguan tumbuh kembang anak. 

Anak yang memiliki alergi dapat mengalami keterlambatan pertumbuhan. Kenapa? karena berhubungan dengan jenis dan durasi pantang makanan yang dapat dikonsumsi. 

Risiko nutrisi pada anak dengan alergi menyebabkan diet eliminasi, nutrisi pengganti yang buruk dan kebutuhan diet yang meningkat serta susah makan. Lebih parah Prof Budi menyampaikan jika alergi tidak hanya 1 makanan hingga terjadi malnutrisi. Kemudian, pertumbuhan akan terhambat salah satunya karena suplementasi tidak adekuat. 

Nah, jadi penting sekali untuk kita mengenali gejala alergi sebelum merasakan dampak keterlembatan diagnosa. Termasuk alergi susu sapi yang bisa timbul pada anak kita. Apa saja gejala anak tidak cocok susu sapi? Beberapa gejala alergi  susu sapi yang patut dicurigai adalah dari gejala dari kulit seperti ruam merah dan gatal. Gejala pada saluran penapasan seperti batuk, pilek dan bersin-bersin. Serta gejala saluran pencernaan seperti sakit perut, diare dan muntah-mutah.

gerakan 3k+

2. Konsultasikan 

Setelah mengenali gejala anak alergi susu sapi. Apabila kita menjumpai gejala-gejala alergi susu sapi atau salah satunya saja dari yang dijelaskan sebelumnya, segera konsultasikan ke tenaga kesehatan atau dokter. 

Di era pandemi ini kita bisa melakukan konsultasi ke dokter secara online atau telepon ya tanpa keluar rumah. Jika hasilnya dicurigai adanya alergi, biasanya dokter akan menyarankan agar anak melakukan uji alergi. Dengan melakukan uji tersebut kita mengetahui pencetus atau alergen yang merupakan penyebab alergi anak. kemudian dokter akan merekomendasikan tata laksana alergi yang benar seperti yang dijelaskan sebelumnya.

3. Kendalikan

Langkah ketiga adalah dengan kendalikan dengan alternatif nutrisi sesuai anjuran dokter. Penting sekali untuk dapat mengendalikan alergi susu sapi pada anak ini. Salah satunya dengan menghindari makanan tertentu yang mengandung susu sapi dan memberikan formula Isolat Protein Soya untuk anak alergi ringan sedang seperti yang dijelaskan sebelumnya. 

4. Kembangkan

Langkah pamungkas yang disempurnakan adalah dengan kembangkan potensi prestasi si kecil. Supaya anak tumbuh maksimal dan siap jadi anak generasi maju, kita perlu untuk mengembangkan dan mengasah potensi prestasi si Kecil dengan stimulasi yang tepat. Edukasi ini bisa didapatkan secara lebih lengkap melalui website www.generasimaju.co.id/AlergiAnak


Website Alergi Anak

Selain edukasi Gerakan 3K+ Sarihusada terus melakukan inisiatif dan inovasi  untuk mendukung si kecil yang tidak cocok susu sapi tetap tumbuh maksimal dengan menyediakan website alergi anak.

Fitur Digital yang Lengkap untuk Mendukung si Kecil yang Tidak Cocok Susu Sapi Tumbuh Maksimal*

  • Cek risiko tidak cocok susu sapi
  • Artikel lengkap seputar tumbuh kembang si kecil yang tidak cocok susu sapi
  • Konsultasi online.
  • Kreasi Resep Sehat tinggi zat besi.
  • Tips stimulasi si kecil yang tidak cocok susu sapi. 

Festival Soya Generasi Maju, Rangkaian Kegiatan Edukasi Seputar Penanganan Kondisi Anak yang tidak Cocok Susu Sapi dan Dukung Tumbuh Maksimalnya*

Pekan Alergi Sedunia jatuh diperingati setiap tahunnya pada tanggal 7-13 April. Memanfaatkan momentum Pekan Alergi Dunia Sarihusada tidak hanya meluncurkan inovasi SGM Eksplor Soya Pro-gress Maxx, Gerakan 3K+ dan website alergi anak, tapi juga mengadakan rangkaian kegiatan edukasi dan kampanye kesehatan Festival Soya Generasi Maju.

Festival Soya Generasi Maju adalah rangkaian acara edukasi yang dipersembahkan SGM Eksplor Soya Pro-gress Maxxuntuk mendukung orang tua dalam pencegahan dan penanganan kondisi anak yang tidak cocok susu sapi serta mengatasi risiko kekurangan zat besi agar tumbuh kembangnya tetap maksimal.

Rangkaian Festival Soya Generasi Maju

Apa saja sih Rangkaian Festival Soya Generasi Maju? Rangkaian kegiatan Festival Soya Generasi Maju yang berlangsung dari tanggal 23 Maret – 3 April 2021 ini menghadirkan ragam acara menarik dan mengedukasi. Yuk, simak apa saja Mam acaranya di bawah ini.

1. Tanya Dokter

Kita diajak oleh SGM Eksplor Soya Pro-gress Maxx untuk mengikuti berbagai kegiatan seperti sesi Tanya Dokter, di mana Bunda bisa mendapatkan informasi langsung dari para ahli seputar kondisi tidak cocok susu sapi si Kecil.

Sebagai salah satu rangkaian acara Festival Soya Generasi Maju,  sesi Tanya Dokter diadakan pada hari Selasa, 23 Maret 2021 di IG @soya_generasimaju. Tanya dokter dengan dr. Molly Dumakuri Oktarina, Sp.A(K) (Spesialis Anak Konsultan Alergi Imunologi) dan dr. Juwalita Surapsari, M.Gizi, Sp.GK (Spesialis Gizi Klinik) mengenai “Peran Zat Besi dan Vitamin C untuk Dukung si Kecil yang Alergi Susu Sapi Tumbuh Maksimal*”. Kita masih bisa mengakses materinya di instagram resmi Festival Soya Generasi Maju loh. Selain lewat media instagramnya, Program Tanya Dokter juga hadir di platform WhatsApp dengan menghadirkan kuliah WhatsApp (KulWhap) seperti yang diadakan tanggal 1 April kemarin. Agar tidak ketinggalan jadwal lainnya, kalian bisa akses di web atau instagramn resminya ya! 

2. Berbagi Tips dan Cerita bersama Celebrity Moms 

Paling seru kalau bisa belajar sambil mendengarkan dari pengalaman Bunda lain apalagi selebriti ga sih? Salah satunya ada IG Live sharing dari Nycta Gina dan Joana Alexandra serta Audi Marisa hari Sabtu, 27 Maret 2021 kemarin. Mereka berecerita tentang langkah untuk dukung si Kecil yang tidak cocok susu sapi tetap tumbuh maksimal. 

3. Tips Mengembangkan Potensi Prestasi dengan Stimulasi yang Tepat 

Agar si Kecil yang tidak cocok susu sapi dapat mengembangkan potensi prestasinya, tentu kita membutuhkan stimulasi yang tepat. Pada rangkaian Festival Soya Generasi Maju kita bisa mendapatkan tips stimulasi ini dari Psikolog Anak dan Keluarga. Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si, Psikolog Anak & Keluarga membagikan “Tips Stimulasi untuk si Kecil yang Tidak Cocok Susu Sapi Tumbuh Maksimal!*” 

4. LIVE Cooking bersama Celebrity Chef 

Sering sekali kita jadi bingung harus menyediakan makanan apa untuk si kecil apalagi dengan tantangan alerginya. Festival Generasi Maju membantuk kita untuk berkreasi dengan resep sehat berbahan dasar SGM Eksplor Soya Pro-gress Maxx yang juga mengandung zat besi serta aman untuk buah hati yang tidak cocok susu sapi. Seperti hari selasa kemarin tanggal 30 Maret 2021, Yuda Bastara seorang celebrity chef mengadakan IG Live sambil memasak kreasi resep sehatnya yang berjudul “Dori Saus Lemon Soya”.

**
Wah, ternyata banyak sekali rangkaian program Festival Soya Generasi Maju ini. Dijamin seru dan menambah wawasan kita nih Mam. Insya Allah kita bisa semakin tanggap dalam menangani kondisi tidak cocok susu sapi yang disertai risiko kekurangan Zat Besi pada anak serta dapat memenuhi kebutuhan nutrisi lengkap dan seimbang agar anak bisa tetap tumbuh maksimal dan siap jadi Anak Generasi Maju.

acara festival soya generasi maju
Penutup

Inovasi SGM Eksplor Soya Pro-gress Maxx, Kampanye Gerakan 3K+ dan website alergi anak, serta rangkaian kegiatan edukasi dan kampanye kesehatan Festival Soya Generasi Maju merupakan wujud Sarihusada untuk peduli dan tanggap dengan kesehatan anak Indonesia. 

Ayo, rasakan keseruan menambah wawasan dan ilmu dalam rangkaian acara Festival Soya Generasi Maju yang berlangsung selama dua minggu ini, dengan mengakses link ini http://bit.ly/FestivalSoyaGenerasiMaju 


Semoga bermanfaat, salam.

*dengan dukungan nutrisi dan stimulasi yang tepat

shafira adlina cerita mamah
Related Posts
Shafira Adlina
Mamahnya Sakha dan Hafsah. Mamah yang suka nulis dan desain. Masih belajar jadi bloger, asessor dan fasilitator. Untuk kerja sama silahkan hubungi email : adaceritamamah at gmail dot com

Related Posts

45 komentar

  1. Terima kasih sudah berbagi informasi. Ijin share artikelnya ya mam...

    BalasHapus
  2. ah iya ya mbak, kadangkala anak memang butuh tambahan asupan gizi dari susu
    cuma jika memang alergi susu sapi, susu kedelai bisa jadi alternatif ya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Mbak, formula isolat protein soya dengan IRONC bisa jadi alternatif anak yg alergi susu sapi untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya

      Hapus
  3. Bagus sekali meskipun dari soya tapi inovasi dari SGM tetap bisa memenuhi kebutuhan zat besi pada anak2. Bahaya ya memang kalo sampai anak2 defisiensi zat besi, sering disebut silent disease juga kan ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener Mbak Ima, selain inovasinya edukasi dan konten SGM ini oke banget loh

      Hapus
  4. Kasihan sekali ya kalau anak balita terkena anemia. Semoga dengan adanya webinar seperti ini, semakin banyak anak Indonesia yang terhindar dari anemia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kita yang dewasa saja kalau anemia pusing kan mbak

      Hapus
  5. Alhamdulillah ya, untuk anak yang alergi susu sapi sekarang ada alternatifnya supaya pemenuhan gizinya optimal ya.

    BalasHapus
  6. Gagal fokus deh sama ekspresinya pas menyimak acara hehehe... Seru dan penuh manfaat ya festivalnya SGM ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkw mbak Farida, itulah ekspresi emak2 yang dapat mr time nya belajar ahhaha

      Hapus
  7. Rangkaian acara festival soya generasi maju ini keren banget ya Mba
    Bermanfaat sekali buat parents yg concern dgn tumbuh kembang anak.
    Terima kasih sharing-nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya websitenya juga ok punya loh mbak. Coba cek-cek aja instagramnya deg

      Hapus
  8. Sekarang gak perlu khawatir lagi ya bagi anal yang alergi susu sapi, karena sudah ada SGM soya yang bisa menjadi pilihan. Rasanya juga sama enaknya ya mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. SGM soya ada rasa vanila dan madu juga Mbak Wahyu sama kaya sufor sapi

      Hapus
  9. Saya ngasuh cucu selama tahun. Diare adalah masah kesehatan yang sering dialaminya. Saran dokter supaya susunya diganti. Entah berapa kali ganti susu tetap saja tak ada perubahan. Terakhir, saya kasih SGM. Baru kasusnya tuntas. Pokoknya bagi anak dan cucuku SGM adalah produk susu yang tiada duanya. Apapun variannya. Selamat pagi, ananda Shafira.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah Bu Nur,. Alhamdulillah sama sama ya. Tetap semangat membersamai cucu cucu tersayang

      Hapus
  10. Harus dideteksi sejak dini ya berarti kalau anak punya gejala alergi susu sapi. Jika sudah positif maka baru berikan penanganan sesuai kebutuhannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul maka itu gerkaan 3k+ ok banget mbak rindang. Kenali dulu baru konsultasikan ke nakes gitu

      Hapus
  11. Webinar ini bermanfaat banget
    bisa memberikan wawasan baru bagi para ortu.
    semangaatt!

    BalasHapus
  12. Pernah punya teman yang menderita anemia. Kasihan banget, wajahnya pucat dan sering pingsan. Memang sebaiknya sedari dini kita kenali gejalanya, kita konsultasikan, kemudian sebisa mungkin dikendalikan, yaa...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penting ya buat kita kenali dulu kan mbak, jadi ga salah konsultasi juga hehe

      Hapus
  13. Festivalnya seru ya, banyak ilmu yang didapatkan. Btw saya pernah terbantu berkat susu soya dari SGM ini, yaitu sewaktu balita saya mengalami masalah pencernaan sehingga harus opname di rumah sakit. Alhamdulillah sudah sehat dan pencernaannya tidak pernah bermasalah lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seru mbak, kita juga masih bisa dengar rekamannya di medsos mereka.

      Hapus
  14. Wah lengkap sekali ulasannya. Rangkaian acara SGM panjang dan bermanfaat sekali. Mendidik para ibu untuk paham banyak hal mengeni kebutuhan anak, terutama yang alergi susu sapi. Pengen ikutan juga jadinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener mbak deris, coba ikutan festivalnya. Rekamannya masih bisa kita akses, ini live YouTube juga soalnya

      Hapus
  15. Aku langsung forward ke teman tang anaknya alergi susu sapi
    Semoga dia memahami dan ga putus asa lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah masyaAllah makasih Mbak Rahmah

      Hapus
  16. Bagus ya ada inovasi susu soya untuk anak-anak yang alergi susu sapi. Dengan demikian pemenuhan gizinya tetap bisa tercukupi.

    BalasHapus
  17. Rangkaian acaranya seru banget ya mba.
    Seneng deh saat ini anak-anak yang memiliki kecenderungan alergi susu sapi sudah mendapatkan solusi. Jadi kebutuhan pemenuhan gizi maksimal bagi mereka tetap bisa dilakukan ya.

    BalasHapus
  18. Susu soya mmg bgs ya mba utk anak yg alergi dgn susu sapi

    BalasHapus
  19. Masalah defisiensi Zat besi ini memang patut jadi perhatian orang tua. Untungnya ada SGM yang menghadirkan produk susu khusus buat anak yang alergi susu sapi dengan kandungan yang tidak kalah dan dapat mencukupi kebutuhan zat besi bagi si kecil

    BalasHapus
  20. Terobosan baru nih susu soya untuk anak yang alergi susu sapi karena bagaimanapun persediaan gizi anak harus terpenuhiya mbak keren nih produk SGM

    BalasHapus
  21. keren banget acaranya. Pasti banyak pengetahuan baru yg d dapat. Apalagi yang bawain materinya orang2 yg expert d bidangnya.

    Jempol atas terobosan SGM yang menghadirkan susu soya untuk anak yang alergi susu sapi. Menolong banget untuk tetap menjaga gizi anak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak, Alhamdulillah jadi banyak tahu ternyata ga sekadar kasih zat besi ternyata vitamin C jg penting ya

      Hapus
  22. Gizi untuk pertumbuhan anak sekarang sudah semakin maju. Tak ada susu sapi karena alergi, soya pun jadi. Gizinya sama yang diperoleh anak kita.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Mbak Muthe, anak alergi susu sapi pij bisa tercukupi gizinya asal kita tahu ilmunya

      Hapus
  23. Varian SGM Soya ini jadi solusi banget buat anak yang alergi susu sapi ya Mbak. Saya pribadi sih gak alergi, cuma kurang suka aja dengan aroma susu sapi, kalau susu kedelai kayaknya beda ya aromanya

    BalasHapus
  24. Tulisannya lengkap banget, Mbak. Memang kalau punya anak yang nggak cocok susu sapi tuh harus tanggap ya. Lebih baik lagi kalau bisa 3K+.

    BalasHapus
  25. Lengkap sekali artikelnya mbak. Sampai paham aku. Thanks for sharing. Bermanfaat sekali terutama 3k untuk anak alergi susu sapi

    BalasHapus
  26. Ternyata alergi itu menurun ya mba, jadi tau karena informasinya lengkap banget..thanks for sharing

    BalasHapus
  27. Banyak juga ternyata anak Indonesia yang alergi susu sapi ya, hampir seperempatnya. Untung udah ada SGM soya ini ya, jadi kebutuhan zat besi anak dengan alergi susu sapi tetap bisa terpenuhi

    BalasHapus